MAKASSAR, BKM — Dinas Pendidikan Kota Makassar bersiap untuk menambah jam belajar pada pertemuan tatap muka (PTM). Syaratnya, PPKM di Makassar berada di level 2.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Muhyiddin Mustakim, menerangkan pihaknya masih menunggu perkembangan dan keputusan pemerintah pusat soal status Makassar. “Status PPKM Level 3 kan berakhir hari ini (kemarin). Kita berharap mudah-mudahan kita kembali ke level 2 dan kita naikkan lagi proses pembelajarannya,” ungkap Muhyiddin saat dihubungi BKM, Senin (14/3).
Dia melanjutkan, jika status Makassar turun dari level 3 menjadi level 2, maka kemungkinan Disdik akan menambah durasi waktu tatap muka menjadi enam jam per hari. Artinya, setiap sesi yang tadinya hanya dua jam tatap muka, menjadi tiga jam.
“Kita berencana menambah satu jam durasi pembelajaran tatap muka untuk setiap sesi. Kan setiap kelas dibagi dua sesi. Jadi yang tadinya hanya dua jam setiap sesi, menjadi tiga jam. Kapasitas setiap tetap 50 persen dari jumlah siswa per kelas. Protokol kesehatan harus tetap dipatuhi,” jelasnya.
Dia juga mengingatkan kepada seluruh peserta didik untuk melakukan vaksinasi covid-19. Baik untuk anak usia 6-12 tahun, maupun anak di atas 12 tahun.
“Jadi vaksinasi anak itu wajib. Namun jika ada penyakit kormobid, itu tidak boleh (divaksin),” ungkap Muhyiddin.
Namun, dia mengingatkan pihak sekolah jangan menjadikan alasan anak yang belum divaksin tidak bisa belajar tatap muka. “Itu salah. Tidak betul. Tidak boleh ada diskriminasi. Mau vaksin atau tidak tetap ikut belajar. Kalau pun dia ikut PTM, tetap dia ikut. Kalaupun nanti ada situasi daring, ya daring di rumah. Tapi proses pembelajaran tidak boleh dibeda-bedakan. Itu salah,” tegasnya.
Wali Kota Makasar Mohammad Ramdhan Pomanto (Danny) berharap agar status PPKM Makassar bisa turun satu level dari level 3 menjadi level 2. “Kalau saya lihat memang bakal turun di level 2. Karena kalau dilihat angka-angkanya semakin menurun kasus covid-19 di Makassar,” ungkap Danny saat ditemui di kediaman pribadinya, kemarin.
Dia melanjutkan, jika memang status turun, otomatis akan ada kelonggaran-kelonggaran yang akan diberikan Pemkot Makassar dalam aktivitas masyarakat. Termasuk pada sistem pembelajaran tatap muka.
“Bisa saja jam pelajaran ditambah. Bisa juga tatap muka sudah berjalan normal. Orang umrah saja sudah normal. Tidak ada pembatasan lagi,” tandas Danny. (rhm)

