–
-Masyarakat Diimbau Waspadai Upal
REPORTER: RAHMAWATI AMRI
EDITOR: ANDI RUSTAN
MAKASSAR, BKM — Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulsel menyiapkan uang tunai sebesar Rp4,43 triliun untuk menyambut Ramadan dan Idulfitri 1443 Hijriah. Angka tersebut lebih tinggi dibanding tahun lalu.
Kepala Perwakilan BI Sulsel Causa Iman Kirana, menjelaskan hal itu saat menggelar media gathering Selasa (29/3). Dikatakan, besarnya penyediaan uang tunai tersebut sudah memperhitungkan banyak faktor. Salah satunya karena aktivitas ekonomi saat puasa dan lebaran tahun ini diperkirakan lebih meningkat dibanding tahun. Hal itu terjadi seiring tren perbaikan ekonomi dan pelonggaran pembatasan perjalanan.
“Tahun lalu kita hanya menyiapkan sekitar Rp4,28 triliun. Tahun ini, uang tunai yang disiapkan sebesar Rp4,43 triliun. Jadi ada peningkatan sekitar 3,62 persen,” ungkap lelaki yang akrab disapa Pak Cik ini.
Lebih jauh Pak Cik mengemukakan, BI Sulsel melakukan pendistribusian uang ke seluruh wilayah Sulsel, termasuk melalui kas titipan, agar perbankan memiliki kecukupan persediaan uang tunai, baik secara jumlah maupun jenis pecahan.
BI Sulsel mewajibkan bank dan Penyelenggara Jasa Pengolahan Uang Rupiah (PJPUR) untuk menjaga ketersediaan uang dengan kualitas baik dan optimal termasuk pada Anjungan Tunai Mandiri (ATM), menyediakan layanan penukaran uang sehingga masyarakat dapat memperoleh pecahan uang sesuai dengan kebutuhan, dan memastikan seluruh kegiatan pengolahan uang sesuai dengan aspek K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja).
Sementara itu, Deputi Direktur BI Sulsel Edy Kristianto menjelaskan, uang tunai senilai Rp Rp4,43 triliun tersebut juga untuk melayani permintaan penukaran uang yang cukup tinggi menjelang Lebaran Idulfitri.
Untuk kebutuhan penukaran uang, kata Edy, ada sekitar 101 lokasi yang disiapkan BI. Sebanyak 83 titik di kantor-kantor perbankan, sementara 18 lokasi disiapkan langsung oleh BI. “Khusus yang disiapkan BI, satu lokasi di kantor BI sendiri. Sementara 17 titik lainnya ditentukan dan akan melayani masyarakat menggunakan mobil. Lokasinya di antaranya di kantor-kantor pemerintah daerah dan lainnya,” kata Edy.
Saat ini, BI Perwakilan Sulsel juga telah memiliki layanan kas titipan di empat lokasi di Sulsel, yaitu Parepare, Palopo, Bone, dan Bulukumba. Lokasi kas titipan ini bekerja sama dengan Bank Sulselbar. Layanan titipan kas itu juga nantinya akan melayani penukaran uang jelang lebaran Idulfitri.
Kepada bank yang menyediakan loket penukaran, BI Sulsel meminta agar seluruh proses penukaran mematuhi protokol pencegahan covid-19. Sementara kepada masyarakat yang akan melakukan penukaran uang, diminta untuk tetap menjaga protokol kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku. Juga diimbau untuk melakukan penukaran uang secara kolektif, dalam rangka menjaga physical distancing.
Asisten Direktur BI Sulsel Albert Mario Davidson, menambahkan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam melakukan transaksi pembayaran, BI Sulsel meminta masyarakat untuk selalu mewaspadai risiko uang palsu (upal).
Alasannya, ada kecenderungan menjelang Ramadan, apalagi mendekat lebaran Idulfitri, peredaran uang palsu semakin meningkat. Untuk mengetahui keaslian uang rupiah, kata Alber, caranya dengan mengenali ciri-ciri keaslian uang rupiah melalui metode 3D, yakni dilihat, diraba, dan diterawang. Selain itu, dia mengimbau agar penukaran uang masyarakat hendaknya dilakukan di tempat-tempat yang resmi.
Alber menjelaskan, hingga Februari 2022, sebanyak 563 lembar uang palsu beredar yang ditemukan BI. Sementara pada Januari ditemukan 41 lembar uang palsu.
Di bagian lain penjelasannya, Alber mengatakan, dalam rangka mendukung digitalisasi, BI Sulsel juga mendorong masyarakat untuk melakukan transaksi pembayaran secara nontunai. Termasuk dengan menggunakan uang elektronik, digital banking, maupun QR Indonesia Standard (QRIS). (rhm)

