pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

17 Warga Terluka, 70 Rumah Rusak

Korban Gempa Berharap Bantuan

MAMUJU, BKM — Gempa magnitudo 5,8 yang melanda Kabupaten Mamuju, Rabu (8/6) menyebabkan sejumlah kerusakan. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulbar Amri Eka Sakti menyebut ada 17 korban luka akibat peristiwa ini.

”Kalau untuk rumah rusak ada 70 unit. Empat kantor milik Pemprov Sulbar juga mengalami kerusakan, yaitu Disdukcapil Mamuju, kantor, dan masjid. Juga aula Korem 142 Tatag serta kantor PLN Mamuju. Kerusakan terjadi di bagian plafon, serta retak di bagian dinding bangunan,” jelas Amri, kemarin.

Sementara di Lingkungan Salunangkan, Kelurahan Rangas, dari 67 hunian warga yang rusak, 22 di antaranya mengalami kerusakan cukup parah. Selain itu, ada tiga fasilitas umum yang ikut rusak. Masing-masing satu unit rumah ibadah, satu Poskesdes, dan satu gedung SD.

”Kami sangat berharap kiranya pemerintah bisa memberikan bantuan bagi para korban yang terdampak gempa,” ujar Yusuf, seorang warga Salunangka dan juga selaku ketua Pemuda Sese.

Camat Simboro Muh Akbar saat mengunjungi Lingkungan Salunangka, mengimbau masyarakat yang ada di wilayah ini agar menghindari dan menjauhi bangunan yang tinggi. ”Saya minta kepada warga agar tidak mendekati bangunan yang tinggi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ucap Akbar.

Pascagempa, ribuan warga memilih mengungsi ke tempat-tempat aman. Tak bisa dipungkiri, bencana gempa berkekuatan magnitudo 6,2 yang terjadi pada tahun 2021 lalu, masih menyisakan rasa takut dan trauma, khususnya bagi masyarakat Mamuju yang menjadi daerah dengan korban jiwa terbanyak pada saat itu.

Mengantisipasi munculnya penyakit bagi warga pengungsi, Polda Sulbar mengerahkan tim Dokkes untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan membagikan vitamin di tenda-tenda pengungsian.
“Mereka sangat rentan tertular penyakit, karena tinggal di dalam tenda pengungsian yang ditempati banyak orang ditambah dengan kurangnya sumber air bersih,” ujar Kabid Dokkes Polda Sulbar Kombes Pol Asmarahadi yang ditemui di sela-sela pemeriksaan kesehatan bagi pengungsi terdampak gempa, kemarin.
Perwira polisi berpangkat tiga melati ini meminta kepada masyarakat agar segera membawa atau melaporkan kepada pihak kesehatan apabila melihat dan mendengar ada pengungsi yang mengalami sakit cukup parah.

“Kalau ada yang merasa kondisi kesehatannya sangat buruk, jangan dibiarkan. Langsung laporkan kepada tim kesehatan atau bawa ke pelayanan darurat gempa yang sudah kami siapkan di Rumah Sakit Bhayangkara Mamuju,” imbuh Asmarahadi. (zul)




×


17 Warga Terluka, 70 Rumah Rusak

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link