MAKASSAR, BKM — Tim Jatanras Polrestabes Makassar masih melakukan pengejaran pelaku penganiayaan terhadap polisi yang diduga dilakukan mahasiswa saat demo terkait kelangkaan minyak goreng di depan gedung DPRD Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (7/3).
Wakasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKP Jufri Natsir yang dikonfirmasi mengemukakan, satu orang diduga pelaku penganiayaan kepada polisi sudah ditangkap. Namun Kasat Reskrim Polrestabes Makassar belum bisa membeberkan identitas mahasiswa tersebut, lantaran sampai saat ini tim Jatanras Polrestabes Makassar masih melakukan pengejaran.
Aksi unjukrasa mahasiswa di depan gedung DPRD Makassar menyoroti kelangkaan minyak goreng kemasan di pasaran. Para mahasiswa menyampaikan aspirasi secara bergantian. Namun, ketika akan pembakaran ban bekas, salah seorang petugas berusaha mencegah. Sehingga kondisi ini memicu keributan lantaran mahasiswa melakukan perlawanan.
Di tempat terpisah Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Lando yang dikonfirmasi, mengemukakan, aksi unjuk rasa mahasiswa tersebut berakhir ricuh dan menyebabkan dua anggota dikeroyok saat melakukan pengamanan demo.
Satu orang anggota Polsek Rappocini yang terluka dan satu orang dari Intelkam Polrestabes Makassar. Keduanya masih mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Bhayangkara. Kasi Humas Polrestabes Makassar menambahkan, penganiayaan terjadi ketika petugas mengamankan massa aksi yang akan membakar ban.
Petugas berusaha menghalau massa agar tidak membakar ban. Namun massa demo minyak goreng tersebut tidak terima. Mereka langsung menyerang dengan bambu, batu dan kayu. Kedua polisi yang luka masing-masing Bripka R dan Aipda N pun terluka dibagian kaki, pipi, dada serta tangan memar. Dua polisi itu dilarikan ke rumah sakit. (ish-jul/c)

