pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Appi-Indira, Siapa 01?

Danny: Kita Pilih yang Berpotensi Menang

MAKASSAR, BKM — Dua politisi dan tokoh telah bertemu untuk meningkatkan langkah guna berpasangan pada kontestasi pemilihan wali kota (pilwali) Kota Makassar, 27 November 2024 mendatang. Mereka adalah Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi dengan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar Indira Yusuf Ismail.
Pertemuan keduanya diinisiasi oleh Mohammad Ramdhan Pomanto yang tak lain adalah Wali Kota Makassar dua periode ini, sekaligus suami dari Indira Yusuf Ismail.
Informasi yang dikumpulkan koran ini, pertemuan ulang itu sangat terkait dengan pembicaraan koalisi tentang siapa yang layak menjadi calon wali kota Makassar atau 01 dan siapa yang kelak menduduki posisi calon wakil wali kota atau 02.
Yang menarik dalam pertemuan itu adalah soal seperti apa hasil survei keduanya nanti.
Danny disebut legowo bila Indira Yusuf Ismail ditempatkan pada posisi 02 atau calon wakil , bilamana elektoral atau tingkat elektabilitas (keterpilihan) Appi yang lebih tinggi. Namun sebaliknya, apabila elektoral Indira yang lebih unggul, apakah Appi juga bersedia menjadi calon wakil.
Hingga kini, belum diketahui apakah Appi memberikan respons sebagaimana yang diisyaratkan oleh Danny Pomanto yang juga bakal calon gubernur Sulsel ini.
Sebelumnya, Indira Yusuf Ismail juga telah bertemu dengan Ketua Fraksi Golkar DPRD Sulsel Rahman Pina, Abd Rahman Bando serta bakal calon lainnya.

Jika Appi dan Indira jadi berpasangan, maka akan terjadi koalisi gemuk. Paling tidak Appi membawa Partai Golkar yang mengontrol enam kursi di DPRD Makassar, sementara Indira bisa membawa Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang masing-masing mengontrol lima kursi. Sementara syarat minimal untuk maju di pilwali Makassar yakni 10 kursi.
Hanya saja, sampai sekarang Appi yang juga calon anggota DPRD Sulsel terpilih belum mendapat sinyal maju dari sang mertua, yakni HM Aksa Mahmud. Padahal, Appi sejak awal telah mendapat surat tugas dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar serta restu dan dukungan dari sang ipar yang juga Wakil Ketua Umum DPP Golkar Erwin Aksa. Menurut Erwin Aksa, demi menjaga muruah partai, Appi harus tegak lurus menyikapi rekomendasi DPP Golkar, yakni maju di pilwali.
Danny Pomanto yang dikonfirmasi, mengaku belum ada pembicaraan untuk berpasangan di pilwali antara Appi dan Indira. ”Belum ada,” tulisnya melalui pesan WA, kemarin sore.

Diakuinya, pertemuan antara Indira dan Appi memang pernah dilakukan, namun itu sudah cukup lama terjadi. ”Kalau yang baru-baru tidak ada, karena kami juga baru pulang dari luar daerah.
Belum ada pembicaraan dengan Appi terkait paket Indira dan Appi di Pilwalkot,” ungkap Danny. Menurutnya, semua calon
yang ada berpeluang untuk maju bersama Indira di pilwali. Intinya, Indira pasti akan berpaket dengan calon yang punya peluang untuk menang.

“Jadi semua berpeluang. Tapi tentu kita akan pilih yang berpotensi menang,” tandasnya.
Danny menambahkan, saat ini Indira sudah mendapat dukungan dari PPP dan tidak lama lagi menyusul PDIP. Jika dua parpol tersebut sudah resmi menyatakan dukungan ke Indira, otomatis istri Wali Kota Makassar itu sudah bisa maju di kontestasi pilwali Makassar.
Pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif PT Nurany Strategic Dr Nurmal Idrus, Minggu (9/6) mengemukakan bahwa ada banyak faktor yang biasa membuat terjadinya perubahan komposisi pasangan di sebuah kontestasi. Salah satunya adalah hasil survei pendahuluan.
Namun, bukan hanya faktor survei yang bisa dijadikan dasar. Tetapi, faktor kemampuan membangun jaringan, kendaraan politik dalam hal ini dukungan parpol dan kemampuan finansial. “Saya pikir itu semua tergantung kesepakatan mereka berdua dalam memperhitungkan faktor-faktor itu,” ujar Nurmal Idrus yang pernah menjadi ketua KPU Kota Makassar. (rif)




×


Appi-Indira, Siapa 01?

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link