MAKASSAR, BKM — Realisasi investasi yang tercatat di Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM – PTSP) Pemprov Sulsel sangat mentereng. Di tahun 2022 saja mencapai Rp14,2 triliun.
Namun di balik angka triliunan itu, listrik kantor yang terletak di Jalan Bougenville, Panakkukang itu menunggak. Jumlahnya bahkan mencapai Rp40 juta.
“Sudah dua bulan (menunggak). Totalnya Rp40 juta,” ujar sumber yang enggan disebut namanya.
Hal tersebut berimbas pada pelayanan. Sebab, semua perizinan ditutup untuk sementara.
PLN diketahui sudah memutus aliran listrik kantor tersebut.
Seperti yang terlihat pada Senin (30/1) pagi.
Di pintu masuk kantor tertulis “Mohon maaf, pelayanan hari ini terganggu karena sementara ada perbaikan listrik”.
Kondisi kantor bahkan dalam keadaan gelap gulita.
Kepala DPM PTSP Pemprov Sulsel Sulkaf Latif mengakui hal tersebut. Namun ia bilang listrik di kantornya sudah menyala.
“Sudah nyala. Sudah dibayar,” kata Sulkaf saat dikonfirmasi, kemarin.
Kata Sulkaf, pihaknya sudah dari pekan lalu menyurat ke PLN agar jangan dulu ada pemutusan.
“Dari minggu lalu kami menyurat ke PLN, tapi tidak digubris. Baru satu hari (menunggak) sudah diputus,” ujarnya.
Kata Sulkaf, pembayaran telat dilakukan karena tidak ada anggaran yang cair. Untuk menutupi tunggakan, ia bahkan rela mengutang ke staf.
“Biasa, akhir tahun tidak ada anggaran. Untung ada stafku yang bisa dipinjam uangnya,” beber Sulkaf. (jun)

