pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Penentuan Awal Ramadan 5 Juni

MAKASSAR, BKM — Ramadan kian dekat. Diperkirakan, pekan pertama Juni, umat muslim akan mulai melaksanakan ibadah puasa. Namun, hingga kini, pemerintah belum menetapkan jatuhnya awal Ramadan.

Kementerian Agama (Kemenag) RI masih akan menunggu dan melihat pergerakan bulan.
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Sulsel, Abdul Wahid Tahir mengemukakan pihaknya baru akan melihat bulan untuk menentukan awal Ramadan pada 5 Juni mendatang, tepatnya di Kabupaten Barru.
Alasan dipilihnya Kabupaten Barru untuk melihat hilal, kata Abdul Wahid, karena dataran tinggi di kabupaten itu cukup tinggi untuk melihat bulan.
“Jika dilakukan di Makassar, dikhawatirkan bulan akan sulit terlihat, apalagi jika langit berawan,” ungkap Abdul Wahid.
Wahid menuturkan, selain di Sulsel ada 10 lokasi di daerah lain di Indonesia yang sering digunakan melihat bulan dalam menentukan awal Ramadan, namun ia mengaku tidak hapal di mana saja lokasi tersebut. Dikatakannya, jika satu saja dari 11 lokasi tersebut menyatakan melihat bulan, maka itu sudah cukup untuk menentukan awal Ramadan.
Jika nantinya awal Ramadan yang ditetapkan oleh pemerintah tidak bersamaan dengan jatuhnya awal Ramadan menurut Muhammadiyah, menurutnya itu tidak ada masalah, karena masing-masing mempunyai pedoman atau dasar yang kuat dalam menentukan awal Ramadan. Bahkan perbedaan dalam penentuan awal Ramadan dikatakannya sebagai rahmat yang menambah wawasan dan pemahaman.
Kepada seluruh umat beragama, Wahid mengimbau agar tetap menjaga sinergitas
serta saling menghormati, termasuk dengan tidak membuka warung pada siang hari atau makan minum pada
siang hari di hadapan muslim yang tengah berpuasa.
Sebelumnya, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan 6 Juni 2016 sebagai awal bulan suci Ramadan 1437 Hijriah. Penetapan ini berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.
Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Umar Fatkhurrohman, mengatakan ada tiga parameter penilaian untuk memperkirakan wujudul hilal atau awal bulan. Ketiga parameter tersebut, yakni harus sudah terjadi ijtimak atau konjungsi antara matahari dan bulan. Kedua, ijtimak harus terjadi sebelum matahari terbenam. Ketiga, saat matahari terbenam, bulan bulan terbenam.
Penghitungan pada Minggu 5 Juni 2016, hilal sudah terlihat. Ketinggian hilal di Yogyakarta berada di posisi +04 derajat 01′ 58″, Banda Aceh +03 derajat 42′ 37″, dan Merauke +03 derajat 00′ 33″. menurutnya itu berarti 1 Ramadan jatuh pada Senin Pahing 6 Juni 2016.
Selain awal Ramadan, PP Muhammadiyah juga sudah menetapkan 1 Syawal 1437 Hijriah atau Hari Raya Idul Fitri jatuh pada Rabu 6 Juli 2016. Hal itu disebabkan ijtimak belum terjadi pada Senin 4 Juli. (rhm/war)



×


Penentuan Awal Ramadan 5 Juni

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar