MAKASSAR, BKM — Pasukan Penindakan Anti Kotor (Pakandatto) mulai bertugas pascadikukuhkan Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan pekan lalu. Sebanyak 153 Pakandatto ini, masing-masing satu orang setiap kelurahan, bertugas dan bertanggung jawab langsung kepada wali kota.
Mereka diambil dari Laskar Pelangi 24 jam di setiap kelurahan berdasarkan rekomendasi lurah masing-masing. Menurut Danny, Pakandatto ini dibentuk karena banyak persoalan kebersihan yang tidak teratasi hingga di tingkat kelurahan dan RT/RW. Belum lagi pengawasan terhadap kebersihan yang sangat lemah.
Walaupun selama ini Pemkot Makassar kembali mengaktifkan program LiSA (Lihat Sampah Ambil), namun hal itu dinilai belum efektif dalam menjaga dan memelihara kebersihan di setiap sudut kota.
“Banyak persoalan yang dihadapi. Yang jelas, saya menganggap pengawasan persampahan itu lemah. Makanya saya ambil alih, saya susun (bentuk) ini Pakandatto,” ungkap Danny saat ditemui di Hotel Claro Makassar, Rabu (26/10).
Orang nomor satu Makassar itu mengatakan, Pakandatto ini tugasnya melakukan pengawasan kebersihan dan langsung melaporkan kondisi dalam suatu wilayah ke wali kota. Pakandatto ini juga menjadi indikator keberhasilan dan kerja-kerja lurah maupun camat di wilayah masing masing. Semakin banyak laporan Pakandatto yang masuk terkait kerja-kerja lurah dan camat, maka itu akan menjadi acuan untuk memberhentikan mereka dari jabatannya.
“Jadi misalnya Pakandatto temukan banyak sampah di suatu wilayah. Kalau sudah dilaporkan namun tidak ada tanggapan, tidak ditindaklanjuti, saya akan berhentikan itu lurah dan camat,” tegas Danny.
Jika sebelumnya Pakandatto ini hanya diminta mengawasi sampah dan kebersihan, Danny menambah cakupan tugas dan tanggung jawabnya. Termasuk melaporkan langsung terkait keberadaan kali lima yang bandel dan masalah-masalah sosial dalam satu wilayah.
Masalah sosial yang dimaksud seperti penataan label listrik yang semrawut, termasuk kabel optik dan internet, peminum ballo yang membuat gaduh di suatu wilayah, dan persoalan resistensi sosial lainnya.
Kerja Pakandatto ini nantinya berbasis aplikasi yang juga bernama Pakandatto. Mereka dibekali smartphone yang sudah ada aplikasi Pakandatto. Diberi baju seragam sendiri.
Kinerja mereka diukur dari keaktifannya melakukan pengawasan di lapangan. Hal itu juga akan menjadi indikator kinerja mereka untuk pemberian insentif.
“Makin banyak postingan di aplikasi, termasuk seberapa intens pengawasan yang dilakukan, maka makin banyak insentif yang akan mereka terima. Itu bisa terukur langsung secara digital,” jelas Danny.
Rencananya, akan ada insentif khusus yang diberikan pada Pakandatto. Namun itu baru diusulkan melalui APBD Pokok 2023 mendatang. Untuk saat ini, mereka diberikan honor sesuai kapasitas sebagai Laskar Pelangi.
“Jadi saya akan anggarkan sendiri (insentifnya). Saya perintahkan 2023 untuk dianggarkan,” tambah Danny
Dimintai keterangannya secara terpisah, Camat Rappocini Syahruddin mengatakan pascadikukuhkan oleh Wali Kota Makassar, para Pakandatto ini mulai bertugas. Mereka merupakan Laskar Pelangi yang memang selama ini bertugas mengawasi kebersihan di wilayah masing-masing.
Dia mengaku mendukung gebrakan yang dilakukan wali kota untuk memaksimalkan penataan kota, khususnya dalam bidang kebersihan. “Dengan adanya Pakandatto ini, kita bisa langsung bergerak cepat mengeksekusi laporan kalau ada yang masuk,” jelasnya.
Sejauh ini, kata Syahruddin, terkait honor mereka, mengacu pada aturan terkait pemberian gaji untuk Laskar Pelangi. Jika kemudian nantinya akan disiapkan anggaran khusus buat mereka di APBD Pokok 2023, itu menjadi kewenangan wali kota.
“Kalau sejauh ini, honor mereka masih dibayarkan sesuai statusnya sebagai Laskar Pelangi. Mereka kan rata-rata diambil dari Laskar Pelangi 24 jam,” tandas Syahruddin. (rhm)

