SEBUAH perhelatan akbar akan digelar Sanggar Dipanegara atau Sangdipa. Namanya Art Fest. Ada 21-an item akan dipertunjukkan dalam ajang yang dilaksanakan 29 September hingga 1 Oktober mendatang. Dan yang terpenting, untuk menyaksikannya pengunjung tak perlu bayar apa-apa alias gratis.
KETUA Umum Sangdipa Muh Ichwanul Muslimin menyampaikan hal itu ketika menjadi tamu siniar untuk kanal Youtube Berita Kota Makassar. Ia didampingi Dewan Pertimbangan Organisasi sekaligus Koordinator Steering Art Fest Muh Ali Rahmat, dan anggota muda Sangdipa Roslan.
Di bagian awal penjelasannya, Iwan –sapaan akrab Muh Ichwanul Muslimin– menjelaskan tentang Sangdipa. ”Sangdipa merupakan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Universitas Dipanegara yang berorientasi pada kesenian dan budaya. Menjadi wadah untuk kreativitas minat dan bakat mahasiswa Universitas Dipanegara,” terangnya.
Iwan yang punya basic sastra, menyebut Sangdipa punya enam orientasi kesenian. Masing-masing seni musik, rupa dan desain, sinematografi, sastra, tari dan teater.
Sangdipa sendiri berdiri pada 17 Juli 1999. Sejak saat itu hingga sekarang anggotanya tidak pernah mengikuti ajang festival atau lomba. Iwan mengungkap alasannya.
”Senior kami hingga pengurus yang ada sekarang berprinsip bahwa kesenian itu bukan hal untuk diperlombakan. Tapi menjadi sarana ekspresi diri dalam bentuk musik, tari atau bidang lain,” tuturnya.
Kepada anggotanya, Sangdipa memberikan waktu yang fleksibel. Lembaga hanya menyediakan wadah dan fasilitas agar mahasiswa bisa menyalurkan bakat dan minatnya di wilayah kesenian. Untuk waktu latih, mereka tidak dibatasi. Selama ada waktu luang di luar perkuliahan, mereka bisa mengikuti latihan.
Untuk ajang Art Fest, Alim
Art Fest, Ali Rahmat selaku koordinator menjelaskan, kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang rutin dilaksanakan. Namun dibuat dengan nama, konsep serta tema yang berbeda. ”Setiap tahun ada event besar yang kita laksanakan,” ujarnya.
Tahun ini, Art Fest mengusung tema hulu hilir. Ide gagasannya, hulu berarti zaman dahulu. Sementara hilir zaman sekarang. Sehingga ada dua waktu yang dipadukan dalam satu wadah berkesenian.
Untuk kegiatannya, akan ada maggiri dari bissu yang dihadirkan langsung dari Pangkep. Ada pula Serang Dakko, mastero gendang dunia.
Pertunjukan Serang Dakko nantinya didukung 46 orang pemain. Ia berkolaborasi dengan Sangdipa. Masing-masing 20 orang dari Sangdipa, dan selebihnya personel Serang Dakko.
Selain itu, ada pula Jamal selaku pegiat budaya, penampilan teater dari Sangdipa, serta full band di hari kedua. Sejumlah pekerja seni kampus juga dilibatkan. ”Kolaborasi kreativitas ini melibatkan delapan kampus,,” sebut Ali Rahmat.
Dalam ajang ini pula akan dilakukan peluncuran buku yang ketiga kalinya oleh Sangdipa. Judulnya Arah Pulang. Buku pertama dan kedua masing-masing berjudul Hitam Putih dan Kepala Penyair. (*/rus)

