pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Sanksi Bagi Kader Pengkhianat

PDIP Bentuk Pasukan Kamikaze Untuk Menangkan DIA

IST RAKERDASUS-Fungsionaris DPD PDIP Komarudin Watubun bersama cagub Sulsel Moh Ramdhan Pomanto pada Rakerdasus PDIP di Hotel Claro Makassar, Jumat (27/9). Kegiatan ini dihadiri para calon kepala daerah di Sulsel yang diusung PDIP.

MAKASSAR, BKM — Ketua DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sulsel Ridwan A Wittiri memerintahkan seluruh kader partai moncong putih untuk memenangkan pasangan calon gubernur Sulsel Mohammad Ramdhan Pomanto-Azhar Arsyad (DIA) di pilgub Sulsel. Penegasan itu disampaikan Ridwan dalam Rapat Kerja Daerah Khusus (Rakerdasus) PDI Perjuangan di Hotel Claro Makassar, Jumat (27/9).
Rakerdasus yang mengusung tema Kebenaran Pasti Menang dihadiri pengurus DPD Sulsel dan DPC PDIP kabupaten/kota, serta seluruh calon kepala daerah usungan partai ini. “Semua satu komando untuk menangkan Danny Pomanto-Azhar Arsyad di pilgub Sulsel,” kata Ridwan.
Dia mengatakan, untuk memenangkan pasangan calon nomor urut satu itu, dia telah menginstruksikan pembentukan komandan teritorial dan pasukan kamikaze partai yang akan bertempur mati-matian untuk memenangkan pertarungan.

“Untuk struktural PDI Perjuangan, saya sudah instruksikan bentuk komandan teritorial dan pasukan kamikaze partai yang akan mati-matian memenangkan Danny-Azhar di pilgub Sulsel,” tegasnya.
“Saya pastikan jika ada yang tidak sungguh-sungguh dan berkhianat, tunggu sanksinya. Jangan main-main, ya,” tambah Ridwan Wittiri.
Menurutnya, tidaklah cukup hanya mengandalkan kekuatan serta kemampuan personal calon jika ingin memenangkan kontestasi gubernur dan wakil gubernur yang diusung. Akan tetapi PDI-Perjuangan harus mempersiapkan dan menjalankan strategi untuk menghadapi lawan.

Hal senada disampaikan fungsionaris DPD PDIP Komarudin Watubun. Kata dia, partai akan menyiapkan sanksi bagi kader yang tidak mendukung pasangan DiA.
“Jadi semua kader harus bekerja memenangkan calon gubernur dan wakil gubernur Pak Danny- Azhar. Jangan main-main, karena pasti ada sanksinya bagi kader yang main-main,” ucap Komaruddin Watubun yang membuka Rakerdasus Bertema Satyam Eva Jayate.

Komarudin yang menjabat sebagai ketua Bidang Kehormatan DPP PDIP menyampaikan bahwa meskipun PDIP mengalami banyak polemik dalam mengusul kader pada pilkada serentak, baik pemilihan gubernur dan wakil gubernur karena ada sekelompok yang merasa berkuasa, namun karena sudah jalan Tuhan maka semua dimudahkan. Termasuk mengusung kader di pilgub Sulsel.
“Ini sudah jalan Tuhan, maka kebenaran ditunjukkan. Karena dengan adanya kelompok yang menguasai partai, tapi ada putusan Mahkamah konstitusi (MK) di akhir yang menyelamatkan demokrasi Indonesia. Karena republik ini tidak boleh dikuasai oleh keluarga atau kelompok,” tandas Komaruddin.

Dirinya mengingat tanggal 28 Agustus pukul 11.55 Wita di Hotel Claro telah menyerahkan KTA (Kartu Tanda Anggota) kepada Danny Pomanto. “Dan hari ini (kemarin) saya pidato di depan calon gubernur Sulsel. Kalau Tuhan sudah beri jalan bagimu maka jangan setengah-setengah berjuang. Harus gass poll,” pintanya.
“Kalau teman-teman mau bekerja keras dengan memilih gubernur dan bupati yang benar, maka kalian menentukan masa depan Sulawesi Selatan dengan benar,” ucapnya memberi semangat.
Oleh karena itu, dirinya berharap perjuangan ini tidak sekadar kumpul cerita di ruangan. Melainkan bagaimana tim mengerjakan sampai di level TPS. Karena pemilu yang baik itu harus dilakukan dari rakyat yang cerdas dan penyelenggara yang benar.
“Kalau penyelenggara sudah berpihak itu sangat berbahaya. Kita tahu hari ini kita masih berhadapan kelompok yang merasa berkuasa, tapi harus kita lawan. Ciri banteng lawan, lawan, lawan dan saya bagian dari perlawanan itu,” pungkasnya.

Disambut Gerimis

Sementara itu, calon gubernur Sulsel Moh. Ramdhan Pomanto menandai dimulainya kampanye pilgub dengan berkunjung ke Masjid Tua Baitul Muqaddis, Sanrobone, Kabupaten Takalar. Kunjungan ini sekaligus menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw di masjid kuno nan bersejarah tersebut. Sebelumnya, Danny melakukan ziarah ke sejumlah makam raja-raja yang berada di kompleks masjid.8
Yang menarik, kehadiran wali kota Makassar dua periode itu di Sanrobone disambut dengan hujan gerimis. Sejumlah warga mengatakan, itu merupakan hujan kali pertama dalam tujuh bulan terakhir.
“Alhamdulillah, turun hujan. Insyaallah, ini isyarat baik keberkahan. Semoga kehadiran Pak Danny menjadi pertanda perjuangan ini diberkahi oleh Allah dan kita diberikan kemenangan untuk menyelamatkan Sulsel,” kata salah seorang tokoh pemuda setempat, Abdullah Hasan.

Usai kegiatan di Masjid Tua Baitul Muqaddis, Danny dan rombongan kemudian dijamu santap siang di kediaman salah seorang tokoh masyarakat. Usai santap siang, rombongan bertolak kembali ke Makassar.
Untuk diketahui, pada setiap kunjungan Danny ke daerah-daerah, ia selalu menyempatkan diri berziarah ke makam-makan tokoh bersejarah yang ada di daerah itu.
Danny juga selalu antusias menyambangi bangunan bersejarah yang menjadi peninggalan leluhur, seperti masjid, petilasan ataupun makam-makam kuno para leluhur yang dihormati masyarakat setempat.
Hal tersebut merupakan wujud perhatian dan kepedulian Danny Pomanto terhadap kekayaan budaya dan kearifan lokal yang ada di daerah ini. Bagi Danny, kebudayaan adalah kekayaan daerah yang harus terus dilestarikan, juga perlu dimajukan mengikuti perkembangan zaman. Hal ini termasuk dalam program strategis yang diusung DiA untuk Sulsel yang lebih baik. (jun-rhm)



×


Sanksi Bagi Kader Pengkhianat

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link