MAKASSAR, BKM — Hujan deras dan cuaca buruk yang berlangsung pada Kamis (26/5), menimbulkan kekhawatiran timbulnya banjir di Kota Makassar, khususnya di titik-titik rawan seperti Paccerakkang dan Manggala.
Dalam grup Siaga Banjir Pemkot Makassar, Wali Kota Mohammad Ramdhan Pomanto segera mengeluarkan instruksi siaga bencana. Artinya, hujan deras dan cuaca buruk yang terjadi perlu diwaspadai. Seluruh stakeholder terkait diminta untuk melaksanakan prosedur tetap atau standar operasional prosedur (SOP).
Mulai dari BPBD, camat, hingga RT/RW diminta untuk memantau wilayah masing-masing dan melaporkan jika terjadi kondisi darurat yang butuh penanganan. Danny mengaku sempat merasa khawatir saat curah hujan sangat deras dengan durasi yang cukup lama. Apalagi ditambah angin kencang.
“Jadi saya monitor terus kondisi cuaca kemarin (Kamis). Termasuk berkoordinasi dengan camat dan BPBD yang terus memonitor kondisi di lapangan. Saya bilang Siaga Bencana. Kalau saya sudah bilang seperti itu, langsung mereka bergerak semua. Memang sudah ada protapnya,” ungkap
Danny yang ditemui di kediaman pribadinya, Jumat (27/5).
Dia mengaku mulai merasa lega ketika hujan mereda pada malam hari sekitar pukul 20.00 Wita. Kendati demikian, tetap saja ada laporan masuk jika ada beberapa wilayah yang tergenang. Namun tidak terlalu parah.
Selanjutnya, kata Danny, berdasarkan aplikasi cuaca yang terus dimonitor, terdeteksi pasang air laut terjadi pada Jumat pagi kemarin. Beruntung, hujan sudah mereda sehingga banjir yang dikhawatirkan tidak terjadi.
Pasang yang cukup tinggi juga terdeteksi bisa terjadi hari ini, Sabtu (8/5) pukul 06.00 Wita. Diapun berharap semua komponen untuk senantiasa siaga dan waspada jika hujan deras turun pada waktu tersebut.
“Kalau besok (hari ini) hujan deras terjadi sekitar pukul 06.00 Wita pagi, maka perlu diwaspadai. Inimi titik-titik kritis. Lusa (besok) yang paling berbahaya karena air laut mulai pasang terus. Yang paling tinggi 1 Juni,” ungkapnya.
Lebih jauh dia mengemukakan, sebenarnya saat ini sudah bukan musim hujan namun memasuki pancaroba. Biasanya pada momen pergantian musim ini, kerap terjadi anomali cuaca. Pihaknya terus berkoordinasi dengan BMKG untuk memastikan kondisi cuaca di Makassar seperti apa supaya Pemkot Makassar bisa waspada dan menyiapkan langkah-langkah antisipasi.
“Ini sudah bukan musim hujan. Ada anomali. Kadang-kadang Juni ada hujan-hujan begini. Menuju pancaroba. Menunju ke kemarau. Ditutup sampai cuaca ekstrem seperti ini. Koordinasi terus dengan BMKG. Tadi saya sama-sama terus di pelabuhan. Intens komunikasi. Kan dari early warning systemnya BMKG,” jelas Danny.
Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar Achmad Hendra Hakamuddin mengatakan pihaknya sudah melaksanakan SOP siaga bencana sesuai perintah wali kota saat cuaca ekstrem terjadi Kamis. Dari hasil pantauan dan laporan di lapangan, secara umum kondisi cukup kondusif kendati ada beberapa wilayah yang tergenang.
Wilayah yang tergenang seperti Jalan Borong Indah RW 10 RT 01, RT 02, ketinggian mencapai 10 cm, dan Jalan Toddopuli 5 RW 04 RT 5 dengan ketinggian air 5 cm.
Cuaca buruk dan hujan deras yang terjadi Kamis lalu juga merendam dua sekolah, masing-masing di Kecamatan Manggala dan Tallo.
Kepala Dinas Pendidikan Makassar, Muhyiddin Mustakim menerangkan dua sekolah yang terendam adalah SMP Negeri 19 Kecamatan Manggala dan SD Komplek Cambaya Kecamatan Tallo. Tinggi air di dalam kelas berada di atas pergelangan kaki orang dewasa. “Ada dua sekolah yang tergenang air, di Kecamatan Manggala dan Tallo,” ucapnya.
Akibat dari genangan tesebut, pihak sekolah memulangkan siswa dan melanjutkan pembelajaran secara daring atau online. “Untuk sementara mereka dipulangkan dulu. Pembelajaran tetap jalan secara online,” katanya.
Muhyiddin menjelaskan, dua sekolah tersebut memang menjadi langganan banjir. “Saluran airnya di Manggala yang mau dibuat supaya bisa tembus ke tanggul,” imbuhnya. (rhm)

