pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Kasus Penganiayaan Beraroma Pemilukada

Korban Sebut Oknum Lurah Ikut Terlibat

BARRU, BKM — Nurdin alias Chandra (47) yang selama ini dikenal aktif sebagai simpatisan dari salah seorang pasangan calon bupati-wabup saat pemilukada Barru, Rabu malam (30/3) melapor ke polres setempat. Ia mengadukan kasus penculikan dan pengeroyokan atas dirinya yang dilakukan oleh beberapa orang yang juga merupakan pendukung dari salah satu mantan cabup lain. Peristiwa yang menimpa Nurdin diduga ikut melibatkan seorang oknum lurah di Kecamatan Barru.
Saat ditemui di Mapolres, kemarin, Nurdin menceritakan kasus penganiayaan yang beraroma pemilukada itu. Malam itu dia baru saja mau menutup kios jualannya di Kelurahan Takkalasi. Secara tiba-tiba dirinya didatangi beberapa orang yang mengendarai mobil Toyota Avanza dan Suzuki Vitara.
Nurdin kemudian dipaksa naik ke mobil Avanza. Di dalam mobil itu ia dipukuli dan dibawa ke rumah pribadi salah seorang mantan cabup di Desa Pancana. Dalam perjalanan, korban mengaku bukan hanya digebuk. Tapi juga diancam akan dibunuh jika tidak mau mengakui celoteh kasarnya di Facebook.
“Di mobil itu terpaksa saya mengaku karena dipukuli dan diancam. Itupun saya kembali dianiaya. Coba lihat bibirku masih bengkak dan kepala saya berdarah. Saya juga menyayangkan kenapa dalam mobil itu ada oknum lurah yang semestinya melindungi masyarakat,” ungkap Nurdin, yang mengaku masih pusing akibat peristiwa pemukulan ini.
Menurut korban, dirinya dituduh kerap menulis kata kasar kepada salah seorang mantan cabup dengan kata ‘panga’ (pencuri) melalui group orang Barru. “Saya secara kebetulan dikenal dengan panggilan nama Chandra. Tetapi bukan saya yang menulis kata kasar itu. Saya ini tidak tahu bermain Facebook. Selama ini saya bermain di BBM saja,” ujarnya.
Saat peristiwa ini hendak dikonfirmasi ke Kapolres Barru AKBP Minarto, melalui ajudannya di bagian Bataud, BKM diminta mengkonfirmasinya ke Wakapolres, Kompol Syaharuddin. Menurut Syaharuddin, pihaknya sudah memintai keterangan korban. Sementara yang terduga pelaku masih dalam proses pemeriksaan. ”Kami belum bisa menyimpulkan seperti apa motifnya. Tetapi sepertinya tidak ada unsur penculikan. Boleh jadi kasus penganiayaan. Kata penculikan juga saya belum mengetahui dalam bahasa hukum. Apalagi kata penculikan itu hanya diembuskan oleh kalangan orang awam,” jelas Syaharuddin.
Wakapolres membantah kalau ada oknum pejabat lurah dalam peristiwa ini. Menurutnya, tidak ada dalam laporan soal keterlibatan oknum lurah. Jumlah yang dilaporkan empat orang yang sempat dilihat menganiaya korban.
“Kita juga belum bisa memastikan, apakah kasus ini murni penganiayaan atau ada unsur perkara IT-nya. Karena dari keterangan terduga pelaku, ada motif media sosial yang membuat mereka melakukan penganiayaan,” jelasnya. (udi/rus/b)



×


Kasus Penganiayaan Beraroma Pemilukada

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar