MAKASSAR, BKM — Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto berencana melakukan lawatan ke dua negara dalam bulan ini. Ada dua negara yang akan dikunjungi. Masing-masing Australia dan Amerika.
Kepergian Danny dalam rangka penguatan kerja sama yang selama ini telah dibina. Momen itu juga akan dimanfaatkan untuk program unggulan yang dirancang untuk Makassar.
Rencananya, Danny akan menyambangi Australia terlebih dahulu. Keberangkatannya dari Makassar rencananya pada Senin malam (4/7). Wali Kota Makassar dua periode ini akan memberikan kuliah umum di Monash University, Meulbourne pada 7 Juli. Dia menjadi pembicara terkait kerja sama revitalisasi dan permukiman informa dan lingkungannya.
Kepada BKM, Danny menjelaskan selama ini Makassar dan Australia punya kerja sama soal Revitalising Informal Settlements and Their Environment (RISE). “Mereka ingin melihat bagaimana kita membangun Makassar. Mereka ingin tahu yang sudah kita lakukan. Karena mereka sudah punya file soal Makassar,” ungkap Danny.
Rencananya, Danny akan memaparkan program-program yang dilaksanakan dalam sebuah kuliah tamu. Secara khusus, dia akan membawa slogan dua kali tambah baik. Seperti apa tantangan dalam membangun Makassar, khususnya di periode kedua kepemimpinannya. Apalagi pada saat covid terjadi.
“Jadi saya akan ceritakan ilmu apa yang saya pakai. Bagaimana hubungannya dengan arsitektur, kemudian ada pergerakan masyarakat, terus bagaimana nilai-nilainya. Itu semua yang akan saya sajikan. Bukan sekadar narasi, karena mereka akan melakukan cek dan ricek,” ungkap Danny.
Usai kunjungan ke Australia selama sepekan, Danny berencana kembali ke Makassar terlebih dahulu sebelum terbang lagi ke negara Paman Sam.
Untuk kunjungannya ke Amerika, Danny secara khusus diundang oleh kelompok science untuk memaparkan soal Lorong Garden (Longgar) yang digagasnya pada periode pertama sebagai wali kota. “Mereka ingin tahu bagaimana mengembangkan ini di seluruh dunia. Apakah Makassar bisa menjadi rule modelnya,” jelas Danny.
Danny mengklaim jika konsep Lorong Garden saat ini mulai diterapkan di luar negeri. Seperti di Singapura. “Sekarang Singapura sudah bikin. Di atap-atap rumah karena tidak ada lorong di sana,” tambahnya.
Danny mengatakan, pemilihan program Lorong Garden ternyata sangat strategis. Ternyata ide kecil tersebut justru menjadi solusi untuk dunia dalam menghijaukan daerah-daerah padat penduduk.
“Artinya, kami di Pemkot Makassar membuat hal kecil namun justru jadi solusi untuk dunia. Jadi sebenarnya local solution for the global issues. Solusi lokal tapi menjawab isu-isu global. Mulai dari low carbon terjawab, empowerment terjawab, gender terjawab, urban farming terjawab. Akses food security terjawab. Itu baru Lorong Garden, apalagi Lorong Wisata. Saya mau bawa itu ke Amerika,” papar Danny.
Dia menargetkan, dari kunjungannya ke dua negara besar itu, bakal ada bantuan ilmu dan keahlian, hingga sarana dan fasilitas. Contohnya dengan Australia, Makassar mendapat banyak supporting. Salah satu contohnya terkai persoalan kenaikan air laut, analisis turunnya tanah, hingga analisis cuaca.
“Itu kita diberikan gratis oleh Australia menggunakan satelit mereka yang namanya satelit Indra. Itu luar biasa datanya. Kalau buat sendiri kira-kira Rp10 miliar tidak cukup. Kemudian khusus untuk program RISE, itu akan mereka biayai. Nanti ini kan dapat enam titik lagi wilayah pendampingan di Makassar,” tandas Danny.
Dihubungi terpisah, Kepala Bagian Kerja Sama Pemkot Makassar Ismawaty Nur mengatakan, Danny ke Australia sebagai tindak lanjut kerjasama RISE. Juga ada kaitannya dengan leavable city.
Selanjutnya pada 9 Juli, puncak acara ini akan berlangsung di Kota Meulborne. Akan ada pertunjukan atau pentas tari di Centuries of Friendship, di Sydney Conservatorium Music.
Pemkot Makassar juga akan menerbangkan tim penari dan seni untuk mementaskan seni budaya khas Makassar. “Kami menjadi tamu khusus. Sekitar 30 orang yang berangkat, termasuk pemusik dan penari, rombongan dipimpin Pak Wali,” jelasnya.
Pejabat yang akan mendampingi Danny ialah ketua Dekranasda Makassar, kepala Bagian Kerja Sama, kepala Bapenda, kepala Dinas Kebudayaan, dan kepala Dinas Koperasi dan UKM.
Usai agenda tersebut, Danny juga akan bertemu dengan Wali Kota Gold Coast pada 11 Juli. Hal ini dalam rangka menindaklanjuti kerja sama Kota Kembar Smart City.
Sebagai kota yang maju, Wali Kota Gold Coast bakal memberikan mentoring ke Pemkot Makassar agar lebih maju dalam hal tata kelola pemerintahan. “Sementara pemkot akan menyampaikan terkait program sombere and smart city,” tuturnya.
Danny akan terbang kembali ke Makassar pada 13 Juli. Selanjutnya, pada 17 Juli, suami Indira Jusuf Ismail tersebut akan melanjutkan perjalanan luar negerinya ke Amerika Serikat.
Ada tiga agenda yang akan dihadiri Danny, bertemu dengan Wali Kota NewYork, persentase Lorong Wisata dan Lorong Garden di Washington DC, serta temu bisnis di Los Angeles (LA).
Dalam temu bisnis tersebut Danny akan memanfaatkan momen untuk promosi program Makassar Festival Eight (F8) dan Forum Investment yang akan digelar bersamaan pada September mendatang.
“Di sana akan hadir investor-investor asing, juga sekaligus dipaparkan program-program besar Pemkot yang bisa diinvestasikan,” paparnya.
Danny akan kembali ke Makassar pada 27 atau 28 Juli nanti. Setelah itu diagendakan kembali ke Singapura. (rhm)

