MEMILIKI latar belakang pendidikan jurusan Hubungan Internasional di Universitas Hasanuddin, tidak salah jika Andi Nur Ridhayati punya keinginan untuk menjadi seorang diplomat. Termasuk harapannya kelak bisa duduk sebagai anggota parlemen.
Namun, cewek kelahiran Palopo, 28 Agustus 1989 ini mengawali perjalanan karirnya di bidang yang berbeda dengan basic ilmunya. Ia pernah mencoba menjajaki peluang usaha melalui event organizer di tahun 2010.
Saat ini, Anez –sapaan akrabnya– tengah menempuh pendidikan di Pascasarjana Unhas Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Sebelum memutuskan melanjutkan kuliah, Anez tercatat sebagai admin logistik sebuah perusahaan kontruksi. Berangkat dari situ, ia kemudian menjadi agen asuransi di tiga perusahaan sekaligus, terhitung sejak 2011 hingga 2012.
BKM/ARDHITA ANGGRAENI
Andi Nur RidhayatiKarena bakatnya di dunia marketing, Anez kemudian bergabung sebagai personal banking officer di sebuah bank swasta nasional. Posisi ini dijalaninya dari 2012 hingga 2014. Terakhir, ia beralih bekerja sebagai staf marketing BNI bagian makro pada tahun 2014-2015.
”Saya memang suka dunia marketing. Alasannya? Karena bisa mendapatkan banyak kenalan. Berkat itu juga banyak kota dan negara yang saya datangi. Banyak kenalan yang akrab dan mengajak saya,” ujarnya saat ditemui di sela-sela aktivitas perkuliahan di Unhas, Selasa (29/3).
Anak pertama dari empat bersaudara ini juga terbilang menggemari traveling, dengan mengunjungi banyak tempat wisata yang ada di Indonesia dan luar negeri. Beranjak dari kecintaannya sebagai marketing, Anez kemudian menyukai kerja lapangan yang lebih menantang.
“Saya memang kalau mau kerja lebih suka kerja di lapangan ketimbang harus duduk di belakang meja. Makanya, kerjaanku semuanya pasti di lapangan,” tandasnya.
Putri pasangan Ir Hamzah Saleh,MSi dan Ir Andi Wero S ini kemudian sampai pada fase unuk memutuskan berhenti berkarir. Ia lebih memilih melanjutkan kuliah. Prioritas utamanya saat ini menyelesaikan pendidikan magister, untuk selanjutnya mengabdikan diri menjadi seorang tenaga pengajar seperti anjuran dari sang ibunda.
”Agak susah memang kalau mau kuliah sambil kerja. Pekerjaan tidak bisa ditinggalkan, sementara kuliah juga menuntut kita untuk masuk setiap hari. Jadi harus ada yang dikorbankan dulu,” ucapnya.
Ternyata, Anez dipersiapkan oleh ibundanya untuk mengajar di tanah kelahirannya, Palopo usai meraih gelar S2. Namun di saat bersamaan, ayahnya punya keinginan lain. Anez digadang-gadang bisa bekerja di kementerian.
”Untuk saat ini lebih memilih kuliah karena kepentingan pendidikan dan keinginan orang tua. Terutama ibu, yang menyuruh saya lanjut S2 agar bisa menjadi dosen di Palopo. Tapi kalau bapak, lebih mengarahkan saya masuk bekerja di kementerian,” jelasnya.
Di saat menceritakan keinginan kedua orangtuanya itu, Anez kembali mengenang saat-saat dirinya memutuskan hendak terjun di dunia marketing. Saat itu, ayahnya berpendapat bahwa dunia marketing punya imej yang tidak baik di mata masyarakat.
”Ayah saya orang yang paling tidak suka saya masuk dunia marketing,” ujarnya.
Namun Anez punya prinsip, bahwa selama pekerjaan ataupun kehidupannya tidak terbebani, iapun enjoy melakoninya. Sekalipun itu akan berat dihadapi, Anez akan tetap melakukannya. ”Saya jalani saja bagaimanapun beratnya,” kata penyuka semua jenis mie ini. (ita/rus)
Ingin Jadi Diplomat
×

