MAKASSAR, BKM — Memperingati Hari Ibu yang dirayakan setiap 22 Desember, Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pendidikan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Makassar akan menggelar bakti sosial berupa sunatan massal. Diperuntukkan bagi peserta didik jenjang SD/sederajat se-Kota Makassar.
Kepala Dinas Pendidikan Makassar Muhyiddin Mustakim, menjelaskan kegiatan ini rencananya akan dilaksanakan 20 Desember 2022 mendatang. Pihaknya menargetkan sedikitnya 3.000 peserta didik bisa mengikuti kegiatan yang dilaksanakan bertepatan dengan libur sekolah pascaujian semester ganjil dilaksanakan.
“Jadi kegiatan ini memang sengaja dilaksanakan untuk memperingati Hari Ibu. Momennya sangat tepat karena bertepatan dengan libur pascaujian semester ganjil. Jadi pas libur, peserta didik juga pas disunat,” ungkap Muhyiddin saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (2/12).
Mantan Kepala Dinas Sosial Makassar itu melanjutkan, pendaftaran untuk peserta didik yang ingin mengikuti sunatan massal ini mulai dibuka Kamis (1/12) hingga 15 Desember 2022 mendatang.
Dinas Pendidikan sudah mengeluarkan surat edaran ke seluruh sekolah dasar yang ada di Kota Makassar.
“Jadi pendaftaran dilakukan melalui sekolah masing-masing, tentunya harus persetujuan orang tua. Selanjutnya, sekolah harus mengirimkanbdara peserta didik yang ikut sunatan massal
link https://bit.ly/sunatan_massal,” ungkap Muhyiddin.
Rencana awal, kegiatan ini akan dilaksanakan secara serentak di 47 puskesmas yang ada di Makassar. Selain itu, kegiatan sunat massal untuk dua kecamatan, yakni Wajo dan Makassar, akan dipusatkan di Lapangan Karebosi.
“Kami sedang persiapan, semoga cuaca mendukung, kami akan memastikan anak ikut agenda itu,” ungkap Muhyiddin.
Khusus untuk kegiatan di Karebosi, lanjutnya, akan ditampilkan performance 400 anak SD yang gagal beraksi pada HUT Kota Makassar lalu.
“Kami targetkan minimal 3000 anak ikut dalam kegiatan ini. Apalagi gratisji. Jadi nanti sekolah yang menyampaikan ke orang tua, kita minta ada persetujuan orang tua. Link diisi jika sudah ada persetujuan orang tua,” jelas Muhyiddin.
Dihubungi terpisah, Kepala Sekolah SD Inpres Malengkeri 2 Marsiah menjelaskan, pihaknya mensupport penuh terlaksananya kegiatan ini. “Ini akan membantu orang tua. Memfasilitasi mereka melakukan sunat secara gratis untuk anak. Apalagi momennya sangat tepat dilakukan saat libur sekolah,” kata Marsiah, kemarin.
Dia mengatakan, surat edaran untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini sudah diterimanya. Selanjutnya, akan disampaikan ke orang tua murid.
“Jadi bagi yang ingin ikut akan kami data dan kami daftarkan di link yang telah disiapkan,” tandas Marsiah.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Makassar drg Andri Anwar Zainuddin, MKes menjelaskan, pihaknya akan mendukung penuh kegiatan ini. Menurut Andri, hasil zoom meeting yang digelar kemarin, sebanyak 47 puskesmas akan dilibatkan dalam sunatan massal ini.
Pihaknya akan menerjunkan 20 tenaga kesehatan yang punya pengalaman dan mahir dalam sirkum (sunat), untuk menyukseskan kegiatan ini. Namun karena jumlah mereka yang terbatas, apalagi target peserta didik SD yang akan disunat minimal 3000 orang, kemungkinan besar Pemkot Makassar juga akan melibatkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Makassar. (rhm)

