pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Sarjana dari Jualan Sate, Orang tak Dikenal Beri Umrah Gratis

Kisah Haru dan Menginspirasi Fira Makmur , Alumni FIKP Unhas

KISAH ini membuktikan kalau rezeki itu memang hanya Tuhan yang mengetahuinya. Sesuatu yang mustahil oleh nalar, ternyata bisa terjadi di dunia nyata. Fira Makmur melakoninya.

FIRA, begitu ia akrab disapa. Bungsu dari lima bersaudara ini baru saja menyelesaikan kuliahnya di Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Hasanuddin. Ia tercatat masuk di Kampus Merah pada tahun 2018.
Menjadi tamu siniar untuk kanal Youtube Berita Kora Makassar, cewek berhijab ini bertutur tentang perjuangannya yang penuh haru dan menginspirasi. Pekerjaannya berjualan sate hingga bisa menunaikan ibadah umrah secara gratis yang diberikan oleh orang tak dikenalnya hingg saat ini.
Jika Anda melintas di Jalan Somba Opu, Kota Makassar pada malam hari, di depan Toko Ujung terlihat ada kendaraan roda tiga yang parkir di lokasi itu. Ada tulisan Sate Ujung. Itulah tempat berjualan sate milik Fira.
Sudah sejak lama Fira berjualan di tempat ini. Tepatnya di tahun 2000. Ketika itu ia masih bersama dengan ayahnya. Yang digunakannya berjualan berupa gerobak.
Ketika Fira duduk di bangku kelas II SMA, sang ayah berpulang. Dengan niat untuk membantu ibunya yang masih ada, dia pun harus tetap berjualan sate tanpa lelaki yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga.

Selama ini Fira dan ayahnya semasa hidup, harus mendorong gerobak ke lokasi berjualannya yang membutuhkan waktu tempuh kurang lebih 15 menit. Dengan sejumlah peralatan yang ada di atasnya, tentulah gerobak tersebut cukup berat.
Karena itu, sepeninggal ayahnya, Fira mengganti gerobaknya dengan motor tiga roda dengan alasan untuk memudahkan membawa peralatan beserta jualannya. Namun, ia terlebih dahulu harus belajar mengemudikan motor tiga roda itu. Fira kemudian memberanikan untuk belajar mengemudikan kendaraan tersebut. Ia diajar oleh tetangganya. Tak butuh waktu lama, kurang lebih seminggu dia sudah bisa mengendarai motor tiga roda tersebut.
Selain rajin membantu orang tua, Fira tergolong anak yang pintar. Walau ayahnya sudah meninggal, ia tetap melanjutkan kuliah. Meski mengaku sekadar coba-coba karena yang diutamakan adalah berprestasi dan pintar, namun pada akhirnya Fira lulus melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Untuk biayanya, ia menyisihkan uang dari berjualan sate.

”Kuliah biaya sendiri. Bersyukur sekali, karena saya sangat terbentuk dengan UKT (Uang Kuliah Tunggal) yang paling rendah, Rp500 ribu per semester,” tuturnya.
Pandemi Covid-19 memiliki arti tersendiri bagi Fira. Sebab ia bisa mengikuti perkuliahan secara daring. Sementara kalau luring atau tatap muka, kuliah yang padat mengharuskan dirinya pergi ke kampus pada pagi hingga sore. Sementara pada malam hari dirinya mesti berjualan sate.
”Dengan kuliah online, saya tidak perlu berangkat ke kampus pagi-pagi. Bisa beraktivitas dengan tenang di rumah. Biasanya kalau kuliah offline, setelah salat Subuh saya mandi baru ke pasar untuk belanja. Setelah itu, jam 7 sudah berangkat ke kampus,” ujarnya.
Sepulang dari kampus, pada sore menjelang Magrib, Fira lalu berjualan hingga tengah malam pukul 12.00 Wita. Bahkan bisa sampai dini hari pukul 01.00 Wita.
Karena niat baik dan ketabahannya, Tuhan kemudian menunjukkan jalan terbaik baik Fira. Rezeki yang tak terduga tetiba datang kepadanya. Ia menerima penyampaian melalui pesan singkat dari sebuah biro travel di Makassar.
”Isi chatnya menyampaikan bahwa ada orang yang akan memberangkatkan saya umrah tanggal sekian. Tentu saya tidak percaya begitu saja. Jangan-jangan ini penipuan. Tapi orang itu terus meyakinkan saya dengan mengatakan, kalau tidak percaya silakan langsung datang ke kantor. Sekalian ambil koper dan selengkapannya,” ungkap Fira.
Ketika mendapat informasi itu Fira sedang berada di kampus. Ia menyampaikan ke teman-teman kuliahnya, dan diminta untuk mengecek secara digital. Akhirnya diyakini kalau itu bukan bentuk penipuan.
”Waktu itu bertepata dengan hari Jumat. Saya kemudian berpikir mungkin ini rezeki yang Tuhan berikan di hari Jumat,” imbuhnya.
Selanjutnya, pada Senin Fira datang ke biro travel tersebut. Benar saja, informasi tentang umrah gratis yang diperolehnya bukanlah hoaks. Dengan rasa penasaran, ia bertanya ke pegawai travel tentang siapa orang baik yang bersedia memberangkatkannya umrah. Sekaligus menanyakan apakah ada biaya tambahan yang akan diminta darinya.
”Saya khawatir jangan sampai ada yang harus saya bayar sendiri. Orang travelnya bilang tidak ada yang dibayar sama sekali. Semuanya sudah diselesaikan,” terangnya.
Fira yang ingin sekali agar ibunya saja berangkat umrah, mencoba menanyakan apakah hal itu bisa. Namun, pihak travel menyampaikan bahwa orang baik tersebut sudah niat memberangkatkan Fira, bukan orang lain.

”Mereka tanya saya, adik penjual sate? Saya bilang, iya. Dari mana dapat nomorku? Katanya, yang berangkatkan umrah pernah memperhatikan ketika dia singgah mau beli sate tapi saya pergi salat dan meninggalkan tempat jualan. Saya bilang, salat itu kan sudah kewajiban,” ujarnya.
Apakah sebelumnya pernah bertemu dengan orang baik itu? Fira mengaku tidak bisa memastikannya. Namun, dua atau tiga bulan sebelumnya, pernah ada orang yang singgah di tempat julannya. Ia menunggu Fira karena pergi salat magrib.
”Waktu pulang dari salat, saya ditanya dari mana. Saya jawab dari salat. Memang, kalau waktu salat saya lebih baik tinggalkan jualan dari pada lama menunggu. Saya percaya saja tempat jualan semuanya aman,” jelasnya.

Orang itu lalu memintanya untuk dibakarkan sate sesuai pesanannya. Tak lama ia mendekati Fira dan bertanya, apakah betul-betul mau umrah? ”Saya kira bertanya biasa. Saya jawab, mau. Tapi kalau bisa memilih, kuutamakan orang tua atau keluarga terdekatku. Dia lalu minta nomor WA. Saya tanya untuk apa. Sempat bilang ke saya, dek… kalau suatu saat ada yang chatki berarti itu rezekita. Tidak kutanggapi bagaimana. Setelah itu dia bayar dan pergi. Kupikir mau borong sate,” ungkapnya.
Setelah itu tidak pernah ada lagi komunikasi. Hingga akhirnya pegawai travel menghubunginya untuk berangkat umrah gratis.
Kurang lebih 20 hari mengurus segala keperluan pemberangkatan, akhirnya Fira pun terbang ke Tanah Suci. Ia mengaku segala urusannya dimudahkan. Mulai dari pengurusan paspor, suntik meningitis, dan yang lainnya. Ini juga pertama kalinya Fira naik pesawat.

Adakah amalan khusus yang dilakukan Fira selama ini? Ia menyebut, biasa seusai menunaikan ibadah salat subuh dan magrib, dirinya membaca ayat tertentu sebelum berdoa. Ayat tersebut jika dibaca, diyakini Tuhan akan mengijabah segala hajat di dunia dan akhirat. Setelah itu membaca salawat sebanyak 100 kali.
Fira berharap suatu saat nanti hidupnya bisa berubah ke yang lebih baik lagi. Setelah selesai kuliah dan kini berstatus sarjana, dirinya belajar untuk mencari pekerjaan dan berharap mendapatkannya di kemudian hari. Ia juga selalu berdoa dan dari lubuk hati yang paling dalam, kelak dirinya bisa memberangkatkan ibunya untuk menunaikan ibadah umrah. (*/rus)




×


Sarjana dari Jualan Sate, Orang tak Dikenal Beri Umrah Gratis

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link