pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Pulang dari Bali, Danny Geser Kepsek dan Kepala Puskesmas

457 Pejabat Dimutasi, Banyak yang tak Tahu Posisinya

MAKASSAR, BKM — Setelah sempat tertunda beberapa kali, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto akhirnya melakukan mutasi pejabat untuk mengisi jabatan lowong. Pelantikan dilakukan di Anjungan Pantai Losari, Kamis (2/6) usai salat subuh berjemaah.
Jika sebelumnya disebutkan ada sekitar 1.000-an pejabat yang bakal dilantik, namun ternyata baru 457 yang mendapat undangan untuk mengikuti prosesi tersebut. Pejabat yang dilantik terdiri dari satu pejabat eselon II, yakni Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Chaidir, pejabat eselon III dengan jabatan sekretaris, kepala bagian, dan kepala bidang. Termasuk jabatan eselon IV untuk kepala seksi, kasubag, dan lurah.
Berbeda dengan sebelumnya, pelantikan pejabat kali ini menyisakan tanda tanya. Pasalnya, sampai ratusan pejabat selesai dilantik, rerata mereka mengaku bingung dan tidak tahu posisi atau jabatan apa yang diembannya.

Pejabat yang akan dilantik hanya diinformasikan lewat WhatsApp untuk bersiap-siap. Banyak yang tidak menerima undangan secara langsung. Itupun saat pelantikan, MC hanya membacakan beberapa nama pejabat yang dilantik berikut dengan jabatan barunya.
Kepala Dinas Perhubungan Iman Hud menerangkan, ada kepala bidangnya yang digeser ke OPD lain. Namun, hingga selesai pelantikan, tidak diketahui di mana posisi yang bersangkutan.
“Itu ada kepala bidangku dilantik. Tapi sampai sekarang masih tidak tahu di mana dikasih pindah,” ungkapnya.
Dikonfirmasi terkait hal itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Makassar Andi Siswanta Attas, mengatakan untuk sementara tim mutasi masih menyusun dan mencocokkan nama dan pangkat para pejabat yang dimutasi.
“Setelah disusun dengan baik, baru di-pdf-kan dan selanjutnya diumumkan. Yang pasti ada 457 orang yang dilantik tadi (kemarin),” ungkap Wanta, sapaan akrab Andi Siswanta.
Dia melanjutkan, mutasi yang dilakukan sebagai bentuk penyegaran dalam sebuah jabatan. Seorang ASN, khususnya pejabat, tidak boleh menduduki suatu jabatan terlalu lama
Sementara itu, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto usai pelantikan menekankan bahwa mutasi yang dilakukan belum tuntas. Karena masih banyak posisi yang masih lowong.

Alasan kenapa pengisian jabatan tidak dituntaskan, karena BKPSDM belum sempat mengklarifikasi semua nama-nama yang diancang-ancang mau dimutasi. Dia berjanji sepulang dari Bali, posisi-posisi itu segera diisi. Termasuk posisi kepala sekolah (kepsek) dan kepala puskesmas.
Danny menyebut, saat ini ada sekitar 500 posisi kepala sekolah dan 47 posisi kepala puskesmas yang akan diisi. “Di bawahnya juga belum, seperti tata usaha dan lain-lain. Termasuk posisi kepala seksi di kelurahan masih banyak yang kosong. Saya janjikan bulan ini diisi,” tambahnya.
Soal pergeseran sekretaris, Danny mengaku sebanyak 40 persen usulan kepala dinas diterima. Ada yang digeser karena ada juga sekretaris yang tidak cocok dengan kepala dinasnya.
“Jadi ada yang diputar. Kadang tidak cocok dengan kadisnya. Ini masalah ritme kerja. Jadi saya bilang oke diikuti maumu. Makanya ini disesuaikan. Ini lebih kompetensi,” tambahnya.
Pada pelantikan kemarin, tercatat sebanyak 11 sekretaris bergeser dari jabatannya.
Pada kesempatan itu, Danny juga mewanti-wanti kepada seluruh pegawai Pemkot Malassar, utamanya para pejabat, jangan selalu nongkrong di warkop pada saat jam kerja.

Respons Wakil Rakyat

Anggota DPRD Kota Makassar menilai, rotasi jabatan di lingkup pemkot merupakan bentuk penyegaran kinerja untuk bekerja jauh lebih baik. Ketua DPRD Makassar Rudianto Lallo, mengatakan pelantikan pejabat baru dalam rangka meningkatkan pelayanan kinerja ASN sebagai unsur pembantu penyelenggaraan pemerintahan. Jika mengganti pejabat sebelumnya untuk memperbaiki kinerja, maka dewan mendukung.

“Pelantikan pejabat baru ini saya nilai sebagai bentuk penyegaran yang dilakukan Pak Wali dan Bu Wawali. Mereka tentu sudah punya penilaan terhadap pejabatnya. Apalagi ini baru dilakukan mutasi. Jadi wajar saja,” ujar RL yang dihubungi, Kamis (2/6).

Legislator Partai Nasdem Makassar ini berharap, semoga pejabat eselon III dan IV yang dilantik bisa menunjukkan kinerjanya jauh lebih baik. Bila mereka mampu bekerja dengan baik, penyegaran yang dilakukan pemkot patus diapresiasi.
Harapan senada disampaikan anggota Komisi A DPRD Makassar Alhidayat Samsu. Ia berharap penyegaran pada setiap jabatan di lingkup OPD bisa meningkatkan kinerja serta pelayanan kepada masyarakat.

“Semoga yang dilantik bisa memberikan pelayanan terbaik ke masyarakat. Apalagi sekarang ini persoalan-persoalan di Makassar sangat kompleksitas, sehingga pejabat pemkot harus bekerja ekstra,” tandasnya. (rhm-ita)



×


Pulang dari Bali, Danny Geser Kepsek dan Kepala Puskesmas

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link