BARRU, BKM — Rasa cinta seorang anak terhadap ibunya ini tak terbantahkan lagi. Ia bahkan rela ikut mati setelah mengetahui ibu yang dicintainya telah meninggal dunia.
Peristiwa haru, sedih nan memilukan ini terjadi di atas Kapal Motor Penumpang (KMP) Awu-awu. Moda transportasi laut ini tengah menempuh perjalanan dari Batulicin, Kalimantan Selatan dengan tujuan Pelabuhan Garongkong, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.
Pelayaran berlangsung pada Kamis (26/5) siang. Di atas kapal ada Hj Sitti (64) yang menumpang bersama keluarganya.
Baru beberapa jam berlayar, awak kapal dan penumpang lainnya dikagetkan dengan peristiwa meninggalnya Hj Sitti sekitar pukul 12.00 WIB.
Malam pun tiba. Penumpang dan awak kapal kembali menerima kabar mengejutkan. Seorang penumpang bernama Jabaruddin (32) tiba-tiba melompat dari atas kapal. Jabaruddin tak lain anak almarhumah Hj Sitti.
Kuat dugaan, Jabaruddin berbuat nekat seperti itu setelah mengetahui ibunya meninggal dunia. Hingga KMP Awu-awu merapat di Pelabuhan Garongkong, Jumat siang (27/5), sosok Jabaruddin tak jua ditemukan.
Sebenarnya, ketika Hj Sitti baru saja meninggal di atas kapal, Turino yang menjadi kapten KMP Awu-awu sempat menawarkan kepada keluarga almarhumah, bahwa kapal masih bisa berbalik arah kembali ke Batulicin, karena perjalanan belum terlalu jauh. Hanya saja H Bado, suami Hj Sitti mengisyaratkan supaya perjalanan ke Garongkong dilanjutkan saja.
Ditemui sesaat setelah tiba di Pelabuhan Garongkong, kemarin, H Bado dengan nada sedih menceritakan ikhwal kepergian istri tercintanya untuk selama-lamanya.
”Ajina Jabar (Hj Sitti) lamami sakit. Dia tekanan darah tinggi. Pernahmi masuk rumah sakit waktu di Malaysia. Saya dan Jabaruddin kemudian bersepakat untuk pulang kampung ke Bontolempangan di Gowa,” tutur
Selain penyakit darah tinggi, almarhumah Hj Sitti juga menderita stroke. Karenanya, Jabaruddin bersama ayahnya kemudian mengantar ibunya pulang ke kampung halamannya.
Rupanya, ia sangat terpukul dengan kepergian ibu kandungnya itu. Pada malam sebelum melompat ke laut, Jabar sempat beberapa kali terlihat seperti orang bingung dan mengalami depresi.
Awalnya, ia berjalan sambil sesekali naik duduk di atas dek kapal sembari mengisap rokok. Bahkan Jabar sempat berujar ke ayahnya, H Bado dalam bahasa Makassar.
“Punna kammainne tasallowai kumatetong ajji. Passammi kupinawang ajjiku (kalau begini, tidak lama juga saya ikut mati aji),” tutur Jabar yang belum terima ibunya pergi secepat itu, seperti ditirukan H Bado.
H Bado memperkirakan anaknya melompat dari atas kapal ke laut sekitar pukul 21.00 WIB.
”Dia depresi mengetahui ibunya meninggal. Anaknya ada dua. Sudah ada yang sekolah di SMA di Gowa. Dia juga sudah mendaftar untuk menunaikan ibadah haji,” ujar Bado, yang mengaku sudah dua tahun merantau ke di Malaysia. Di Negeri Jiran itu ia bekerja di kebun kelapa sawit.
Komandan Pos Angkatan Laut Barru, Letda AL Agus Adi memperkirakan, korban Jabar melompat dari atas kapal ketika pelayaran masih berada di wilayah sebelah barat alur laut Kepulauan Indonesia di wilayah Kalimantan Selatan. Terkait kejadian ini, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Lantamal Batulicin, Basarnas dan ASDP.
“Kami masih terus berkoordinasi dan memantau proses pencarian korban,” aku Agus Adi.
Sementara Kepala ASDP Pelabuhan Garongkong, Idris yang dihubungi secara terpisah, menyatakan pihaknya sudah menangani proses administrasi kematian Hj Sitti.
”Berita acara kematiannya sudah kami buat dan telah dilaporkan ke Syahbandar. Termasuk beberapa dokumen yang akan dikirim ke Jasa Raharja untuk urusan asuransi korban meninggal dunia.
Begitu pula Jabaruddin yang terjatuh ke laut, sudah kami koordinasikan ke Lantamal Barru dan Batulicin, ASDP serta pihak Basarnas,” terang Idris.
Pihak Polres Barru melalui Kasat Reskrim AKP Nasri yang memantau langsung ke Pelabuhan Garongkong, saat dimintai keterangan, membenarkan adanya penumpang KMP Awu-awu yang meninggal dunia. Korban meninggal karena sakit, dan pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi.
“Sementara korban yang melompat dari atas kapal ke laut, kejadiannya masih di wilayah Provinsi Kalbar,” ujar Nasri. (udi/rus/b)
Ibu Meninggal di Kapal, Anak Terjun ke Laut
×

