SOPPENG, BKM — PT PLN (Persero) Unit Pelaksanaan Pelayanan Pelanggan (UP3) Parepare menggelar pelatihan sablon dan batik print, bantuan PLN Peduli untuk pengembangan kain sutera kelompok wanita cantika Sabena di Desa Pesse, Kecamatan Donri-Donri, Selasa (12/7).
Manajer PLN Unit pelaksanaan pelayanan pelanggan (UP3) Parepare, Rizky Ardiana Bayuwerti mengatakan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) merupakan sebuah program tanggung jawab dari PT PLN Persero khususnya Unit Induk Wilayah (UIW) Sulsel.
”Untuk lingkup PLN unit UP3 Parepare dimana untuk Kabupaten Soppeng memberikan pelatihan sablon dan batik print untuk kelompok wanita cantika Sabena,” terang Rizky.
Dia berharap bantuan yang diberikan dapat bermanfaat untuk pengembangan produk yang ada di masyarakat kelompok wanita cantika sabena sehingga terus berkembang. Serta setelah diberikan pelatihan ini, insya allah produk ini akan lebih meningkat lagi Insya Allah bahkan sampai go internasional karena sudah ada investor asing yang masuk industri ini jelasnya
PLN selaku BUMN yang bergerak dibidang kelistrikan juga berkontribusi dalam memajukan kesejahteraan masyarakat khususnya di Kabupaten Soppeng, baik itu melalui TJSL maupun penggunaan energi listrik misalnya mesin-mesin yang digunakan untuk menunjang produktivitas lainnya dan tentunya hal ini akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Bupati Soppeng, HA Kaswadi Razak menyampaikan terima kasih kepada PLN atas kerjasama dan bantuan yang diberikan kepada kelompok Wanita Cantika Sabena yang merupakan suatu wadah para penrajin yang dimotori Hj. Nurlaela dan seluruh timnya.
Apalagi ditengah pandemi, PLN memberikan suatu solusi bantuan uang tunai sebesar Rp 50 juta dan hal yang luar biasa bermanfaat bagi kelompok yang menerima apalagi sesuai arahan Presiden RI, kita disuruh bergerak dalam rangka pemulihan ekonomi apalagi di tengah pandemi saat ini.
“Alhamdulillah, dengan percepatan upaya yang dilakukan Hj. Nurlaela, seluruh kelompoknya mengalami suatu perkembangan yang begitu pesat yang telah memasarkan produknya di Kabupaten Buton Utara Provinsi Sultra. Ini adalah suatu kesyukuran dan kebanggaan, sehingga menggerakkan hati pimpinan PLN untuk memberikan bantuan yang merupakan salah satu solusi yang memang cepat memulihkan roda perekonomian yaitu menggerakkan kelompok ini dengan memberikan bukti nyata disamping memberikan fasilitas sarana juga memberikan peralatan untuk kemudahan produksi ini,” ujar Kaswadi.
Ditambahkan Kaswdi bantuan tersebut perlu dijaga agar dapat berkembang apalagi kami akan mengembalikan kejayaan sutera di Kabupaten Soppeng karena kami memiliki potensi akan hal ini.
”Jadi kami mengimpor bibit langsung dari cina kemudian memberikan secara gratis kepada masyarakat yang berkecimpung di kesuteraan ini serta beberapa hari yang lalu ada investor yang berdomisili di Hongkong memberikan peralatan mesin yang berlokasi di Desa Pesse, Kecamatan Donri-Donri,” ujar Kaswadi.
Sementara owner Cantika Sabena Hj Nurlaela dan penerima program bantuan PLN Peduli dalam testimoninya menjelaskan mengatakan bersyukur karena perjalanan proposal yang hampir dua tahun menjalankannya sudah terjawab.
Setelah melakukan komunikasi dengan berbagai pihak akhirnya listrik masuk ke Desa Pesse untuk membuat unit usaha baru yaitu Cantika Sabena yang sudah sejak tahun 2011 yang hanya unit penjahitan kemudian membuat usaha baru border, dan setelah Bupati Soppeng berencana mengembalikan kejayaan sutera berupaya mengambil bagian dengan membuat usaha unit tenung dan batik ini.
“Alhamdulillah berkembangnya cantika Sabena tentu atas dukungan semua pihak, dalam hal ini kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya terutama kepada Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM Kabupaten Soppeng, Kades Pesse yang selalu mendukung warga,” tandas Nurlaela. (ono/C)

