pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

OPD Buntu-buntu, Program Strategis Tertinggal

MAKASSAR, BKM — Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto melakukan evaluasi progres pelaksanaan 24 program strategis yang merupakan perwujudan dari visi misinya bersama Wakil Wali Kota Fatmawati Rusdi. Danny pun mengumpulkan seluruh kepala OPD dan pejabat eselon III lingkup Pemkot Makassar, di kediaman pribadinya akhir pekan lalu.

Dari data Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Makassar, diketahui jika program strategis yang telah dicanangkan, progresnya berjalan sangat lamban. Hal itu membuat Danny marah. Dia tak segan-segan menyebut OPD yang tidak memaksimalkan program strategis sebagai OPD buntu-buntu.
Danny mengatakan, pascaresetting pejabat eselon III dan IV, dia sengaja melakukan evaluasi program untuk mengetahui sejauh apa yang sudah dilaksanakan OPD. “Ternyata masih banyak yang harus diselesaikan. Tadi kan kelihatan buntu-buntunya di mana. Progres program strategis banyak yang tertinggal. Kita harus perbaiki. Ada yang bingung dengan tugasnya. Makanya saya turun tangan langsung,” ungkap Danny.

Beberapa yang cukup menjadi sorotan adalah kegiatan-kegiatan fisik yang ada di Dinas Pekerjaan Umum. Danny menilai kegiatan di OPD tersebut berjalan cukup lamban.
Malah, ada yang tidak sesuai instruksi namun dikerjakan. Yakni soal dua titik lokasi Smart Panyingkulu. Danny menginginkan program itu dilaksanakan di pertigaan Jalan Landak-Veteran dan Jalan Rappocini-Veteran. Namun yang masuk dalam perencanaan adalah Jalan Petta Rani-Landak dan Jalan Petta Rani-Rappocini.
Selain itu, Danny juga menegur kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang dinilai hanya mendengar laporan saja. Jarang turun ke lapangan untuk melihat kondisi sebenarnya.
Hal itu disampaikan ketika Danny mempertanyakan program koridor hijau di kawasan Tanjung Bunga yang dinilai masih lambat eksekusi. “Jangan hanya terima laporan foto. Harus ke lapangan. Banyak masalah,” jelas Danny.
Dia juga menegur kepala Dinas Pendidikan (Disdik) untuk lebih fokus dalam melaksanakan program. Ada beberapa kegiatan di Disdik yang masuk dalam program strategis. Di antaranya Revolusi Pendidikan PAUD, Sekolah Terintegrasi, Sombere Smart Sikola, dan Smart Sikola Island.
“Coba lebih fokus lagi melaksanakan program-program itu. Jangan lain dibicarakan, lain dipikirkan, lain juga dikerjakan,” cetus Danny.
Dia menginstruksikan kepada OPD, seluruh program yang tertinggal harus diperbaiki, apalagi saat ini sudah memasuki akhir semester satu tahun 2022. Orang nomor satu Makassar itu juga mengeluhkan persoalan kemacetan, pungli, dan banyak lagi.
Untuk mempercepat proses pelaksanaan program strategis, dia pun memberi kewenangan kepada Sekretaris Kota Makassar Muh Anshar untuk membuat task force dan gugus tugas dari 24 program strategis yang ada. Dia mau setiap minggu ada pelaporan dan penginputan seperti apa perkembangan yang terjadi.

“Jadi setiap OPD harus punya pelaporan yang baik. Bikin grup Whatsapp untuk setiap program. Kalau ada kendala koordinasi di grup. Kita rutin gelar rapat. Kalau saya di luar (daerah) kita rapat lewat zoom,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Makassar Helmy Budiman menerangkan, ada solusi yang menarik ditawarkan wali kota untuk mempercepat berjalannya program strategis. “Pak Wali menginstruksikan agar 24 program strategisnya direalisasikan dalam Lorong Wisata,” ungkap Helmy.

Melalui Lorong Wisata, banyak kegiatan yang bisa berjalan. Mulai Badan Usaha Lorong (Bulo), pengembangan UMKM, penataan drainase dan jalan, dan masih banyak lagi.
Helmy menjelaskan, 24 program strategis yang digagas Danny-Fatma di antaranya Revolusi Pendidikan semua harus sekolan, perkuatan keimanan ummat, 1.000 beasiswa ana’ lorong berprestasi, 10.000 skill training gratis, percepatan tata pemerintahan “sombere dan smart” bersih dari indikasi korupsi, menuju PAD Rp2 triliun, menuju insentif kinerja RT/RW Rp2 juta dan perkuatan fungsi RT/RW dan penasihat wali kota, serta para local influencer.

Gerakan masyarakat perkuatan imunitas kesehatan dan ekonomi, perkuatan fasilitas perlindungan dan pelayanan kesehatan masyarakat, penyediaan dengan kemudahan akses 100.000 peluang kerja dan peluang bisnis baru, penataan total sistem BUMD dan pembentukan Makassar incorporation, pembuatan Perda Omnibus Makassar Kota Dunia, percepatan program Jagai Ana’ta dan program smart milenial serta social mitigation, penataan total destinasi budaya dan sejarah
penguatan city branding dan peningkatan festival, serta MICE bulanan dalam skala nasional dan internasional.
Termasuk restorasi ruang kota yang inklusif menuju kota nyaman kelas dunia yang sombere dan smart city untuk semua. Penataan total sistem persampahan. Pembenahan total sistem penanganan banjir dan penanganan kemacetanpembangunan infrastruktur dan pembangunan kawasan waterfront city berbasis mitigasi dan adaptasi lingkungan.

Juga peningkatan jejaring smart pedestrian dan koridor hijau kota. Peningkatan Lorong Garden dan pembentukan 5.000 Lorong Wisata. Percepatan pembangunan sistem dan infrastruktur Sombere dan Smart City yang inklusif, percepatan Makassar menjadi liveable city dan risilient city, pembangunan gedung sombere dan smart, New Balai Kota, dan New DPRD.
Dihubungi terpisah, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar Abdul Wahab Tahir mengatakan, jika pemkot terus melakukan evaluasi, berarti ada keinginan untuk melakukan percepatan program. “Artinya. Pak Wali punya keinginan untuk mendorong kerja-kerja OPD lebih efektif dan efisien,” katanya.

Besar harapan Wahab, seluruh OPD bisa melaksanakan hasil evaluasi tersebut supaya menghasilkan produk yang lebih baik. Legislator Golkar ini menilai kinerja OPD bervariasi, ada yang baik ada juga yang belum. Termasuk infrastruktur di Dinas PU yang masih lamban.

Namun menurutnya, hal tersebut wajar saja, karena proses resetting atau reformasi eselon III dan IV baru saja dilakukan. “Kita mendorong pemerintahan bekerja dengan baik. Kita juga harus memahami dengan prinsip kegiatan terhadap belanja infrastruktur 2022 harus banyak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutupnya. (rhm)




×


OPD Buntu-buntu, Program Strategis Tertinggal

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link