MAKASSAR, BKM — Penunjukan penjabat ketua rukun tetangga dan rukun warga (RT/RW) masih menyisakan sejumlah persoalan. Di beberapa tempat, terjadi penolakan terhadap penunjukan RT/RW. Termasuk ada yang mengundurkan diri karena merasa tidak bisa mengemban amanah yang diberikan.
Salah seorang yang menyatakan penolakannya untuk menjadi penjabat ketua RT adalah Andi Sulolipu. Secara khusus dia melayangkan surat ke Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Danny Pomanto, melalui lurah Manggala, Kecamatan Manggala.
Dia menyatakan tidak bersedia dan mengundurkan diri sebagai pj ketua ORT 04/ORW 05 Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala, Kota Makassar. Alasannya menolak, karena tugasnya sebagai aparatur sipil negara (ASN) lingkup Dinas Pendidikan Sulsel dengan posisi sebagai pengawas madya, mengharuskannya mengunjungi sekolah-sekolah di kabupaten/kota yang ada di Sulsel.
“Tentunya saya lebih mengutamakan tugas pokok sebagai ASN. Sementara Pak Wali Kota menuntut kinerja RT/RW yang maksimal,” katanya dalam surat yang dilayangkan.
Menyikapi hal itu, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto mengatakan, tidak apa-apa jika ada yang mengundurkan diri. Nanti dicarikan penggantinya.
Dia pun menyalahkan lurah bersangkutan yang dinilai tidak matang dalam menunjuk orang-orang sebagai pj RT/RW.
“Tidak apa-apa, kita ganti. Itu kan berarti tidak matang di lurahnya. Ada juga itu yang meninggal. Nanti kita sempurnakan. Termasuk ada satu rumah dua orang ditunjuk. Jadi kita suruh pilih satu. Sudah dievaluasi,” ungkap Danny saat dikonfirmasi di sela-sela acara PKS di Hotel Grand Asia, Minggu (20/3).
Dia mengatakan, RT/RW yang sudah ditunjuk dan tidak ada persoalan secepatnya harus bertugas. Masa kerjanya akan berlangsung hingga digelar Pemilu Raya RT/RW. Danny memastikan pemilu raya RT/RW ini akan dilaksanakan tahun ini. Namun belum ada kejelasan bulan berapa.
“Pokoknya tahun ini harus pemilu raya. Bisa besok, bisa 31 Desember. Bisa begitu. Yang jelas lebih cepat lebih baik,” tandasnya. (rhm)

