pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Hari Ini, MUI Bertemu Penganut Aliran Hakikinya Hakiki

Masykur: Untuk Memastikan Apakah Mereka Betul-betul Mau Bertaubat

MAKASSAR, BKM — Setelah Bab Kesucian di Gowa, aliran Hakikinya Hakiki di Makassar saat ini viral dan menjadi sorotan masyarakat. Kendati mengaku beragama Islam, namun penganut aliran ini menjalankan syariat berbeda dengan yang diajarkan Islam.

Contohnya, dalam sebuah video yang viral, salah satu pengikut Hakikinya Hakiki mengatakan Rukun Islam itu bukan lima. Melainkan 13. Selain itu, salah satu pengikut aliran tersebut mengaku sudah pernah bertemu dengan Allah. Bahkan dia mengklaim kalau Allah itu sebenarnya manusia juga. Ia juga mengaku sudah menunaikan ibadah haji berkali-kali walaupun belum pernah menginjakkan kakinya di Tanah Suci.

Menyikapi persoalan itu, Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Makassar KH Masykur Yusuf mengatakan akan melakukan pertemuan dengan penganut aliran Hakikinya Hakiki hari ini, Senin (9/1). “Besok (hari ini), MUI Kota Makassar bakal bertemu dengan penganut aliran Hakikinya Hakiki,” ungkap Masykur, Minggu (8/1) di Baruga Anging Mammiri, Rumah Jabatan Wali Kota Makassar.

Sebenarnya, kata dia, para pemimpin aliran itu sudah dipanggil oleh pemerintah Kecamatan Tallo dan Kesbangpol Makassar beberapa hari lalu di Kantor Camat Tallo. Dalam pertemuan itu, seluruh penganut aliran Hakikinya Hakiki mengaku akan bertaubat dan memastikan jika aliran Hakikinya Hakiki adalah sesat.
Namun, kata Masykur, MUI Makassar tetap ingin bertemu untuk memastikan dan mendengarkan ketulusan para pengikut aliran tersebut apakah memang siap untuk bertaubat dan siap untuk dibina.
“Makanya kita undang besok (hari ini) untuk hadir. Untuk memastikan apakah mereka memang betul-betul mau bertaubat,” ungkapnya.

Kalau misalnya mereka bersikukuh untuk tetap pada aqidahnya, secara tegas MUI Makassar akan menyerahkan persoalan ini ke pihak berwajib. “MUI kan hanya sebatas mengeluarkan fatwa dan melakukan pembinaan. Kalau mereka tetap menyimpang, diserahkan ke pihak berwajib,” tambahnya.
Pola pembinaan yang akan dilakukan ke penganut Hakikinya Hakiki jika memang mereka mau bertaubat adalah menekankan untuk kembali ke ajaran Islam sesungguhnya. Dan yang utama, berhenti menyebarkan paham sesat itu.
“Intinya, kalau mereka berhenti mengembangkan itu ajarannya, berarti itu kan sudah merupakan tahap mereka bertaubat dan itu merupakan awal dari pembinaan,” kelas Masykur.
Sementara itu, Rais Syuriah PCNU DR AGH Baharuddin HS mengaku banyak akidah lain yang beredar di kalangan masyarakat. Salah satunya yang viral jadi pembicaraan saat ini adalah Hakikinya Hakiki.
Dia mengaku pihaknya saat ini sementara mendalami seperti apa akidah para penganut aliran tersebut.
Menghadapi aliran seperti itu, kata Baharuddin, NU punya sikap tersendiri. Untuk tahap awal, sikapi secara kekeluargaan. Namun selanjutnya, jika mereka tetap bersikukuh pada ajaran yang mereka anut, itu sudah menjadi ranah pihak berwajib.

Lebih jauh dia mengaku sangat khawatir dengan generasi muda, apakah masih bisa mempertahankan ajaran Islam yang bersumber dari Al-Qur’an. Dia berharap anak muda NU lebih aktif dalam memakmurkan masjid agar tidak dikuasai oleh kelompok lain yang dikhawatirkan membawa pemahaman yang menyimpang jauh Islam.
Dikonfirmasi terpisah, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto, mengatakan munculnya pemahaman atau aliran yang disinyalir menyimpang di tengah masyarakat bukan peristiwa kali ini saja, namun sudah berulang-ulang.
Menyikapi persoalan ini, Pemkot Makassar meminta RT/RW melakukan pengawasan intensif terhadap warganya. Jika ada aktivitas atau hal-hal yang disinyalir menyimpang atau tidak sesuai dengan norma-norma yang berlaku, diharapkan untuk segera melaporkan persoalan itu ke aparat berwajib.
“Jadi kapasitas pemerintah hanya sebatas pengawasan. Pemerintah tidak bisa memberikan sanksi atau menetapkan suatu aliran itu sesat atau bukan, karena itu ranah atau otorisasi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI),” kata Danny.
Menurutnya, MUI yang punya kapasitas dalam mengeluarkan fatwa apakah suatu aliran atau pemahaman melanggar tauhid dan bertentangan dengan kaidah dan norma-norma agama Islam. (rhm)




×


Hari Ini, MUI Bertemu Penganut Aliran Hakikinya Hakiki

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link