pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Vaksinasi Cacar Monyet Prioritas Kelahiran 1980-an

MAKASSAR, BKM — Pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tengah menyiapkan 10 ribu dosis vaksin cacar monyet atau monkeypox untuk Indonesia. Langkah tersebut menyusul terdeteksinya satu kasus cacar monyet di tanah air.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sulsel dr Erwan Tri Sulistyo, mengatakan pemberian vaksin cacar monyet akan dilakukan secara terbatas. Vaksin jenis ini terlebih dahulu akan dilakukan diberika kepada kelompok rentan dan berisiko.

“Strategi pemberian vaksin itu biasanya kalau masih terbatas, itu diberikan ke kelompok-kelompok yang berisiko. Kelompok berisiko itu ketika dia ada penderita kemudian yang lainnya belum sakit. Nanti kalau sudah banyak baru diberikan ke masyarakat umum,” kata Erwan, Senin (29/8).

Sejauh ini belum ada informasi mengenai berapa jumlah vaksin yang akan dialokasikan untuk Sulsel. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan ada pemberian vaksin masyarakat umum jika perkembangan penyakit cacar monyet meluas.

Di Indonesia, kasus yang terkonfirmasi positif cacar monyet memang baru satu. Namun menurut catatan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), ada 23 kasus suspek.

“Bisa saja kemungkinan, tergantung dari perkembangan penyakitnya ini. Kalau meluas lagi pasti langkah pemerintah kemungkiman besar akan melakukan vaksinasi,” terangnya.

Vaksinasi cacar monyet rencananya diprioritaskan bagi masyarakat kelahiran tahun 1980-an yang telah menerima vaksin cacar atau smallpox. Hal itu karena mereka dianggap memiliki kekebalan tubuh yang lebih baik.

Erwan mengatakan, vaksin untuk cacar monyet berbeda dengan program pemberian imunisasi yang dilakukan oleh pemerintah, yakni vaksinasi seperti campak dan rubella. Vaksinasi cacar monyet bertujuan mencegah penyebaran lebih lanjut.

Pada 1940-an, wabah cacar pernah terjadi namun bisa dikendalikan karena vaksinasi. Namun varian lain dari penyakit cacar selalu ada. Karena itu, vaksinasi cacar masih ada hingga saat ini.

“Direduksi, diseminasi, dihilangkan. Sudah tidak ada lagi cacar-cacar yang bopeng-bopeng itu. Tapi cacar-cacar yang varian lain itu selalu ada,” katanya.

Sebagai langkah antisipasi awal penyebaran cacar monyet di Sulsel, Erwan mengimbau kepada Dinas Kesehatan di kabupaten/kota untuk memastikan sistem kewaspadaan dini dan risiko (SKDR) dilaksanakan dengan baik. Terlebih lagi jika menemukan dugaan monkeypox, maka hendaknya Dinas Kesehatan melaporkan dalam 1 x 24 jam.

“Puskesmas juga untuk mengimbau kepada masyarakatnya untuk segera melapor, segera memblok kasusnya agar tidak ke mana-mana. Juga memaksimalkan peran surveilans rumah sakit, untuk melapor bila ada kasus di RS,” imbuhnya. (jun)



×


Vaksinasi Cacar Monyet Prioritas Kelahiran 1980-an

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link