pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Pemilik Kos Disebut Peracik, Pernah Bermasalah di Surabaya

LEDAKAN yang terjadi di Jalan Barawaja, Selasa malam (17/5) sekitar pukul 19.45 Wita, masih ramai diperbincangkan. Khususnya mereka yang berdomisili tidak jauh dari kos-kosan, tempat terjadinya ledakan. Pertanyaannya, siapa di balik peristiwa tersebut?

Laporan: ISHAK MAPPELAWA

SUASANA di depan sebuah rumah batu bertingkat tiga yang oleh pemiliknya dijadikan kos-kosan tampak ramai, kemarin. Beberapa diantaranya adalah anak-anak. Mereka ingin melihat dari dekat seperti apa kondisi terakhir rumah tersebut pascaledakan.
Dari depan, tidak banyak yang berubah di rumah kos tersebut. Catnya masih tampak baru. Hanya sebagian kecil bagian di lantai tiga yang mengalami kerusakan. Garis polisi masih terpasang.
Seorang warga bernama Rukia Suluta, menuturkan bahwa pemilik rumah, H Abdul Malik jarang berkomunikasi dengan masyarakat sekitar, sjak membangun rumah kosnya. Tiga bulan lalu rumah kos ini rampung dikerjakan.
Oleh pemiliknya, tempat tersebut kemudian disewakan per kamar. Sepertinya masih banyak kamar yang kosong di tempat ini. Hal itu terlihat dari masih terpasangnya selembar pengumuman berwarna kuning bertuliskan nomor HP yang bisa dihubungi ketika ingin mengontrak.
”Pernah pemilik rumah sampaikan akan mengundang warga saat akan masuk rumah. Tapi sampai sekarang undangan itu tidak pernah ada. Sementara kos-kosannya sudah dihuni sejumlah pengontrak,” ujar Rukia.
Kapolda Sulselbar, Irjen Pol Anton Charliyan mengatakan, setelah dilakukan olah TKP, ledakan diduga bersumber dari bom ikan yang tengah diracik. Indikasinya, tim jihandak yang datang ke lokasi menemukan detonator.
”Jadi ledakan dipicu oleh bom ikan, yang menyebabkan dua orang korban. Keduanya masih dirawat intensif di RS Bhayangkara. Di lokasi tim menemukan detonator yang diduga diracik oleh kedua penghuni kos hingga,” jelas Anton, Rabu (18/5).
Informasi dari warga sekitar, pemilik rumah diduga peracik bom ikan. Polisi kemudian menindaklanjuti informasi tersebut dengan melakukan pengejaran terhadap pemilik rumah kos.
Kepala Bidang Humas Polda Sulselbar, Kombes Pol Frans Barung Mangera membenarkan jika pemilik rumah kos, H Malik diketahui seorang peracik bom ikan. ”Kita sudah melakukan koordinasi. Diketahui jika H Malik seorang peracik bom ikan. Yang bersangkutan pernah tersangkut masalah di Surabaya, Jawa Timur,” jelas Frans Barung.
Hingga kemarin, pihak kepolisian masih mendalami kasus ini dan mengejar H Malik untuk dimintai keterangannya terkait ledakan yang terjadi di rumah kos miliknya.
”Kasusnya terus ditindaklanjuti. Kita masih melakukan pengejaran terhadap pemilik rumah. Adapun barang bukti yang disita berupa detonator yang berada dalam dua kemasan bungkusan, jaket, tas dan celana pendek milik korban,” terang Kabid Humas.
Dua korban dalam peristiwa ini, masing-masing Acong (26), warga Kolaka, Sulawesi Tenggara dan Harun (22), warga Lappa, Kabupaten Sinjai. Keduanya menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara, setelah sebelumnya dirawat di RS Ibnu Sina. Mereka mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya.
Seorang tetangga kamar kos korban, Rina menuturkan, keduanya jarang berinteraksi dengan penghuni kos lainnya. ”Mereka biasanya hanya naik turun ke kamar kosnya. Tidak diketahui apa yang dikerjakan. Kabarnya mereka mahasiswa. Belakangan kami ketahui keduanya berasal dari luar Makassar,” ujar Rina di TKP. (*/rus)



×


Pemilik Kos Disebut Peracik, Pernah Bermasalah di Surabaya

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar