PERNAH menjadi korban bullying, kini Diah Arum Paramitha merancang sebuah program advokasi untuk mengurangi praktik perundungan. Dengan predikat sebagai juara pada ajang Miss Mega Bintang Indonesia, ia berharap program tersebut.
MISS Mega Bintang Indonesia merupakan kontes kecantikan nasional yang diselenggarakan sebagai wadah bagi perempuan Indonesia untuk menunjukkan potensi mereka di bidang kecantikan, fashion, entertainment, dan sosial. Hadir dalam siniar untuk kanal Youtube Berita Kota Makassar, cewek yang akrab disapa Diah ini menceritakan pengalamannya sebagai perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan yang berprestasi di ajang pageant tingkat nasional.
Di awal wawancara Diah mengaku tengah bernostalgia. Sebab ia pernah menjalani masa PKL di Harian Berita Kota Makassar. ”Ya, saya pernah PKL di sini, dan nuansa kehangatannya masih sama,” ujarnya.
Sebelum berprestasi dalam kontes Miss Mega Bintang Indonesia, Diah telah mengukir sederet prestasi di ajang pageant. Seperti Duta Persahabatan Kabupaten Gowa, finalis Duta Keselamatan Jalan Sulselbar, hingga Putri Budaya Provinsi Sulawesi Selatan.
Diah menyampaikan alasannya menekuni dunia peagent. Ia merasa tertantang, sebab orang-orang di sekitarnya pernah menilainya hanya mahir di depan komputer sebagai desain grafis. Dirinya bahkan pernah diremehkan tidak bisa tampil dihadapan publik. Hal itulah yang kemudian menjadi motivasinya untuk terus belajar.
Ditanya alasannya mengikuti event Miss Mega Bintang Indonesia, Diah mengungkapkan jika ajang tersebut merupakan platform yang cocok untuk memberikan informasi kepada semua kalangan masyarakat untuk mengampanyekan stop bullying. Sebagai orang yang pernah menjadi korban bullying, dirinya ingin memberikan inspirasi kepada orang-orang, khususnya anak-anak sekolah untuk bisa bangkit dan menghentikan perilaku seperti itu. ”Jadi saya ingin menginspirasi agar korban bullying bisa bangkit,” tandasnya.
Diah mengaku pernah menjadi korban bullying. Dirinya kerap diledek karena berkulit gelap. Bahkan pelaku kerap menjauhinya dan cenderung tidak mengajaknya bila bepergian.
Namun kini, setelah melihatnya berkembang di dunia pageant, mereka yang pernah melakukan perundungan pada dirinya berbalik dengan mengucapkan selamat atas pencapaiannya.
Diah lalu menggmbarkan tentang Miss Mega Bintang Indonesia yang pernah diikutinya. Menurutnya, event ini merupakan wadah bagi perempuan dalam mengembangkan potensi dirinya. Khususnya dari segi minat dan bakat.
Sebagai orang yang pernah diremehkan oleh orang-orang di sekitarnya, Diah berpesan untuk menjadikan omongan tersebut sebagai motivasi. “Kita harus jadikan omongan orang lain sebagai motivasi. Sebab ketika kita bermimpi maka kita harus mewujudkannya,” tandasnya.
Diah mengaku memang bercita-cita menjadi seorang model. Karena itu dirinya tekun dan konsisten dalam mengikuti ajang-ajang modeling. Ia pun senang dengan pencapaiannya sekarang. Namun, ia bertekad untuk terus menekuni dunia modeling guna mewujudkan impiannya.
Selain rutin mengikuti ajang pageant, Diah juga telah membintangi beberapa film Youtube. Seperti Toraja in Love, Romansa Bantinmurung, Tettaku, hingga Preman Jatuh Cinta.
Diah merupakan sosok gadis multi talenta. Ia juga mahir dalam desain grafis serta menulis. Bakal melukisnya ditampilkannya pada sesi penampilan bakat pada ajang Miss Mega Bintang Indonesia di Bandung, yang berlangsung selama empat hari.
Keluar sebagai juara lima dalam ajang tersebut, Diah dan rekan-rekannya kini tengah merancang program advokasi guna mensosialisasikan sikap anti bullying ke sekolah-sekolah. Dengan apa yang dilakukannya ini, ia berharap praktik perundungan dapat dicegah sejak dini. Sebab perilaku seperti itu berdampak negatif terhadap mentalitas seseorang.
“Bullying mengakibatkan anak-anak menjadi takut ke sekolah, sehingga hal ini harus disuarakan,” tegasnya.
Di akhir wawancara, Diah memberikan motivasi agar setiap orang berani untuk bermimpi, sebab tidak ada impian yang sia-sia. (yus)

