pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Fokus Bisnis Busana Muslim

NAMA lengkapnya adalah Savia Putri Melati. Namun di dunia keartisan, ia lebih dikenal dengan nama Puput Melati.
Sudah lama ia menghilang dari gemerlapnya kehidupan artis, dunia yang mengantarkan namanya dikenal masyarakat Indonesia. Ternyata, Puput Melati kini tengah fokus menggeluti bisnis fashion muslim, sembari mengurus keempat orang buah hatinya.
Saat ditemui beberapa waktu lalu di ajang pameran Fashion week di Makassar, wanita kelahiran Jakarta, 13 Mei 1983 ini kagum dengan warga Makassar yang antusias mendatangi dan berbelanja busana muslim.
“Saya kan baru pertama kali ke Makassar, jadi belum tahu minat pasar disini . Tapi sewaktu buka gerai, antusias masyarakat sangat besar. Saya berterima kasih kepada warga disini,” ujarnya.
Selain itu, istri dari Ustaz Guntur Bumi itu juga tengah menikmati kesibukan barunya mendesain baju-baju muslim. Puput sudah menjalani bisnis itu kurang lebih delapan tahun lamanya. Keinginannya membuat bisnis baju muslim muncul ketika ia sudah mulai berhijab.
Untuk membuka gerai di Makassar, Puput mengaku masih akan mempelajari pangsa pasar busana muslim di kota ini.
“Masih coba-coba dulu untuk tahu gimana minat masyarakat Makassar terhadap busana muslim. Tapi sejauh ini saya lihat besar sekali,” bebernya.
Sebagai seorang publik figur, Puput dengan ramah melayani setiap pengunjung yang ingin mengajaknya berfoto bersama. Kehadiran Puput di Makassar disertai dengan anak-anaknya, tanpa kehadiran sang suami.
“Habis ini sih saya mau jalan-jalan dulu sama anak-anak, terus balik lagi ke Jakarta dan kembali lagi ke Makassar di acara di Hotel Sheraton,” ucapnya.
Putri pasangan Hasan Sofyan dan Sherly Febiani ini awalnya menggeluti bisnis baju muslim skala kecil-kecilan. Itu dilakoninya dari tahun 2008 sejak dirinya memakai hijab.
“Desain bajunya aku sendiri. Kadang temen juga bantu. Inspirasi aku ngedesain itu dari baca-baca majalah dan nonton channel televisi fashion,” akunya.
Puput sempat menemui halangan di awal dirinya merancang baju muslim. Untungnya, seiring waktu berjalan ia sudah tak menemukan kendala. Puput sudah bisa menyesuaikan desain baju muslim yang ada setiap tahunnya.
“Merancang baju itu pertama kita harus tahu ilmu baju muslim dulu. Pokoknya harus ada di Alquran. Nggak asal-asalan, nggak membentuk tubuh dan nggak transparan. Jadi banyak kendalanya juga,” terangnya. (ita/rus)



×


Fokus Bisnis Busana Muslim

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar