GOWA, BKM — Praktik poliandri (memiliki suami lebih dari satu) memicu terjadinya pertumpahan darah. Tiga nyawa pun melayang dalam sehari.
Tragedi ini berlangsung di Dusun Pannujuang, Desa Kalemandalle, Kecamatan Bajeng Barat, Kabupaten Gowa, Minggu dinihari (1/10). Pemicunya, seorang ibu menikah siri dengan seorang remaja berusia 22 tahun. Padahal ia masih memiliki suami yang sah.
Karena perbuatan ibunya itu, seorang anak nekat mengamuk dan menyerang suami baru ibunya itu. Tiga orang menjadi korban. Pertama adalah FR (22), suami siri dari NI yang merupakan ibu dari terduga pelaku. Dua lainnya merupakan tetangga FR, masing-masing AT (60), seorang petani yang beralamat di Pannujuang, dan SP (40), warga Dusun Madalle, Desa Kalemandalle.
Kanit Jatanras Polres Gowa Ipda Herry Nugroho mengatakan, motif pembunuhan bermula dari penyerangan terhadap rumah korban, suami siri NI. Sebab, anak NI dari suami pertamanya merasa malu karena ibunya tersebut telah melakukan poliandri.
“Motifnya diduga karena terduga pelaku malu, sebab ibunya ternyata melakukan nikah siri dengan korban FR. Padahal NI belum cerai dari suami pertama. Bahkan mereka masih tinggal serumah. Saat ini kami sementara mengejar para pelaku yang identitasnya sudah kami ketahui,” kata Ipda Herry Nugroho saat dikonfirmasi, Kamis (5/10) sore.
Dijelaskan Ipda Herry Nugroho, polisi masih mendalami kasus ini. Kasus tersebut diawali penyerangan oleh terduga pelaku ke rumah korban di Dusun Mandalle. Selain menyerang dan membunuh FR, terduga pelaku yang bergerak tidak sendirian itu juga merusak rumah korban.
Sementara dua tetangga lainnya yang ikut jadi korban, yakni Abbas Tata dan Suaib Pasang awalnya hanya datang untuk menolong korban. Namun, keduanya malah menjadi sasaran penikaman oleh terduga pelaku dan para kerabatnya.
Sampai saat ini polisi sudah memeriksa tiga saksi.
Selain NI, ada dua tetangga lainnya yang diambil keterangan sebagai saksi yakni Sa (43), seorang penjual sayur di Pannujuang, dan Su (50) seorang PPL pertanian yang tinggal di Pannujuang.
NI saat dimintai komentarnya terkait kejadian ini menyebutkan jika dia sudah menikah dengan korban FR selama tiga tahun dan tidak dikaruniai anak. Dia mengaku tidak menyangka jika anaknya akan senekat itu.
Kini NI masih menjalani pemeriksaan atas kasus melayangnya tiga nyawa akibat perbuatannya melakukan poliandri. (sar)

