pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

BMKG: Cuaca Ekstrem Hingga Tiga Hari ke Depan

Dua Pekerja Bangunan Selamat Usai Terimpa Pohon di Depan PN Makassar

MAKASSAR, BKM — Hujan deras dengan durasi yang cukup panjang mulai mengguyur Kota Makassar sejak Kamis malam (17/11) hingga Jumat sore (18/11). Sejumlah wilayah pun terendam banjir. Bahkan, di beberapa lokasi yang kerap menjadi langganan banjir, warga mulai dievakuasi ke tempat yang lebih aman.
Prakirawan Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar Nur Asia Utama, menjelaskan cuaca ekstrem di mana hujan disertai angin kencang berpotensi masih terjadi hingga tiga hari ke depan.
Khususnya di wilayah Sulawesi Selatan bagian barat. Termasuk Makassar, Gowa, Maros, Pangkep, Barru, Parepare sampai Pinrang dan Sulsel bagian timur seperti Wajo, Bone, Sinjai, Bulukumba, dan Selayar.
“Untuk tiga hari ke depan, di Sulsel diperkirakan masih berpotensi terjadi hujan ringan hingga sedang, khususnya di wilayah Sulsel bagian barat. Hujan dengan kapasitas sedang dengan intensitas 50 mm ke bawah masih akan terjadi,” jelasnya..
Dia menerangkan, berdasarkan pemantauan citra satelit dan radar BMKG sekitar subuh pukul 06.00 Wita, terpantau pembentukan awan hujan cukup signifikan di wilayah Sulsel Bagian Barat, dan itu diperkirakan pertumbuhannya dari laut.
“Jadi biasanya kalau seperti itu massa udaranya ada terus bertambah. Itulah kenapa cuaca hari ini (kemarin) agak ekstrem. Salah satunya ada penumpukan massa udara dari pesisir barat dari laut,” beber Nurasia.
Dia menambahkan, hampir seluruh wilayah Sulsel saat ini sudah memasuki musim hujan. Puncaknya akan terjadi pada Desember hingga Januari mendatang.
Untuk itu masyarakat diimbau lebih waspada untuk menghadapi situasi karena ke depan intensitas hujan akan lebih besar lagi. Termasuk mewaspadai angin kencang yang juga bisa terjadi.

Banjir di Tiga Kecamatan

Di Kota Makassar, tiga kecamatan yang terdampak banjir cukup besar adalah Tamalanrea, Manggala, dan Biringkanaya. Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, khusus pos carester Tamalanrea, Jumat (18/11) sekitar pukul 16.28 Wita, salah satu wilayah yang cukup parah terendam adalah Perumahan Permata Sudiang Raya, Kelurahan Laikang, Kecamatan Biringkanaya.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Makassar Ahmad Hendra Hakamuddin, melaporkan ketinggian air di wilayah tersebut sekitar 70 sentimeter. Sebanyak enam warga yang rumahnya terendam, dievakuasi menggunakan satu unit perahu lipat, satu unit kendaraan roda empat, dan satu unit roda dua.
Sementara itu, di Kelurahan Tamangapa, berdasarkan laporan hingga pukul 15.50 Wita, lima wilayah sudah terendam banjir. Di antaranya Jalan AMD Borong Jambu RW 4, Jalan Kampung Kajang RW 4, Jalan Rammatullah Raya Bontoa, dan Kampung Kajenjeng RW 06 RT 01. Di Kampung Romang Tangngayya RT 4 RW 6, sungai yang ada di wilayah tersebut meluap.
“Ketinggian air di lima wilayah yang ada Kelurahan Tamangapa itu berkisar 30 hingga 50 cm,” ungkap Hendra.
Di wilayah Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya, tepatnya di RW 2 RT 1 juga terendam banjir. Warga yang rumahnya kebanjiran diungsikan ke Masjid Al Mubarak.
Di Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala, khususnya yang bermukim di Blok 10, sejak subuh kemarin warga diungsikan ke beberapa titik aman. Di antaranya Masjid Jabal Nur di Jalan Biola 13 Blok 10. Jumlah pengungsi sebanyak 18 kepala keluarga (KK) dengan total 58 orang.
Di Masjid Makka Al Mukarramah Jalan Suling 1 dua KK dengan total 12 orang mengungsi. Posyandu Anyelir 8 Jalan Manggala Dalam 12 sebanyak tujuh orang mengungsi, dan Pesantren DDI Abrad Kompleks Pemda Manggala RW 12, terdapat satu orang pengungsi.
Selain banjir, hujan deras disertai angin kencang juga menyebabkan sejumlah pohon yang ada di Makassar tumbang. Laporan dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, hingga sore kemarin, ada enam pohon tumbang yang tersebar di sejumlah lokasi.
Masing-masing di Jalan Poros Perintis Kemerdekaan Aamil Yonif Raider 700 Kelurahan Biringkanaya, Kecamatan Tamalanrea, Jalan Veteran, Jalan Lure, di Kantor Golkar Jalan Botolempangan, di Anjungan Pantai Losari dekat Pos Satpol PP, dan di depan Pengadilan Negeri Makassar, Jalan RA Kartini.
“Semua sudah ditangani oleh tim reaksi cepat untuk pohon tumbang milik Dinas Lingkungan Hidup,” ungkap Kepala DLH Aryati Puspasari Abadi.
Pohon yang tumbang di area depan kantor Pengadilan Negeri Makassar, Jalan Kartini, Kecamatan Ujung Pandang menimpa dua orang pada pukul 13.15 Wita. Korban bernama Suwandi (25), seorang buruh bangunan yang beralamat di Desa Bontobirang, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa. Ia mengalami luka gores di pinggang, kaki kanan, dan kepala sebelah kiri benjol.
Satu lainnya adalah Agus Dg Ngitung. Pria usia 51 tahun ini juga pekerja bangunan, yang berdomisili di Desa Bontobiraeng, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa. Akibat kejadian yang dialaminya, ia mengalami sesak napas. Sesaat setelah kejadian, kedua korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Pelamonia guna mendapat perawatan medis.
Peristiwa yang mereka alami bermula ketika korban sementara mengangkat pasir di depan area kantor PN Makassar. Sebatang pohon besar yang tumbuh dekat pagar tetiba tumbang dan menimpa keduanya. Kedua korban dinyatakan selamat. (rhm)

Danny Keluarkan
10 Perintah

MENYIKAPI cuaca ekstrem, hujan deras, dan angin kencang yang terjadi wilayah Makassar, Wali Kota Mohammad Ramdhan Pomanto mengeluarkan 10 instruksi untuk segera ditindaklanjuti seluruh OPD terkait. Orang nomor satu Makassar itu menugaskan kepada camat dan lurah harus berada di lapangan bersama-sama masyarakat, terutama bagi yang membutuhkan pertolongan.
“Evakuasi warga yang butuh pertolongan dan segera membuat laporan update setiap jam,” perintah Danny.
Dia juga memerintahkan seluruh OPD segera menurunkan semua kekuatan personel, peralatan, dan kendaraan untuk membantu masyarakat. Kepada para sekretaris badan dan dinas serta sekretaris camat hingga lurah, Danny meminta untuk segera mempersiapkan penyaluran logistik dan konsumsi ke semua tempat pengungsian dan rumah-rumah terdampak.
“Kepada tiga asisten untuk segera membagi kewajiban konsumsi setiap OPD dengan menyiapkan konsumsi siap saji,” tambah Danny.
Untuk setiap staf ahli, diminta untuk segera memonitoring kondisi kesehatan warga terdampak di semua tempat pengungsian dan rumah-rumah terdampak bersama tim kesehatan.
Khusus BPBD, Pemadam Kebakaran, Satpol PP dan Dinas Perhubungan untuk segera menurunkan kekuatan penuh membantu proses evakuasi hingga pengungsian. RT/RW juga diminta telibat aktif untuk segera memonitoring semua warganya dan melaporkan ke lurah tentang kondisi warga setiap jam.
Kepada semua warga, Danny berpesan agar terus menjaga dan mengawasi semua anak-anak di bawah umur, orang tua, dan orang sakit. “Hindari jaringan listrik dan drainase. Sebaiknya berada di rumah jika dalam kondisi aman dari banjir. Namun bila tidak aman dari banjir diharapkan segera dievakuasi untuk diungsikan,” terang Danny.
Dia juga memerintahkan PDAM serta Damkar untuk segera mempersiapkan supplai air bersih ke semua tempat pengungsian dengan dibantu oleh BUMD lainnya sesuai kemampuan masing masing. Sekkot yang akan memimpin semua operasi penyelamatan dan penanganan dampak banjir. ”Demikian 10 poin perintah dari saya agar di laksanakan dengan sungguh sungguh, dan jangan lupa selalu berdoa agar Makassar dilindungi dari bencana yang lebih besar, dan bencana ini segera pulih,” tandasnya.

Turunkan Satgas

Camat Biringkanaya Benyamin B Tarupadang yang dihubungi kemarin sore, mengatakan pihaknya telah menurunkan tim Satgas untuk bertugas di lapangan guna membantu dan mendata warga yang terdampak. Mereka juga ditugaskan memantau situasi wilayah yang terdapat pohon tumbang.
”Kami sudah menurunkan Satgas untuk menindaklanjuti beberapa pemukiman yang terdampak dan pohon yang rawan tumbang. Kita mengimbau warga agar tetap waspada. Apalagi cuaca tampak ekstrem,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (18/11).
Menyusul hujan deras dan angin kencang, ia meminta warganya tidak panik. Benyamin menganjurkan masyarakat melaporkan kondisi wilayahnya ke pemerintah setempat dan akses 112 yang disediakan.
“Kita minta warga untuk utamakan keselamatan. Jaga anak, jaga diri dan keluargata di saat cuaca seperti ini. Untuk sementara ini kami masih mendata warga yang terdampak banjir. Kami masih mengumpulkan laporan warga. Mereka bisa melapor ke 112,” jelasnya.
Selain itu, ia juga tengah mengantisipasi jika air terus bertambah naik dan menggenangi sejumlah pemukiman warga dengan mendirikan posko siaga di beberapa titik. Termasuk berkoordinasi dengan OPD terkait untuk bantuan tenda dan obat-obatan jika diperlukan.
“Kita akan dirikan posko di beberapa titik dengan koordinasi dengan pihak lurah. Termasuk untuk nanti yang terpantau sangat rawan,” ujarnya. (rhm-ita)




×


BMKG: Cuaca Ekstrem Hingga Tiga Hari ke Depan

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link