pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Sprei Basah, Kondom dan Wanita Tanpa Busana di Dalam Kamar

MAKASSAR, BKM — Bulan ramadan tidak menghalangi 15 pasangan bukan suami istri ini untuk berbuat mesum. Merekapun terjaring razia yang dilakukan tim gabungan Dinas Sosial, Polrestabes Makassar dan Satpol PP.
Penggerebekan di sejumlah tempat berbeda mulai dilakukan Minggu dinihari (19/6) pukul 00.15 Wita. Tim gabungan menyisir penginapan dan wisma yang selama ini dilaporkan menjadi tempat melakukan perbuatan esek-esek.
Di Wisma Topaz Jalan Topaz, didapati lelaki dan perempuan yang sedang berduaan di dalam kamar. Saat ditanyai oleh petugas, keduanya berusaha menghindar dan mengaku kalau mereka berdua masih punya hubungan keluarga.
Padahal, ketika tepergok oleh petugas, sang wanitanya mengenakan busana yang begitu seksi. Umur perempuan tersebut masih terbilang muda, berkisar 20-an tahun. Sementara prianya sudah berusia 40-an tahun.
Meski terus berkilah, namun tim gabungan tetap menggiring keduanya ke Balai Kota untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Sebab saat dimintai bukti surat keterangan nikah, mereka tidak mampu memperlihatkannya.
Usai di Wisma Topaz, tim gabungan melanjutkan razia di pondok elite yang ada di Kecamatan Panakkukang. Di tempat ini, sepasang sejoli tertangkap basah berbuat mesum.
Saat kamar mereka diperiksa, ditemukan sebuah kondom bekas pakai. Selain itu, sprei tempat tidur terlihat basah yang diduga cairan sperma.
Saat digerebek, wanita yang ada di dalam kamar itu didapati tidak mengenakan busana. Karena kaget, diapun lari masuk ke dalam kamar mandi sambil membawa pakaiannya untuk dikenakan. Sementara prianya hanya menutupi tubuhnya dengan menggunakan sprei.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Muchtar Thahir mengatakan, dari razia di lima titik, tim gabungan berhasil menjaring 15 pasangan.
Dari jumlah itu, dua pasangan diantaranya tergolong di bawah umur. Mereka yang berasal dari Kabupaten Takalar ini tepergok berbuat mesum saat penggerebekan berlangsung,.
”Mereka yang terjaring razia akan dilakukan pembinaan. Jika ada diantara mereka sudah kerap beroperasi sebagai wanita panggilan, kita akan kirim ke Panti Mattirodeceng,” kata Muchtar Thahir.
Khusus dua pasangan yang masih di bawah umur dan terjaring razia, Muchtar mengaku akan memanggil kedua orangtuanya. Mereka diberi kesempatan untuk melakukan pembicaraan demi kebaikan anak-anaknya.
Mantan Kabag Humas Pemkot Makassar ini, mengakui razia yang digelar oleh tim gabungan ini bertujuan untuk memerangi penyakit masyarakat, khususnya di bulan ramadan. Sebab sudah banyak laporan yang diterima adanya praktik prostitusi di wisma dan penginapan pada bulan puasa ini.
”Kami terima laporan dari teman-teman ormas, bahwa kerap terjadi perbuatan mesum di wisma dan pondok. Laporan itu kami langsung tindaklanjuti. Hasilnya, ada 15 pasangan yang terjaring,” terangnya.
Lalu sanksi apa yang akan diberikan kepada pemilik wisma dan pondokan yang dijadikan tempat berbuat mesum? Muchtar Thahir berjanji akan berkoordinasi dengan SKPD terkait untuk mempertimbangkan pencabutan izin usahanya, karena telah melanggar perda.
”Pasti akan ada tindakan tegas terhadap usaha yang melanggar. Kami akan koordinasikan dengan Disperindag,” kata Utta, sapaan akrab Muchtar Thahir. (ish/rus)




×


Sprei Basah, Kondom dan Wanita Tanpa Busana di Dalam Kamar

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar