MAKASSAR, BKM — Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Rakernas Apeksi) XVI resmi dibuka oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri
Suhajar Diantoro, Rabu (12/7) di Upper Hills, Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar.
Pembukaan ditandai dengan penabuhan gendang oleh Ketua Umum Apeksi Bima Arya, Sekjen Kemendagri Hajar Diantoro, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Wali Kota Makassar selaku tuan rumah Mohammad Ramdhan Pomanto, dan Sekretaris Direktur Eksekutif Apeksi Alwis Rustam.
Rakernas Apeksi ini dihadiri 98 wali kota/wakil wali kota se-Indonesia. Selama tiga hari, 12-14 Juli, para wali kota akan menggelar rapat-rapat untuk membahas isu-isu penting yang harus diperjuangkan pemerintah kota kepada pemerintah pusat.
Kehadiran ribuan tamu dari luar Makassar dipastikan memberi dampak positif yang signifikan bagi perekonomian di kota ini. Ketua Umum Apeksi yang juga Wali Kota Bogor, Bima Arya melakukan hitung-hitungan kasar.
Dia mengemukakan, kegiatan ini dihadiri 98 delegasi pemerintah kota. Satu delegasi membawa personel yang bervariasi. Mulai dari puluhan hingga ratusan orang.
Rombongan terbesar berasal dari Kota Malang dengan jumlah 400 orang. Namun ada juga yang memboyong 200 hingga 300 orang.
“Kita estimasi saja. Catatan kasar, yang datang sekitar 5.000 orang. Dari 300 hotel yang ada di Makassar, yang terisi saat ini sekitar 2.500 kamar. Pendapatan dari hotel saja sekitar Rp7,5 miliar,” ungkapnya.
Sektor pemasukan lainnya, dari jasa transportasi. Delegasi dari luar daerah pasti akan merental kendaraan untuk mendukung mobilitas mereka. “Jika diperkirakan ada 1.000 kendaraan yang disewa. Uang yang dihasilkan dari transportasi selama Apeksi berlangsung sekitar Rp4,5 miliar,” kata Bima.
Selanjutnya dari sektor kuliner. Sebagai perbandingan, saat Apeksi dilaksanakan di Kota Malang, transaksi yang terjadi sekitar Rp6 miliar. Belum lagi untuk pembelian oleh-oleh diperkirakan mencapai Rp7,5 miliar.
Khusus untuk pembelian tiket pesawat pulang, Bima Arya memperkirakan senilai Rp15 miliar. Sehingga total uang yang beredar selama perhelatan Apeksi berlangsung bisa mencapai Rp40,5 miliar.
Bukan hanya itu. Sejumlah event organizer, termasuk MC juga kecipratan rezeki dari banyaknya event yang dilaksanakan sebagai rangkaian dari pelaksanaan Apeksi ini. “Jadi kesimpulannya, Rakernas Apeksi ini memberi berkah bagi semuanya,” kata Bima Arya.
Lebih jauh Wali Kota Bogor itu mengatakan, ada beberapa isu penting yang akan menjadi fokus utama pembahasan dalam Rakernas Apeksi XVI. Pertama, Apeksi harus konsisten mengawal otonomi daerah untuk menciptakan kemakmuran warga, bukan berdasarkan kekuasaan dan kewenangan.
Otonomi daerah mencakup reformasi birokrasi, kepegawaian, hingga rekrutmen PPPK, memperjuangkan tenaga honorer, dan yang paling penting adalah pelayanan publik.
Kedua, optimisme menuju persiapan Indonesia emas 2045. Ketiga, semangat tahun politik yang harus tetap selaras dengan pembangunan di seluruh pelosok daerah.
“Saya harap meski tahun politik kita harus mengawal pembangunan daerah yang tetap terkoordinasi dengan pusat. Pembangunan tidak boleh terhambat karena politik,” harapnya.
Sementara itu, Sekjen Kemendagri Suhajar Diantoro meminta kepada seluruh wali kota yang hadir untuk tetap komitmen melakukan pengendalian inflasi sesuai perintah Presiden RI Joko Widodo. Ia menegaskan, tingginya inflasi memengaruhi stabilisasi harga pangan di pasar.
Selain inflasi, seluruh kabupaten kota harus mulai mendesain kotanya dengan baik sehingga setiap kota dan kabupaten memiliki diferensiasi. “Buatlah brand kota sesuai dengan potensi dan keunggulan kita masing-masing,” ujarnya.
Sementara pesan dari Mendagri Tito Karnavian ialah saat ini ada 32 urusan pemerintah yang diserahkan kepada Pemda. Meliputi delapan urusan wajib dan 24 urusan pilihan. Kewenangan tersebut diharapkan bisa meningkatkan kreasi, inovasi, dan kemandirian, fiskal di daerah masing-masing sehingga kesejahteraan masyarakat bisa tercapai.
Sementara itu, Wali Kota Makassar Danny Pomanto menyampaikan, konsep panggung Apeksi yakni melingkar. Menandakan bahwa itu selaras dengan slogan Apeksi, yakni duduk bersama membangun sinergi untuk Indonesia.
“Dan kenapa seluruh wali kotanya di belakang dan di depan para tamu? Itu menandakan wali kota sebagai pemimpin yang mendahulukan masyarakat dari pada dirinya sendiri. Jadi semua punya makna. Itulah kegiatan Apeksi,” jelas Danny.
Orang nomor satu Makassar tersebut menekankan pentingnya peran kota-kota Indonesia dalam memajukan bangsa. Terlebih lagi, dari 96 wali kota anggota Apeksi, 85 wali kota akan mengakhiri jabatannya pada tahun ini dan tahun 2024 mendatang.
“Apeksi hari ini merupakan Apeksi yang sangat bersejarah. Terlebih kita berada pada rotasi kepemimpinan nasional. Tentu banyak aspirasi dan inspirasi dari kota yang dibutuhkan untuk membangun negeri dengan semangat sinergi,” ucap Danny Pomanto, sapaan akrabnya.
Dia juga menyampaikan bahwa Rakernas Apeksi ini menjadi platform penting bagi para pemimpin kota untuk berkolaborasi, berbagi pengalaman, dan mencari solusi inovatif dalam menghadapi tantangan perkotaan yang semakin kompleks.
Oleh karena itu, momentum Rakernas Apeksi ini juga bakal menghadirkan sosok-sosok calon pemimpin Indonesia untuk memperkuat kemitraan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah ke depan dalam mencapai tujuan bersama.
“Apeksi di bawah kepemimpinan Bima Arya berhasil mengundang calon pemimpin bangsa untuk berdiskusi di forum terhormat ini untuk menerima gagasan dari seluruh kota, yang saya kira ini sejarah. Karena sebelum para wali kota selesai bertugas, kita masih bisa berbuat untuk bangsa dan negara,” tandasnya. (rhm)

