MAKASSAR, BKM — Taruna dan taruni Akademi Maritim Indonesia (AMI) Veteran Makassar, khususnya Program Studi (Prodi) Ketatalaksanaan Pelayaran Niaga (KPN) mendapat tambahan bekal untuk bisa bersaing di dunia kerja. Jika selama ini mereka mendapatkan sertifikat untuk keahlian bahasa Inggris dan komputer, kini bertambah.
Mereka juga dibekali dengan sertifikat short course yang diterbitkan oleh lembaga berkompeten di bidangnya. Misalnya pelatihan operasional bongkar muat, logistik, forwarding, pelayanan jasa kapal dan lain-lain.
Terkait dengan itu, bertempat di Aula Kampus AMI Veteran, Senin (4/4) berlangsung percakapan tentang usulan short course KPN guna pengembangan kemampuan vokasi taruna taruni. Sejumlah narasumber menyampaikan materi di depan ratusan taruna taruni prodi KPN dari tiga angkatan.
Diantaranya dosen PIP Semarang yang juga penatar ToT Dr Capt Suwiyadi, Sekretaris DPC INSA Sulsel Dr Hamka, Capt Zulkifli Syahril juga dari INSA, Ruslin Monoarfa dari APBMI Sulselbar, Syahruddin Ketua ALFI Sulsel, serta dosen AMI Veteran, seperti Arifin HA Majid, Juanda dan Ketua IKA H Djafar Mappa.
Direktur AMI Veteran, Amrin A Rani usai membuka acara, mengatakan, short course adalah salah satu alternatif dalam pengembangan vokasi taruna taruni AMI Veteran. ”Jadi nantinya taruna dan taruni KPN akan memiliki sejumlah sertifikat keahlian dan keterampilan setelah mengikuti short course. Sertifikat itu menjadi lampiran yang tidak dapat dipisahkan dari kompetensinya. Ini akan kita realisasikan tahun 2016,” jelas Amrin.
Diakui, short course bagi taruna taruni KPN merupakan bagian dari antisipasi pemberlakuan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Dengan memiliki berbagai jenis keahlian dan keterampilan, alumni prodi KPN bisa bersaing dengan pekerja dari luar. ”Jangan mau kalah dengan pekerja asing,” tandasnya.
Sekretaris DPC INSA (Indonesian National Shipowners Association) Sulsel, Dr Hamka di sela-sela acara, menjelaskan bahwa saat ini para owner perusahaan yang bergerak di bidang jasa angkutan laut sangat membutuhkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan khusus, utamanya bahasa Inggris. Termasuk keahlian lainnya.
”Kemampuan bahasa Inggris ini mutlak dimiliki taruna KPN AMI Veteran. Karena perkembangan teknologi saat ini mengharuskan untuk itu. Bukan lagi hanya bisa berbicara dalam bahasa Inggris. Tapi lebih dari. Juga harus bisa berkorespondensi menggunakan bahasa Inggris. Selain itu, juga harus menguasai teknologi. Sekarang ini kan lebih banyak korespondensi dilakukan via email. Disitulah juga dibutuhkan kemampuan berbahasa Inggris dan penguasaan teknologi,” jelas Hamka.
Terkait pelaksanaan short course bagi taruna taruni AMI Veteran, Hamka mengingatkan bahwa pemberian sertifikat dari kegiatan pelatihan harus disertai dengan kemampuan menguasai bidang masing-masing. Sehingga mereka tidak canggung lagi ketika diterima bekerja di sebuah perusahaan. (rus)
Taruna KPN AMI Dibekali Sertifikat Short Course
×

