MAKASSAR, BKM — Persiapan menyambut musim haji tahun 2024 di Sulawesi Selatan saat ini sudah berjalan. Bahkan, menurut Kepala Bidang (Kabid) Penyelenggaran Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Sulsel Ikbal Ismail, persiapan sudah masuk 40 persen. Untuk paspor calon jemaah haji (CJH) kini dalam tahap perampungan.
”Dari awal kami sudah menyampaikan kepada jemaah untuk lebih awal diproses paspornya. Laporan dari kabupaten/kota, sebagian besar 100 persen untuk paspor. Ada beberapa daerah yang sudah membawa paspor jemaah ke kami di Kanwil,” terang Ikbal dalam media gathering di Kantor Kemenag Sulsel, Sabtu (2/12).
Terkait pemeriksaan kesehatan untuk jemaah haji, kata Ikbal, segera dilakukan oleh Dinas Kesehatan Sulsel.
“Kami berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Sulsel), mereka menunggu instruksi dari Menteri Kesehatan pusat kapan dimulainya pemeriksaan kesehatan jemaah. Informasi yang kami dapat, Insyaallah dalam waktu dekat ini pemeriksaan kesehatan sudah dimulai,” ujar Ikbal.
Untuk pelaksanaan ibadah haji tahun 2024, Embarkasi Makassar rencananya akan mulai memberangkatkan jemaah pada 12 Mei 2024.
Indonesia mendapat kuota haji sebesar 241 ribu jemaah.
Jumlah ini sudah termasuk tambahan kuota sebanyak 20 ribu jemaah.
Ikbal menambahkan, Sulsel turut mendapat alokasi tambahan jemaah.
Semula, daerah ini memiliki kuota sebanyak 7.272 jemaah di tahun 2024.
“Sekaitan tambahan kuota 20 ribu jemaah itu, Alhamdulillah Sulsel mendapatkan kuota sekitar 861 jemaah. Nanti akan kita bagi ke daerah sesuai aturannya. Kalau sudah masuk tambahan, totalnya kuota nantinya sebanyak 8.133,” jelas Ikbal.
Diketahui, Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2024 diputuskan naik. BPIH tahun 2023 sebesar Rp90.050.637, kemudian naik menjadi Rp93.410.286 tahun depan. BPIH terdiri dari Biaya Perjalanan Haji (Bipih) yang bersumber dari jemaah serta nilai manfaat dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).
Sementara itu, jumlah Bipih dibayar jemaah sebesar Rp56.046.172 atau 60 persen dari BPIH. Bipih ini mencakup biaya penerbangan, akomodasi di Mekkah dan sebagian di Madinah serta living cost.
Nilai manfaat menanggung Rp37.364.114 atau 40 persen.
Besaran nilai manfaat digunakan sebagian akomodasi di Madinah, konsumsi dan transportasi, layanan masyair, layanan dalam negeri, perlindungan, asuransi dan dokumen.
Daftar Tunggu
Kanwil Kemenag Sulsel mencatat, per 1 Desember 2023 jumlah calon jemaah haji yang masuk dalam daftar tunggu atau waiting list sebanyak 245.060 orang.
Jumlah tersebut tersebar di 24 kabupaten/kota yang ada Sulsel.
Berdasarkan data Kanwil Kemenag Sulawesi Selatan, lima kabupaten/kota dengan jumlah daftar tunggu atau waiting list jemaah terbanyak yakni Makassar 42.973 orang, Bone 26.693 orang, Gowa 20.982, Wajo 15.428, dan Pinrang 14.574.
Untuk jumlah kuota jemaah haji Sulsel yang akan diberangkatkan tahun 2024 mendatang, pihak Kanwil Kemenag Sulsel mengaku pihaknya masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat.
Nantinya, setelah ada kuota jemaah haji untuk Sulsel, barulah kuota tersebut dibagi per kabupaten/kota. “Nanti pembagiannya kalau sudah fix dari pusat, lalu kami bagi ke daerah,” kata Ikbal Ismail. (jun)

