pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

PO Sudah Naikkan Tarif, Dishub Masih Kaji Penyesuaian

MAKASSAR, BKM — Sejak 3 September 2022 pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Walau sudah hampir sebulan, Dinas Perhubungan (Dishub) Sulawesi Selatan mengaku masih mengkaji penyesuaian tarif bus Angkutan Umum Antarkota Dalam Provinsi (AKDP). Sejauh ini, belum ada ketetapan tarif yang disesuaikan secara resmi dari Dishub.

Kepala Dinas Perhubungan Sulsel Muhammad Arafah, mengatakan penyesuaian tarif tersebut masih dalam pembahasan. Karena itu, dia menyatakan belum menetapkan keputusan berapa tarif resmi bus AKDP.

“Kalau tarif angkutan masih pembahasan. Butuh waktu nanti dengan teman-teman untuk memfinalisasi. Karena kan kita juga memperhatikan daya beli masyarakat,” ujar Arafah, Senin (26/9).

Arafah berjanji, pembahasan final terkait penyesuaian tarif bus AKDP segera dilaksanakan sehingga masyarakat mendapatkan kepastian. Ia menyebut kenaikannya tidak sebesar rerata yang diminta pemerintah pusat.

“Pusat 40 persen rata-rata. Kalau kita di AKDP kemungkinan antara 20-30 persen dari sebelumnya. Tapi itu masih dibahas. Sementara dibuatkan kajian sedikit,” kata dia.

Meskipun pemprov belum menetapkan penyesuaian tarif AKDP, namun sejumlah PO (Perusahaan Otobus) telah menaikkan tarif. Arafah mengakui kalau kenaikan tarif AKDP setelah penyesuaian harga BBM tak bisa dielakkan.

“Pasti. Dinamika kenaikan BBM itu pasti selalu mendahului. Tapi kan itu masih dievaluasi dulu. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ada keputusan,” ujarnya.

Sebelumnya, sejumlah PO bus telah lebih dulu menaikkan tarif tiket dari harga sebelumnya. Public Relation PO Liman Herman Nurmanti, mengatakan pihaknya harus menaikkan tarif tiket lantaran biaya pembelian BBM juga bertambah.

“Sudah naik karena BBM juga naik. Pasti baru jauh selisihnya, ada Rp1 juta lebih selisihnya. Yang tadinya Rp2 juta selama ini biaya BBM busnya, sekarang jadi Rp3 jutaan,” ujar Herman.

Sementara itu Roy, Direktur Utama Borlindo, mengatakan jika tarif tidak dinaikkan dan ditambah dengan minimnya penumpang, maka itu tidak cukup untuk pembelian solar. Pembelian solar untuk sekali perjalanan, kata dia, bisa mencapai Rp5,5 juta pergi pulang.

“Kenaikan tiket 15-20 persen. Misalnya, harga tiket sebelumnya Rp350 ribu jadi Rp400 ribu atau ada juga dari harga Rp170 ribu naik jadi Rp200 ribu,” kata Roy. (jun)



×


PO Sudah Naikkan Tarif, Dishub Masih Kaji Penyesuaian

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link