pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Mentan di Depan Petani dan Penyuluh Luwu

Janji Gelontorkan Bantuan Lebih Banyak Lagi

MENTERI Pertanian (Mentan), Ir Amran Sulaeman melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Luwu, Selasa (3/5). Ia disambut kalangan penyuluh dan petani di daerah ini. Hadir pula Bupati Luwu Andi Mudzakkar, Ketua DPRD Andi Muharir, Kajari Belopa Zet Tadung Allo, Sekkab Syaiful Alam, dan Kapolres yang diwakili Kabag Ops Kompol Herman Palar, Kadis Pertanian Andi Pangeran serta sejumlah kelompok tani.

Laporan: Irwan Musa

DI HADAPAN unsur muspida dan petani Luwu, Mentan menjelaskan bahwa selama dua tahun menjabat sebagai menteri, dirinya telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp4,3 triliun untuk petani Indonesia. Selain itu, juga telah dibangun 320 jaringan irigasi tersier di seluruh Indonesia.
”Alokasi pembangunan ini mengalir pula ke Sulawesi Selatan. Termasuk Luwu. Untuk itu jangan permalukan Sulsel,” kata menteri asal Bone ini.
Menurut Amran, petani tak butuh APBD dan APBN. Karenanya, pekerjaan petani itu mulia.
Guna mendorong peningkatan ekonomi petani, ia memberi target kepada petani di Luwu untuk bisa menyerap 20 ribu ton beras atau setara dengan 40 ribu ton gabah.
”Target ini harus dicapai. Bulog sudah saya instruksikan membeli gabah petani dengan harga Rp3.800 per kilogram. Saya tak peduli jika dibully, yang penting petani kita sejahtera,” ujarnya kepada wartawan di Rujab Bupati Luwu.
Amran meminta agar ditulis, tingkat produksi beras di Indonesia mencapai 100 persen. Bahkan untuk pertama kalinya pada 10 tahun terakhir, pada tahun 2015 bantuan di sektor pertanian paling besar digelontorkan kepada petani.
”Saya akan penuhi semua permintaan petani Luwu. Saya harap Pak Bupati bisa menjembatani kepentingan petani di daerah ini,” tandas Mentan.
Bupati Luwu, Andi Mudzakkar langsung merespons harapan Mentan. Ia berjanji akan memenuhi target serapan gabah sebanyak 40 ribu ton tahun ini, serta di tahun-tahun mendatang.
Sebenarnya, kata bupati yang akrab disapa Cakka itu, produksi gabah di Luwu over target. Namun gabah dari daerah ini lebih banyak lari ke Sidrap, akibat gencarnya para pengusaha gabah dari daerah tetangga itu membeli gabah petani di Luwu.
”Maaf Pak Menteri, gabah di Luwu dibeli oleh Bulog dengan harga Rp3.600 per kilogram. Sementara para pengusaha berani membeli seharga Rp4.000 per kilogram. Inilah dilema selama ini,” beber Cakka.
Mendengar keluhan Bupati, Amran Sulaeman langsung memerintahkan Bulog Luwu untuk membeli gabah petani seharga Rp3.800. “Mana Bulog? Kalian harus beli gabah petani Luwu Rp3.800,” Amran menginstruksikan.
Sebelum bertolak ke Luwu Timur, Mentan membangun komunikasi dengan petani di Rujab Bupati Luwu Bukit Limpujang, Belopa. Dalam kesempatan itu, Amran berjanji memberikan bantuan yang lebih banyak lagi. Diantaranya handtraktor gratis bagi petani.
Untuk tahun ini, menurut Amran, bantuan handtraktor yang diberikan kepada petani di Luwu sebanyak 117 unit. Belum lagi bantuan alat penanam padi dan alat panen padi yang telah digelontorkan bagi petani di daerah ini. (wan/rus/c)



×


Mentan di Depan Petani dan Penyuluh Luwu

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar