MAKASSAR, BKM — Anak jalanan, gelandangan dan pengemis (Anjal Gepeng) kian marak selama Ramadan. Hampir di setiap perempatan jalan, anjal gepeng terlihat beraksi. Diperkirakan semakin mendekati lebaran Idulfitri jumlahnya kian banyak.
Wakil Wali Kota Makassar Fatmawati Rusdi mengingatkan kepada instansi terkait untuk secara massif turun melakukan penertiban. Apalagi, anjal dan gepeng yang beraksi di jalan kerap meresahkan pengguna jalan. Selain mengganggu arus lalu lintas, tak jarang di antara mereka memaksa pengguna jalan untuk memberi uang.
“Saya minta instansi terkait, Dinas Sosial dengan Satpol PP turun melakukan penertiban anjal gepeng. Belum lagi ada badut dan manusia silver,” tegas Fatmawati, kemarin.
Dia berharap penertiban lebih intensif dilakukan. Karena jelang hari raya bakal bertambah banyak.
Selain itu, kata Fatmawati, Pemkot Makassar harus menampilkan wajah kota yang bersih, indah, dan teratur. Karena setelah lebaran, Makassar menjadi tuan rumah beberapa event besar.
Ratusan orang dari luar daerah, termasuk kepala daerah di Indonesia akan ke Makassar untuk menghadiri peringatan Hari Otonomi Daerah dan Rakornas Apeksi. “Tentu ini sudah menjadi catatan khusus. Instansi terkait tolong lebih maksimal lagi,” katanya.
Dikonfirmasi terpisah, Plt Kepala Dinas Sosial Armin Parera, mengatakan sejak awal Ramadan pihaknya sudah mengintensifkan turun ke jalan memantau kehadiran anjal dan gepeng. Dinsos juga sudah membuat posko di sembilan titik strategis di Makassar guna memudahkan pemantauan dan pengawasan.
Menurut Armin, selama Ramadan, pihaknya bekerja sama dengan Satpol PP sudah turun melakukan patroli sebanyak 10 kali dengan menyisir titik-titik yang diperkirakan menjadi tempat beroperasi para anjal dan gepeng. ”Selama operasi tersebut, sebanyak 30 anjal dan 13 gepeng terjaring,” ungkap Armin.
Dia mengatakan, sesuai prosedur, semua anjal dan gepeng yang terjaring dibawa ke Dinas Sosial untuk didata. Selanjutnya, mereka diberikan arahan untuk tidak lagi turun ke jalan, karena selain berbahaya bagi diri mereka, juga mengganggu kenyamanan pengguna jalan dalam berkendara.
Anjal dan gepeng yang terjaring pun diminta untuk menandatangani surat perjanjian agar tidak mengulangi lagi perbuatannya. Jika nantinya mereka ditemukan turun ke jalan, ada sanksi yang menanti. Menjelang lebaran, pihaknya akan lebih mengintensifkan lagi patroli di lapangan.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) M Ikhsan, menerangkan sejauh ini pihaknya sudah berkoordinasi dan bersama-sama Satpol PP melakukan penertiban anjal dan gepeng.
“Memang selama Ramadan ini anjal dan gepeng semakin banyak. Kami senantiasa koordinasi dengan Dinas Sosial untuk melakukan penertiban. Hampir setiap hari kami turun melakukan penertiban bersama Dinsos,” jelas Ikhsan.
Untuk memperlancar agenda patroli dan penertiban, belasan Satpol PP sudah di BKO-kan di Dinas Sosial. “Intinya, kita intens turun melakukan pengawasan dan penertiban. Kalau ada yang ditemukan, langsung kita tindak lanjuti untuk dilakukan pembinaan oleh Dinsos,” tandas Ikhsan. (rhm)

