MAKASSAR,BKM.COM–PERJALANAN waktu ternyata juga berpengaruh terhadap gaya make up pegantin. Jika dulunya cenderung yang disukai riasan yang menor, sekarang berubah ke yang lebih natural. Mereka yang bergelut di make up art (MUA) pun memahami hal itu.
YANG perempuan nama lengkapnya Kiky Rezkiyanti. Akrab disapa Kiki. Yang laki-laki namanya Rusli. Namun, di kalangan MUA ia lebih akrab disapa Ikha. Keduanya menjadi tamu siniar untuk kanal Youtube Berita Kota Makassar.
Dengan gayanya yang khas dan lebih sering melucu, Kiki berkisah tentang awal mula terjun di dunia make up. Ia melakoni profesi ini sejak empat tahun silam. Sementara Ikha sudah menggelutinya sejak 10 tahun lalu.
”Kalau saya pertama kali ke make up pengantin itu karena melihat orang sekitar. Ada keluarga yang punya usaha merias pengantin. Di situ kemudian saya dipanggil dan berlanjut sampai sekarang,” ujar Ikha.
Sementara Kiky awalnya menonton di Youtube. Dia pun belajar secara otodidak dengan melakukan praktik di wajahnya sendiri.
Untuk job pertama merias pengantin, Ikha awalnya memberanikan diri ketika tetiba ada pengantin yang hendak dimake up. Sedangkan Kiky, memulai dari lingkungan keluarga bila ada hajatan yang dilaksanakan. ”Pertamanya itu dibayarnya pakai terima kasih,” kata Kiky sambil tertawa lepas.
Bermula dari merias anak-anak sekolah yang ingin menari, profesi MUA Kiky berlanjut sampai ke pengantin. Tetap untuk pengantin keluarga.
”Waktu itu keluarga tidak tahu saya perias pengantin. Tapi ada keluarga yang pengantin dan saya merasa make upnya kurang sesuai dengan mukanya, jadi saya langsung ganti make upnya,” terang Kiky lagi.
Sulung dari tiga bersaudara ini mengakui, pengantin sekarang suka dengan riasan yang soft. Beda zaman dulu, ibu-ibu dan nenek pengantin sukanya merah merona.
Baik Kiky maupun Ikha bersepakat, longsor riasan pada muka pengantin biasanya disebabkan karena pakai skin care. Karena itu, ia menyarankan untuk menghentikan penggunakan skin care seminggu sebelum make up pengantin.
”Biasa juga ada klien yang nakal. Kalau sudah berkeringat dia lap itu mukanya dengan cara menggeser-geser tisunya. Harusnya dibersihkannya pakai tisu dengan cara mengambang. Jangan juga sedikit-sedikit dilap mukanya,” imbuhnya, sambil menyarankan agar pengantin mendengar dan bekerja sama dengan penata riasnya.
Kiky dan Ikha mengakui alis dan bibir merupakan yang tersulit untuk dirias. Seorang MUA harus pintar-pintar menyesuaikan.
”Untuk sekarang alis bisa dilem atau dirapatkan pakai alat khusus. Ada yang gunakan lem kertas supaya awet,” ungkap Kiky.
Kekompakan dan jalinan kerja sama Kiky dan Ikha sudah terjalin cukup lama. Mereka kemudian kian intens bersama selama pandemi Covid-19. Ketika itu tidak ada job rias pengantin. Keduanya pun lalu sepakat membuat konten melalui kanal biribiriofficil. Konten yang mereka buat berbeda dengan hobi. Teksnya mengalir begitu saja.
Walau penonton dan subscribernya sudah cukup banyak, namun pembuatan konten jarang dilakukannya lagi. Alasannya, pemainnya masing-masing sibuk dengan profesinya. Selain yang bekerja sebagai MUA, ada juga penyanyi elekton.
Dari perjalanan karirnya sebagai MUA, Kiky adalah penyandang gelar Juara I Rias Pengantin Adat Nusantara tidak Berpasangan. Wanita berhijab yang kelahiran Jeneponto, 26 Maret 1993 ini juga tercatat sebagai Juara III Ibex Make Up Competition.
Sementara Ikha yang lahir di Gangga, 15 Agustus 1986, merupakan The Winner Ibex Competition Sulsel 2022. (*/rus)

