pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Sedih Tinggalkan Pramugari

UNTUK mendapat restu dari orang tua, seorang anak bersedia melakukan apa saja. Tak terkecuali harus meninggalkan pekerjaan, meskipun profesi yang dilakoninya itu merupakan cita-cita sejak kecil.
Inipun menjadi bagian dari perjalanan hidup Eldina Nofrita. Ia rela resign dari pekerjaannya sebagai pramugari demi orangtuanya.
Cewek yang akrab disapa Dina ini sempat bekerja selama dua tahun sebagai pramugari di salah satu maskapai penerbangan Tanah Air. Profesi itu memang sudah menjadi cita-cita wanita berhijab kelahiran Makassar, 1 November 1992 sejak masih kecil. Sebelum bergabung menjadi petugas yang melayani penumpang di pesawat terbang, Dina pernah menjadi seorang Sales Promotion Girl (SPG) di Makassar. Di tengah perjalanan, terbuka penerimaan untuk menjadi pramugari. ”Saya kemudian mendaftar dan akhirnya diterima waktu itu,” ujarnya saat ditemui di sela-sela kesibukannya, Selasa (26/4).
Namun, ia tidak lama berkecimpung di dunia penerbangan itu. Sebab orangtuanya, Yudhi dan Elizabeth tidak mendukung sepenuhnya. Alasannya, seorang pramugari tidak punya waktu untuk berkumpul di rumah bersama keluarga.
”Kan kita tahu jadwalnya pramugari seperti apa. Orang tua kemudian meminta saya berhenti. Daripada orang tua tidak mengizinkan. Ya, sekarang pilih pekerjaan lain saja,” tuturnya.
Bungsu dari dua bersaudara ini cukup sedih ketika ‘terpaksa’ meninggalkan karir pramugari yang sudah lama diidam-idamkannya. Namun semua harus dijalani.
Sekarang Dita bekerja sebagai customer service Astragraphia di Makassar. ”Sudah hampir tiga tahun. Tepatnya dua tahun tujuh bulan saya bekerja di sini,” terangnya.
Meski sudah bekerja dan tergolong mandiri, sampai saat ini Dina belum memiliki pasangan. Padahal orang tua menyerahkan sepenuhnya dalam memilih calon pendamping.
”Saya ingin lebih mapan lagi dalam banyak hal. Untuk saat ini masih berpikir cari pengalaman dan karir. Orang tua juga tidak pernah menuntut (untuk segera menikah),” tandasnya.
Di sela bincang-bincang, tiba-tiba raut wajah Dita berubah. Ia mengenang sosok ibundanya yang kini telah tiada.
Apalagi, Dina belum dapat mengabulkan permintaan terakhir ibunya, yang ingin melihat anak bungsunya ini melangsungkan pernikahan. Kepergian ibu yang dicintainya itu menjadi pukulan bagi Dita. Namun dia akhirnya ikhlas, karena sadar bahwa hidup harus tetap dijalaninya.
Ada satu pesan yang paling diingat Dina dari sang bunda. Seorang perempuan harus bisa menjaga dan membawa diri dimanapun berada.
Hobi menyanyi dan dance, ternyata Dina juga suka makanan yang berbau pedis. Terutama bakso.
Selain itu, ia juga punya kegemaran memelihara hewan, khususnya kucing. Di rumahnya dia punya kucing yang diberi nama Puzzy.
Dulunya, Dina punya banyak kucing peliharaan. Namun banyak yang mati. Hal ini membuatnya trauma.
”Saya ini kan orangnya perasa sama binatang. Jadi trauma waktu banyak kucing peliharaan saya yang mati. Lebih sedih daripada putus cinta,” kata Dina sambil tersenyum. (ita/rus)



×


Sedih Tinggalkan Pramugari

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar