pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Penerbangan Bersubsidi Minim Penumpang

Rute Dievaluasi, Dialihkan ke Bandara Lain

MAKASSAR, BKM — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan mengevaluasi subsidi rute penerbangan ke daerah yang minim penumpang. Salah satu indikatornya adalah tingkat keterisian penumpang yang tidak mencapai 50 persen.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sulsel Erwin Sodding, menyebut setidaknya ada lima rute penerbangan bersubsidi yang bakal dievaluasi. Yakni rute Makassar-Masamba, Masamba-Sorowako, Makassar-Bone, Makassar-Selayar, dan Bone-Kendari.

“Evaluasi kemarin itu ada beberapa rute yang tingkat keterisian penumpangnya tidak di atas 50 persen. Karena itu mungkin orang lebih pilih prepare naik pesawat udara dibanding naik mobil,” ujar Erwin, Kamis (11/1).

Namun, Erwin tidak mengungkapkan rute penerbangan yang minim penumpang. Dia mengatakan, data tersebut akan disampaikan ke publik setelah proses evaluasi rampung.

“Belum bisa saya sebutkan datanya sekarang. Saya akan kasih dalam waktu dekat,” katanya.

Erwin menerangkan, evaluasi ini akan berdampak kepada jumlah frekuensi penerbangan di rute yang ambang batas bawahnya tidak memenuhi 50 persen. Seperti, dari tiga kali penerbangan dalam sepekan menjadi satu kali.

“Dievaluasi mungkin frekuensinya yang dikurangi. Frekuensi yang tahun lalu misalnya tiga kali seminggu, diubah jadi sekali seminggu,” ungkapnya.

Kebijakan ini diberlakukan agar subsidi rute penerbangan betul-betul tepat sasaran dan dirasakan dampaknya oleh masyarakat. Di sisi lain, langkah ini juga untuk menghindari pemborosan terhadap anggaran belanja daerah yang tidak efektif.

“Kasihan juga ini kita pakai uang negara yang kemudian nanti tidak menyentuh langsung ke masyarakat karena faktor keterisian penumpang yang terbatas. Ketika subsidinya tidak tepat sasaran dengan tingkat keterisian penumpang yang tidak sesuai dengan jumlah kursi, takutnya jadi pemborosan,” lanjut Erwin.

Dengan demikian, Erwin menyebut subsidi rute penerbangan yang dikurangi jumlahnya itu akan dialihkan ke rute lainnya. Yakni rute penerbangan yang memiliki permintaan lebih banyak seperti rute Makassar-Selayar.

“Iya dialihkan ke rute lain. Karena ada rute lain yang padat sekali sampai waiting list penumpang. Contoh Selayar itu waiting list. Karena pertama kan dua kali orang dua moda transportasi yang dia harus pakai. Harus lewat laut sama darat,” ucapnya.

Di samping itu, Erwin juga mengatakan subsidi pesawat untuk lima rute penerbangan di Sulsel ditambah jadi Rp26 miliar. Pemberian subsidi nantinya tetap mempertimbangkan hasil evaluasi rute penerbangan yang low factor-nya tidak mencapai 50 persen.

“Naik (subdisinya). Karena kan rasio frekuensinya kita tambah. Karena dulu Rp20 miliar itu kita mulai di bulan lima,” jelasnya.

Dia menyebut subsidi rute penerbangan sebesar Rp 26 miliar itu akan diterapkan beberapa bulan ke depan. Tepat setelah Pemprov Sulsel melakukan pembicaraan kontrak dengan vendor untuk tahun ini.

“(Subsidi penerbangan) Rp26 miliar ini, tapi tidak di bulan Januari. Bisa jadi di Februari atau Maret itu bisa mulai. Ini kan baru kita pembicaraan kontrak dengan pihak vendor,” pungkas Erwin.

Bandara Baru

Minimnya penumpang pesawat, tidak menyurutkan Pemprov Sulsel untuk membuka bandara baru di Sulsel. Bandara baru bakal hadir di Kabupaten Bulukumba. Kepala Dinas Perhubungan Sulsel Andi Erwin Terwo, menyebutkan pembangunan bandara di Bulukumba akan dimulai awal tahun 2024 ini.

Bandara tersebut bakal dibangun di kawasan wisata Pantai Bira.

“Segera dibangun Bandara Bira (Bulukumba). Tahun ini juga dibangun,” ujarnya, Kamis (11/1).

Dia menambahkan bahwa proses pembebasan lahan sementara berlangsung. Dirinya juga telah berkomunikasi dengan Bupati Bulukumba. Meskipun spesifikasi pembangunan bandara belum dijelaskan secara rinci, Andi Erwin Terwo memastikan bahwa proses pembebasan lahan masih berlanjut.

Ini merupakan langkah positif untuk mendukung pengembangan infrastruktur pariwisata di Sulsel.
Selain itu, bandara lain di Sulsel, yaitu Bandara Arung Palakka Bone, telah siap melayani penerbangan dengan jenis pesawat ATR setelah proyek landasan pacu selesai pada akhir Desember 2023.

Kepala UPBU Arung Palakka Semuel T Duma, menjelaskan bahwa bandara tersebut dapat melayani pesawat ATR 72 dengan landasan pacu berpanjang 1.400 meter.

Pemerintah Kabupaten Bone telah mengajukan permohonan bantuan subsidi penerbangan pesawat ATR kepada Pemprov Sulsel. Kepala Dinas Perhubungan Bone Andi Ikbal, berharap bahwa dengan adanya landasan pacu, pesawat besar seperti ATR dapat dioperasikan. Bahkan, rencananya bandara ini akan dikembangkan lebih lanjut agar pesawat jenis Boeing dapat mendarat di Bone. (jun)



×


Penerbangan Bersubsidi Minim Penumpang

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link