pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Paruparu Makassar yang Wajib Dijaga

Gerakan Majurong, Melihat Potensi Lakkang (1)

SETELAH dipersiapkan selama tiga pekan, akhirnya gerakan Makassar Majukan Lorong (Majurong) yang diinisiasi Berita Kota Makassar bekerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terlaksana, Sabtu (7/5) lalu. Banyak hal yang terungkap pada kegiatan yang dihadiri Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto ini.

SABTU (7/5) pagi suasana Lakkang, sebuah delta di tengah Sungai Tallo tidak seperti biasanya. Banyak warga berkerumun di depan rumahnya. Mereka mengenakan pakaian bersih.
Sementara di Dermaga Mandiri –dermaga utama di Lakkang– berjejer beberapa anak muda mengenakan seragam berwarna merah. Tampak pula beberapa anak kecil, murid Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Lakkang.
Pagi itu mereka sesak di dermaga untuk menyambut kedatangan Wali Kota Makassar, Danny Pomanto. Danny ke Lakkang untuk melihat pembenahan lorong di pulau ini yang dilakukan Pemerintah Kecamatan Tallo, Pemerintah Kelurahan Lakkang bersama masyarakat pada kegiatan Majurong.
Saat speedboad yang ditumpangi Danny mulai nampak, musik penyambutan mulai diperdengarkan, tidak jauh dari dermaga. Pemuda yang mengenakan seragam merah pun mulai memperlihatkan jurus-jurus silat mereka.
Begitu Danny naik ke atas dermaga dan menyusuri bibir Sungai Tallo, ia pun disambut dengan adat Makassar khas Lakkang.
Dari dermaga Danny langsung meninjau lorong Baso Masesse. Setelah itu berbelok ke arah kantor kelurahan, sekolah dan rumah warga. Setiap melihat warga, Danny menyapa dan menyalaminya. Bahkan, tidak sedikit warga yang menyampaikan beberapa permasalahanya.
Hampir satu jam Danny mengelilingi Lakkang dengan berjalan kaki. Ia didampingi Camat Tallo, Zainal A Takko, Lurah Lakkang, Moh Zuud Arman, tokoh masyarakat dan sejumlah pejabat yang lain.
Setelah itu Danny tiba di pusat acara di belakang masjid Lakkang. Ia disambut anggota DPRD Kota Makassar, Rudianto Lallo yang juga tokoh masyarakat Lakkang, Dirut Berita Kota Makassar, Mustawa Nur, Direktur Berita Kota Makassar, Fachruddin Palapa, Tripika Kecamatan Tallo, pejabat Pemkot dan ratusan warga Lakkang.
Tokoh masyarakat Lakkang, Rudianto Lallo di depan wali kota dan seluruh warga Lakkang menyampaikan terima kasih atas kehadiran wali kota di Lakkang. Ia pun memaparkan potensi Lakkang.
“Hanya di Lakkang yang penduduknya menekuni dua profesi sekaligus, yakni petani dan nelayan. Di Lakkang ini melimpah potensi perikanan, tapi juga di sini banyak areal persawahan,” jelas politisi Partai Nasdem ini.
Alumnus Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas) ini juga menyampaikan bagaimana susahnya masyarakat Lakkang memperjuangkan SMP. Sebelumnya, di Lakkang hanya ada SD. Setelah lulus SD, mereka pun memilih sekolah keluar dari Lakkang. Setiap pagi mereka menggunakan kapal seperti rakit menyusuri Sungai Tallo.
Sementara itu, Wali Kota Makassar, Danny Pomanto mengaku senang berada di Lakkang. Selain udaranya yang sangat segar, Lakkang juga adalah kampung unik di Makassar.
“Saya sebelum ke Lakkang mengikuti jalan santai di UNM. Banyak saya lihat peserta cepat lelah karena udara di kota sudah kotor. Tapi di Lakkang, saya jalan kaki cukup jauh, tapi saya tidak rasa capek karena udara di sini sangat segar,” kata Danny.
Danny mengatakan, lingkungan di Lakkang harus dijaga dan dilestarikan. Menurutnya, Lakkang adalah paruparu Makassar. Di sini masih sangat banyak pohon, tanaman hijau dan satwa-satwa lain. “Tidak boleh ada yang merusak lingkungan di Lakkang,” katanya.
Danny mengaku, saat berjalan kaki banyak mendengar keluhan warga. Ia akan catat dan berusaha mencarikan jalan keluar. Termasuk soal jembatan penyeberangan. Tapi, Danny tidak setuju membangun jembatan yang bisa dilalui kendaraan. “Kalau itu yang dibangun, Lakkang ini akan rusak,” tegasnya.
Danny juga berjanji akan melobi Menteri Kelautan dan Perikanan untuk memberdayakan nelayan di Lakkang. Utamanya dalam hal pengembangan keramba.
“Ada juga yang mengeluh soal air bersih. Nanti kami akan datangkan alat pengolah air. Alat ini mampu menghasilkan air yang bisa langsung diminum tanpa dimasak. Di Makassar baru ada dua yang dipasang yakni di Ujung Tanah dan Tallo. Nanti akan kami datangkan juga di Lakkang,” kata Danny yang langsung disambut aplaus warga. (*)



×


Paruparu Makassar yang Wajib Dijaga

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar