MAKASSAR, BKM — Pemerintah Kota Makassar menyiapkan kuota sebanyak 2.914 untuk penerimaan Aparatur Sipil Negara (ASN) kategori Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Wali Kota Mohammad Ramdhan Pomanto menerangkan, pihaknya akan memanfaatkan kuota yang diberikan sebaik mungkin untuk merekrut tenaga yang berkompeten dalam melaksanakan tugas-tugas pelayanan publik.
Bahkan, kata orang nomor satu Makassar itu, pihaknya akan merekomendasikan teman-teman Laskar Pelangi yang berdedikasi untuk masuk dalam skala prioritas perekrutan.
“Alhamdulillah, tahun ini kita mendapatkan jatah hampir 3.000 orang, tepat 2.914 kuota. Saya akan rekomendasikan teman-teman Laskar Pelangi yang berdedikasi. Itu saya akan dorong duluan orang-orang yang sudah berdedikasi. Walaupun tesnya tetap tes di pusat,” kata Danny kepada wartawan saat ditemui di Rumah Sakit Daya, Senin (7/8).
Wali Kota Makassar dua periode itu mengaku bersyukur karena usulan kebutuhan Pemkot Makassar diakomodir sepenuhnya. “Alhamdulillah, pemerintah pusat mengakomodir usulan dan kebutuhan kita. Tidak ada dikurangi. Tidak dipangkas. Apa yang kita usulkan, diakomodir semua,” kata Danny.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Makassar Akhmad Namsum mengatakan, pekan lalu pihaknya diundang pemerintah pusat ke Jakarta untuk menjemput kuota PPPK yang akan diterima tahun 2023 ini. Dari kuota yang diberikan pusat, yang terbanyak akan diterima adalah formasi guru dan tenaga kesehatan.
“Untuk guru disiapkan 2.012 kuota. Sementara tenaga kesehatan 601. Sisanya tenaga teknis sebanyak 211 kuota. Totalnya 2.914,” ungkap Akhmad Namsum.
Dia melanjutkan, soal mekanisme, jadwal dan pelaksanaan seleksi, pihaknya masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat. Namun informasi yang berkembang, seleksi akan dilaksanakan akhir tahun ini.
“Rencananya seleksi ASN untuk formasi tahun 2023 akan dilaksanakan tahun ini. Masih dengan tetap menerapkan sistem CAT,” ungkap mantan Kepala Dinas Pertanahan itu.
Dia melanjutkan, pihaknya sudah bersurat ke Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) untuk memberikan skala prioritas kepada tenaga pendukung non ASN (Laskar Pelangi) dalam proses rekruitmen tenaga PPPK.
“Kami berharap ada kebijakan dari pemerintah pusat untuk memprioritaskan tenaga Laskar Pelangi dalam rekruitmen PPPK mendatang. Tentunya yang kami prioritaskan itu Laskar Pelangi yang berdedikasi dan memiliki pengabdian tinggi,” ungkapnya.
Saat ini tercatat jumlah Laskar Pelangi yang diberdayakan Pemkot Makassar sebanyak 12.890 orang. Dari angka tersebut, dibagi lagi menjadi tiga kategori. Ada yang masuk kategori tenaga operasional 24 jam, tenaga administrasi, dan tenaga teknis lainnya. (rhm)

