MAKASSAR, BKM — Amati, Tiru, Modifikasi atau disingkat ATM, merupakan salah satu cara mengembangkan program inovasi. Biasanya, orang menyebutnya replikasi. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), replikasi berarti proses, cara meniru atau penduplikatan.
Replikasi program inilah yang dilakukan SD Inpres Kelapa Tiga I terhadap program inovasi Amal Ceria, yang dikembangkan SD Inpres Banta-Bantaeng I.
Kepala SD Inpres Kelapa Tiga I Hj Nahidha Mallapiang,S.Pd,M.Pd, mengakui bahwa ia ingin memajukan sekolahnya seperti yang dilakukan SD Inpres Banta-Bantaeng I.
Ia terinspirasi pada program yang dilakukan Hj Baena,S.Pd,M.Pd di SD Inpres Banta-Bantaeng I setelah dirinya menghadiri kegiatan launching Sekolah Ramah Anak (SRA) pada tanggal 1 April 2022, saat perayaan Hari Kebudayaan Kota Makassar.
Ketika itu hadir antara lain, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Makassar Achie Soleman, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makssar Muhyiddin, serta pegiat literasi dan SRA Rusdin Tompo.
Baena juga menyampaikan bahwa Kepala SD Inpres Kelapa Tiga 1 Nahidha Mallapiang, melihat langsung kemajuan inovasi Amal Ceria SD Inpres Banta-Bantaeng 1 dan telah melakukan penandatanganan di atas materai perjanjian replikasi dan mengadaptasi inovasi Amal Ceria.
Kini, SD Inpres Kelapa Tiga 1 tengah berproses untuk mengembangkan program inovasi dengan nama Lincah, yang merupakan akronim dari Literasi Anak Cerdas Berakhlak.
Program inovasi Lincah sudah dimatangkan konsepnya untuk dibuatkan rancang bangun.
Diskusi dilakukan oleh Kepala SD Inpres Kelapa Tiga 1 Nahidha Mallapiang, Kepala Perpustakaan Cerdas SD Inpres Kelapa Tiga 1 Lilis Gusnaningsih,S.I.P, pegiat literasi yang juga penulis buku Rusdin Tompo.
Penandatanganan yang dilakukan sebagai bukti penguatan inovasi Amal Ceria. Pengalaman berbagi inovasi ini disampaikan melalui pustakawan maupun kepala sekolah. Dikatakan bahwa salah satu kegiatan inovasi adalah bekerja sama dengan pegiat literasi.
Baena melanjutkan, replikasi dibolehkan tetapi dengan cara yang berbeda dan tidak melakukan plagiat. Replikasi bukan hanya dapat dilakukan oleh sesama SD, tapi juga oleh TK, SMP, SMA, atau lembaga lain. Sebagai informasi, program inovasi Amal Ceria masuk Top 50 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Tingkat Sulawesi Selatan.
Sementara itu, Kepala DP3A Kota Makassar Achie Soleman, mengapresiasi program inovasi Amal Ceria dari SD Inpres Banta-Bantaeng I. Dia menyebut program ini mantap dan keren. Itu karena inovasi tersebut mengutamakan orangtua (mama) terlebih dahulu, yang akan melakukan pendampingan dan pembimbingan dalam pembelajaran serta pengembangan kreativitas anak-anaknya. (rls)

