MAKASSAR, BKM — Ground breaking Masjid Hj Andi Nurhadi dan AAS International Hospital, Senin (9/10) berlangsung istimewa. Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin hadir langsung di lokasi yang berada di belakang markas Kodam XIV/Hasanuddin, tepatnya di Jalan Kesadaran VI, Kelurahan Panaikang, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar.
Dalam sambutannya, Wapres menyampaikan apresiasi terhadap pembangunan masjid ini. ”Masjid adalah peradaban Islam,” ujar Ma’ruf Amin.
Masjid yang akan dibangun ini berada di atas lahan seluas 2 hektare dan dapat menampung 20.000 ribu jemaah. Anggarannya ditaksir menghabiskan Rp500 miliar.
Masjid tersebut tak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, tapi juga akan menjadi pusat pengembangan peradaban Islam di Kawasan Timur Indonesia (KTI), bahkan Indonesia. Di samping itu, juga sebagai wadah pembentukan karakter pendidikan akhlak generasi penerus, tempat berkumpul dan menuntut ilmu, bertukar pengalaman, serta pusat dakwah umat Islam.
“Rencananya pembangunan akan kita lakukan tahun ini juga. Ini akan menjadi tabungan akhirat untuk saya dan keluarga. Kita akselarasi agar pembangunan masjid menjadi pembelajaran mendidik anak kita berakhlak baik,” ujar Andi Amran Sulaiman.
Tak hanya masjid, Amran juga akan membangun rumah sakit bertaraf internasional yang bisa menjadi RS rujukan di Kota Makassar. Dengan begitu, masyarakat yang hendak berobat tidak jauh-jauh ke luar negeri.
“Nanti ada juga rumah sakit skala internasional. Kita ingin mengubah peradaban. Untuk rumah sakit, orang dari berbagai provinsi bisa rujukan ke Makassar,” kata Amran.
Di kawasan terpadu ini kelak ada perguruan tinggi, SD, SMP, rumah sakit, tempat hafiz Al-Qur’an yang akan menjadi pusat pembentukan karakter generasi muda. Kawasan ini juga akan menjadi destinasi wisata, olah raga serta perdagangan. Mereka yang dididik di kawasan ini diharapkan mampu menguasai tiga bahasa, yakni Arab, Inggris dan Cina.
Luas lahan sekira 34 hektare dan memungkinkan mencapai 50 hektare. Sedang luas bangunan masjid di luar menara 2 hektare.
Founder Tiran Group dan AAS Foundation itu menyampaikan, nama masjid yang dibangunnya adalah nama ibu kandungnya. “Nama masjid ini kami ambil dari nama ibu saya, Andi Nurhadi,” kata kakak mantan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman itu.
Masjid yang dibangun Amran ini memiliki gaya arsitektur mirip kapal pinisi. Tema ini sengaja diambil sebagai simbol mata pencaharian masyarakat Makassar. Masjid ini memiliki kapasitas 20 ribu jemaah, 5 ribu di antaranya untuk jemaah perempuan.
Masjid ini juga memiliki menara dengan ketinggian mencapai 171 meter. Di puncak menara terdapat fasilitas plaza UMKM merupakan pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat di Makassar. Pelataran dalam Masjid Hajja Andi Nurhadi terinspirasi dari Kota Suci Madinah. Harapannya, masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat pengembangan peradaban peradaban Islam di kawasan Timur Indonesia.

“Saya mengajak seluruh pihak untuk mendukung pembangunan masjid dan rumah sakit ini, serta memastikan hasil pembangunan keduanya dapat terus terjaga dan terpelihara,” pungkas dia.
Hadir dalam acara ini keluarga besar Andi Amran Sulaiman, mantan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Pj Sekprov Sulsel Andi Muhammad Arsjad, para wali kota dan bupati se-Sulsel, IKA Unhas, Ketua MUI Sulsel, beberapa pimpinan OPD lingkup Pemprov Sulsel, dan sejumlah pejabat lainnya. (jun)

