pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Stabilkan Harga, Disdag Sulsel Hubungi Daerah Penghasil Telur

MAKASSAR, BKM — Dalam seminggu terakhir terjadi kenaikan harga telur. Menurut Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Sulawesi Selatan Ashari Faksirie Radjamilo, ada ada beberapa faktor penyebab meningkatnya harga kebutuhan tersebut. Di antaranya harga jagung dan pakan ternak yang naik.
Daya konsumsi yang meningkat di masyarakat, kata Ashari, juga menjadi salah satu faktor kenaikan.

“Jagung memang mengalami kenaikan harga, pakan juga. Ditambah memang konsumsi kita ini yang sedikit agak meningkat, dibandingkan masa covid-19 kemarin. Konsumsi telur meningkat sehingga itu menyebabkan kenaikan harga,” kata Ashari, Selasa (30/8).

Selain itu, Ashari membeberkan bahwa Sulsel juga menjadi penyuplai komoditi telur untuk beberapa daerah seperti di Kalimantan, Maluku dan Papua.

“Telur ini bukan hanya dipasarkan di Sulsel, tapi juga kami mengirim kepada saudara-saudara kita yang ada di kawasan Timur Indonesia,” ujarnya.

Diakui Ashari juga, kenaikan harga tersebut disebabkan oleh kurangnya ketersediaan telur dari produsen. Hal ini dipicu akibat naiknya harga pakan ternak.

“Kemarin ini, lebih banyak pesanan daripada stok barang. Dipantau di Sidrap langsung karena peternakan kemarin merugi,” terangnya.

Karena itu, Ashari mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan yang berada di daerah-daerah produksi telur, seperti di Kabupaten Maros, Jeneponto, Sidrap, Bulukumba, dan Takalar sebagai langkah untuk menjaga kestabilitas harga komoditi.

“Langkah-langkah yang kami lakukan adalah menghubungi daerah-daerah produksi dan mengingatkan teman-teman di sana untuk mengingatkan para peternak. Pak Gubenur juga mengingatkan agar kenaikan harga telur ini terkendali,” katanya.

Sementara itu, Rahminiati seorang pedagang di sekitar Pasar Panakkukang, mengungkapkan harga telur yang dijualnya berkisar Rp54.000 hingga Rp60.000 per rak. Harga tersebut ditentukan berdasarkan ukuran telurnya.

Dia menyebut kenaikan harga telur telah terjadi selama dua minggu. Sebelum adanya kenaikan, Rahminiati menjual telur dengan harga berkisar Rp45.000 hingga Rp47.000 per rak. Meski begitu, kenaikan harga tidak membuat daya beli telur menurun.

“Tetap seperti biasanya, karena masyarakat mengerti bahwa ada kenaikan telur,” ujarnya. (jun)




×


Stabilkan Harga, Disdag Sulsel Hubungi Daerah Penghasil Telur

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link