pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Terinspirasi Kisah Nyata Lelaki yang Kelebihan Jodoh

Digarap Andi Arsyil dan Pemain Asal Makassar, Film Molulo 2 Tayang Perdana Hari Ini

SEBUAH film bergenre komedi romantik tayang perdana hari ini, Kamis (1/9). Judulnya, Jodohku yang Mana?; Molulo 2.

ANDI Arsyil Rahman menjadi pelakon utama pria sebagai Tiar, sekaligus sebagai produser dan penulis cerita. Pemain film dan sinetron itu beradu akting dengan sejumlah pelakon asal Makassar. Sebut saja Arlita Renggiana sebagai Ros, Luthfi Sato sebagai Haji Matto, dan Zakaribo sebagai Zaka. Mereka menjadi tamu siniar untuk kanal Youtube Berita Kota Makassar, Selasa (30/8).

Menurut Andi Arsyil, Molulo 2 hadir setelah film Molulo 1 mendapat sambutan baik dari penonton di Tanah Air. ”Ketika itu muncul ide untuk buat Molulo 2 ini. Masih kisah nyata. Bagi yang belum sempat nonton film yang pertama, tidak apa-apa. Karena masih ada lanjutannya,” terang Andi Arsyil.
Menurut Andi Arsyil, jika melihat judulnya Jodohku yang Mana?, banyak yang salah kaprah. Mereka mengira di film ini pemerannya mencari jodoh. ”Padahal, yang ada malah kelebihan jodoh. Aneh kan. Ini terispirasi dari kisah nyata,” ungkap Andi Arsyil lagi.
Proses pengambilan gambar untuk Molulo 2 ini berbeda dengan film sebelumnya. Molulo 1 shooting di tiga kota, yakni Palu, Makassar, dan Kendari. Sementara Molulo 2 di empat kota, masing-masing Jakarta, Bandung, Makassar, dan Kendari.
Melihat mereka yang terlibat dalam film ini merupakan pemain asal Makassar, Andi Arsyil punya alasan. Ia ingin mendekatkan cerita dalam film ini denghan para pemainnya.

”Berakting itu sesuatu yang nyata, sehingga dicari sosok yang dekat. Sehingga mereka ini karakter yang dekat. Dengan begitu, mereka sebenarnya bukan lagi berakting, tapi melakukan sesuatu yang nyata. Melihat Arlita sebagai Ros membuat Tiar benar-benar cinta. Begitu juga ketika melihat Haji Matto sebagai mertua, dan juga sahabat saya. Paling dekat dengan Zaka. Semuanya membuat cerita ini ril. Jadi chemistry terbangun dari cerita dengan karakter yang kuat,” terang Andi Arsyil.

Diakui Andi Arsyil, banyak orang yang bilang kepadanya, kenapa berani mengambil pemeran dari mereka yang kurang pengalaman. Lagi-lagi ia punya jawabannya.
”Saya melihat karakter Ros ada pada Arlita. Sosoknya yang kalem dan pendiam. Haji Matto yang karakternya kadang naik kadang turun. Biasa tiba-tiba bijak. Zaka dengan keluguannya. Mereka juga sudah dekat sekali. Menghubungan mereka dengan satu kesatuan, membuat Molulo 1 meledak. Jadi dilanjutkan ke yang kedua ini. Sekarang minta lanjut ketiga,” jelas Andi Arsyil.
Film Molulo 1 dan 2 mengangkat tentang budaya. Banyak yang bilang bahwa ini film lokal, padahal bukan. ”Ini film nasional. Indonesia punya banyak budaya yang bisa dibuat menjadi sebuah film,” tambahnya.

Zaka yang ditanya tentang molulo, mengaku hanya sekadar tahu dan tidak paham lebih jauh. Bahkan Andi Arsyil sendiri baru tahu molulo setelah film main. Demikian pula Haji Matto. Ia mengira molulo berbentuk makhluk. Padahal molulo adalah tarian khas masyarakat Kendari, Sulawesi Tenggara.
”Di Kendari juga kan banyak suku Bugis-Makassar. Jadi kita gabungkan dan mengangkatnya ke level nasional. Dengan begitu, banyak orang yang tahu tentang molulo setelah film ini dibuat,” imbuhnya.

Jika menyaksikan orang menari molulo, di pikiran kita menganggapnya simpel sekali. Cukup memainkan tangan dan kaki. Tapi Andi Arsyil, Arlita, Haji Matto, dan Zaka menyebutnya susah. Bahkan sempat jatuh akibat kaki saling tumpang tindih.
”Kalau tidak seirama dan seritme tidak akan ketemu. Ini ada filosifinya. Kalau dengan kita serima dan sertime akan tercipta kesatuan,” kata Andi Arsyil.
Lutfi Sato alias Haji Matto menjelaskan, kalau seorang cowok ingin mendapatkan jodoh, biasanya ikut molulo. Di situ ia sengaja mencari cewek yang diincarnya, lalu kemudian masuk di sela-sela orang yang tengah menari. Selanjutnya menggengam tangannya.

Andi Arsyil sempat memeragakan menggengam tangan Ros. Disusul kemudian dengan Haji Matto dan Zaka. Posisi tangan yang berpengangan berbeda antara kanan dan kiri.
Bagi Arlita, bermain film bersama Andi Arsyil menjadi pengalaman tersendiri buatnya. ”Sangat seru. Apalagi bermain dengan Andi Arsyil yang sudah berpengalaman. Tapi tetap santai. Seperti senior dan yunior. Asyik juga, karena bisa diajari,” ujarnya.
Demikian pula dengan Zaka. ”Menyenangkan sekali. Karena ini untuk pertama kalinya bisa shooting di luar Makassar. Lebih senang lagi karena didirect langsung oleh Andi Arsyil. Begitu cut, minta masukan apa kekurangannya. Karena ikut main di Molulo 1, jadi tidak terbebani. Ada banyak pengalaman yang bisa didapat,” terangnya.

Sosok yang dikenal sebagai seorang komika ini, mengungkap alasannya bermain di film ini. Selain pernah terlibat di Molulo 1, perannya juga tidak jauh dari latar belakangnya yang suka bermain komedi.
Andi Arsyil dan pemeran film ini berharap, Molulo 2 mendapat apresiasi yang baik dan positif dari penonton. Mereka yang keluar dari biosko usai menonton mendapatkan kesan tersendiri dari rasa bahagia, sehingga mereka akan mengatakan tidak rugi menonton film ini. (*/rus)




×


Terinspirasi Kisah Nyata Lelaki yang Kelebihan Jodoh

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link