MAKASSAR, BKM–Kasus kekerasan seks anak di Makassar cukup mengkhawatirkan. Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BP3A) Kota Makassar mencatat hingga pertengahan Mei 2016 ini, kasus kekerasan anak sudah mencapai 49 kasus.
“Pengaduan lebih banyak didominasi oleh kekerasan seks anak. Unit pengaduan kami sudah mencatat lebih dari 20 kasus kekerasan seks anak,” kata Kepala BP3A Kota Makassar, Tenri A Palallo di Kantor Unit Pengaduan Korban Kekerasan Anak di Jalan Anggrek Makassar, Selasa (24/5).
Selasa kemarin, Tenri juga menerima langsung ibu yang membawa beberapa anaknya yang menjadi korban kekerasan. Selain menampung, Tenri juga berdiskusi dengan orang tua korban dalam menyelesaikan persoalan yang dialaminya. Korban yang butuh penanganan medis biasanya direkomendasikan untuk mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Tenri menambahkan selama ini, penanganan korban kekerasan perempuan dan anak di Kota Makassar sudah berjalan dengan baik. “Penanganan yang dilakukan tim P2TP2A sudah berjalan bagus. Kami sudah membentuk paralegal dan relawan yang ada di 14 kecamatan. Inilah yang pertama bisa menerima pengaduan korban kekerasan,” katanya lagi.
Sebelumnya, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto juga mengecam aksi kekerasan seksual yang terjadi di Makassar. Kata Danny, sapaan akrab Moh Ramdhan Pomanto, aksi kekerasan seksual tak boleh terjadi di Makassar. Guna mencegah hal tersebut pihaknya terus melakukan koordinasi dengan semua pihak, termasuk kepolisian dan sekolah.
Guna mencegah meluasnya kasus kekerasan seksual, khususnya perilaku seks menyimpang anak usia dini, ujar Danny, pihaknya juga akan terus melakukan sosialisasi dan pengawasan ekstra ketat.
Danny juga menghimbau semua pihak untuk mewaspadai hal tersebut. “Saya menghimbau semua pihak untuk serius mewaspadai aksi seks menyimpang ini,” singkatnya. (*)
Gawat, Kasus Kekerasan Seks Anak Tinggi
×

