MAKASSAR, BKM — Pasangan bakal calon gubernur/wakil gubernur Sulsel Mohammad Ramdhan Pomanto-Azhar Arsyad, bersama pasangan bakal calon wali kota-wakil wali kota Makassar Indira Yusuf Ismail-Ilham Ari Fauzi rencananya akan melakukan pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) hari ini, Kamis (29/8). Pendaftaran dua pasangan calon kepala daerah di tingkat provinsi dan kota tersebut dilaksanakan usai salat zuhur.
Titik start dua pasangan calon tersebut diawali di kediaman pribadi bakal calon gubernur Danny Pomanto dan bakal calon Wali Kota Makassar Indira Yusuf Ismail di Jalan Amirullah, Makassar. Danny mengatakan, pihaknya akan menggunakan becak menuju ke KPU Sulsel. Ada dua becak yang akan disiapkan.
Rute yang akan ditempuh adalah dari Amirullah melewati Jalan Rusa, Jalan Veteran (Masjid Raya) tembus ke Jalan Urip Sumoharjo. Dari Amirullah ke Masjid Raya, rombongan akan didampingi relawan sektor Mamajang.
Selanjutnya dari Masjid Raya akan bergabung tim dan relawan dari Kecamatan Bontoala. Kemudian sama-sama ke AP Petta Rani di depan Ramayana. Di sana, tim dan relawan dari beberapa kecamatan. Dari depan Ramayana, Danny-Azhar akan menggunakan becak menuju ke KPU Sulsel.
“Sementara untuk tim dari Kecamatan Mariso, Manggala, dan Tamalate kami arahkan untuk ikut bergabung pada saat deklarasi di tugu MNEK,” ujarnya.
Danny mengatakan, alasan menggunakan becak karena dia adalah representatif dari rakyat biasa, anak lorong. Danny Pomanto akan didampingi istrinya Indira Yusuf Ismail saat mendaftar di KPU. Selain itu, ada pula pimpinan partai pengusung tingkat daerah (PDIP, PKB, PPP).
Ia memperkirakan jumlah relawan yang akan mengantarnya untuk mendaftar di KPU Sulsel paling sedikit 20 ribu orang. “Yang saya lihat itu 40.000 orang, tapi minimal itu 20.000 lah. Sebenarnya saya minta dibatasi saja. Tapi kan logikanya anggotanya ibu saja itu sudah 23.000 orang,” jelas Danny.
Usai melakukan pendaftaran di KPU Sulsel, Danny akan menemani sang isteri Indira Yusuf Ismail untuk mendaftar di KPU Makassar di Jalan Perumnas Antang.
Usai resmi mendaftar, pasangan pilgub Sulsel dan pilwali Makassar ini akan melakukan deklarasi di Anjungan Losari hingga CPI. Salat magrib berjemaah, doa dan zikir akan dilakukan di Masjid 99 Kubah. Deklarasi dilakukan setelah agenda doa tersebut. Dipusatkan di kawasan MNEK CPI.
Ribuan gerobak pedagang kaki lima (PKL) diborong Danny Pomanto, masyarakat yang hadir bisa menikmati sajian gerobak secara gratis.
“Kami makan malam di atas Pinisi. Masyarakat makan malam sepanjang MNEK. Semua gerobak saya kasih masuk. Terus, ada 20-25 ribu biji jagung kita borong dari Takalar. Jadi seperti pesta rakyat,” ujarnya.
Selain mendapatkan usungan partai yang memiliki kursi di parlemen, Danny juga diusung beberapa partai non parlemen. “Ada empat partai non parlemen yang rencana bergabung. Sebentar malam (tadi malam) akan datang menyerahkan B1.KWK. Partai yang gabung seperti Partai Buruh dan PBB,” tambah Danny.
Sementara itu, Tim Pemenangan Pasangan Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Danny Pomanto-Azhar Arsyad (DIA) optimis bakal memenangkan kantong-kantong suara di kawasan Luwu Raya. Kawasan Eropa (Enrekang, Toraja, Palopo dan sekitarnya), termasuk Luwu Raya, merupakan medan pertempuran penting bagi dua kandidat bakal calon gubernur Sulsel 2024.
Tak heran, tim pemenangan pasangan Danny-Azhar telah membentuk jaringan berbasis keluarga hingga ke tingkat dusun, untuk mengamankan suara di Bumi Sawerigading itu.
“Di Luwu Raya kita sudah bentuk jaringan keluarga hingga ke struktur paling bawah berbasis dusun,” kata LO Danny Pomanto, Muhammad Idris Ahmad, Rabu (28/8).
Idris –sapaan akrab Muhammad Idris– membeberkan, jauh sebelum pasangan Danny-Azhar (DIA) dinyatakan fiks bertarung di pilgub Sulsel 2024, Danny Pomanto telah memiliki jaringan pemuda, tokoh masyarakat dan komunitas yang telah mendaftarkan diri menjadi tim pemenangan.
Dengan jaringan tersebut, ia optimistis suara-suara di kawasan Eropa, termasuk Luwu Raya bisa dimenangkan oleh pasangan DIA.
“Mereka ingin menyelamatkan Sulsel, menyelamatkan demokrasi. Mereka menginginkan Pak DP membangun Sulsel lebih baik lagi,” ucap Idris.
Kemarin, Polda Sulsel menghadirkan Penjabat Gubernur Sulsel Prof Zudan Fakhrulloh, Kapolda Sulsel Irjen Pol Andi Rian Djajadi, Mayjen TNI Bobby Rinal Makmun dan Forkopimda Sulsel lainnya serta Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengikuti kegiatan Cooling System Dalam Rangka Deklarasi Pilkada Damai Tiga Pilar Lurah/Kades, Babinsa dan Bhabinkamtibmas di Lapangan Karebosi.
Pj Gubernur Zudan mengapresiasi acara ini lantaran mempertemukan setiap tiga elemen yang menjadi pilar dalam mewujudkan pilkada damai. “Ini sangat bagus sekali mempertemukan setiap elemen masyarakat. Insyaallah dengan begini urusan se-Sulsel bisa diselesaikan,” kata Zudan pada sela-sela acara.
Dia menyampaikan dengan rasa cinta kepada republik ini, jaga Sulsel, maka dia mengajak bersama-sama bersatu menjaga karena kecintaan terhadap Sulsel. “Wujud dari rasa cinta ialah menjaga,” ucapnya.
Juga dengan pesta demokrasi ini, sebut dia, ialah dengan ajang bergembira dalam memilih pemimpin, bukan sebaliknya. “Berpolitik secukupnya, bersaudara selamanya,” pesannya.
Hal senada disampaikan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto. Ia memastikan bahwa pihaknya bersama tiga pilar yakni lurah, Bhabinkamtibmas dan Babinsa mendukung jalannya pilkada yang adil, aman dan damai. Bersama-sama 153 lurah, 153 Bhabinkamtibmas, 153 Babinsa, ia menegaskan siap mengawal pilkada 2024 hingga tahapan selesai. (rhm)

