pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Karena Historis, Bertahan dengan Nama dari Perintis

Mengunjungi SMKT Somba Opu, Gowa

SEKOLAH Menengah Kejuruan (SMK) adalah salah satu bentuk satuan pendidikan formal. Saat ini SMK sudah banyak ditemui di Indonesia dan menjadi salah satu primadona bagi kaum milenial. Aebab metode pembelajaran yang lebih fokus terhadap teknologi.

SEPERTI Sekolah Menengah Kejuruan Teknik (SMKT) Swasta Somba Opu yang berada di Jalan Sultan Hasanuddin, Pandang-pandang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Sekolah ini berdiri sejak tahun 1988 dan berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Somba Opu (YPSO). Namun, sebelum berubah nama seperti sekarang ini dulunya sekolah ini bernama STM Somba Opu dan hanya memiliki dua jurusan.

“Pada awal berdirinya ini sekolah itu dulu namanya STM Somba Opu. Jadi dia itu memiliki dua jurusan yaitu jurusan otomotif dan listrik terus satu lagi itu SMP pada tahun awal berdirinya,” kata Ir H Moch Harun Gani saat diwawancarai BKM di ruang kerjanya untuk kanal Youtube Berita Kota Makassar.

Lebih lanjut Harun Gani menjelaskan bahwa sekolah yang dipimpinnya saat ini dirintis dan dibangun oleh orangtuanya, dan sengaja mengambil nama Somba Opu lantaran mengetahui historis Somba Opu.

Namun, ia menekankan bahwa Somba Opu itu artinya bukan menyembah, melainkan memberikan penghargaan kepada tamu yang datang ke Kabupaten Gowa.

“Yayasan Pendidikan Somba Opu ini berdiri pada tahun 1988 oleh orangtua dan keluarga kami. Nah, kebetulan pada waktu berdiri itu kami tidak ada di sini. Saya ada di pulau Jawa. Yang kedua, orangtua ini memahami terhadap sejarah, kenapa ada Somba Opu, kenapa bukan SMA dan SMK Sultan Hasanuddin yang sesuai dengan nama jalannya. Barangkali orang tua menyadari bahwa Somba Opu itu merupakan salah satu historis dari orangtua kita dulu, nenek moyang kita dulu bahwa Somba Opu itu mungkin pemahamannya atau pengertiannya itu Somba Opu bukan berarti kita menyembah kepada orang itu. Tapi ini adalah penghargaan kepada tamu-tamu kita atau pembesar-pembesar kita masa dulu yang datang kemari. Untuk kepentingan penghargaannya menghargai tamu yang datang ke Gowa,” jelasnya.

Seiring kiprahnya, SMKT Somba Opu membuka empat jurusan yakni, Teknik Sepeda Motor (TSM), Teknik Kendaraan Ringan (TKR), Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL), dan Tehnik Komputer Jaringan (TKJ). Jurusan ini menjadi tempat mengasah skill (keterampilan) anak didik SMKT Somba Opu, sehingga outputnya kelak menjadi tenaga siap pakai untuk bangsa dan negara.

“Perkembangan masa setelah reformasi itu berkembanglah yang namanya penambahan jurusan yang waktu itu kita tambah jurusan adalah jurusan TKJ dan Teknik Sepeda Motor. Tahun 2010 berdirilah juga SMA. Saya dirikan SMA Somba Opu pada tahun 2010 itu sampai sekarang berjalan dengan sesuai apa yang kita lihat. Sekarang ini SMKT Somba Opu itu memiliki empat jurusan. Untuk SMA-nya itu adalah SMA Somba Opu yang sesuai dengan yang kami programkan waktu itu adalah Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). SMP pun juga seperti itu sesuai dengan kondisi yang ada,” terangnya.

Dengan perkembangan yang semakin maju, Harun mengaku bersyukur lantaran hal tersebut mencerminkan para alumni siap untuk diserap dan melanjutkan ke perguruan tinggi. Bahkan saat ini sudah banyak para alumni yang menjadi tentara, polisi hingga bekerja di perusahaan.

“Alhamdulillah, dengan perkembangan ini bisalah tercermin bahwa alumni-alumni kita mampu untuk diserap lapangan kerja. Bahkan mampu untuk melanjutkan studinya ke perguruan tinggi. Banyak yang masuk tentara, masuk polisi, ke perusahaan swasta dan sebagainya,” jelasnya.

Meski demikian, untuk mencetak alumni yang berprestasi, ia mengaku perlu melakukan berbagai hal salah satunya adalah soal disiplin dan memberikan sanksi kepada siswa yang melanggar.

“Kami memang menuntut siswa agar disiplin. Hal itu bisa diupayakan dan ditingkatkan dalam rangka untuk kepentingan bahwa disiplin itu bukan berarti disiplin mati. Tapi artinya disiplin hidup yang memberikan pemahaman kepada anak bahwa kalau kau melanggar maka akan mendapatkan sanksi,” terangnya.
Salah satu bagian dari mendisiplinkan peserta didik, bagi laki-laki yang melanggar diberi sanksi push up, kengkreng hingga jalan jongkok. Sementara yang perempuan disuruh memungut sampah.
Aulia, salah satu siswi SMKT Somba Opu mengaku bahwa dirinya memilih bersekolah di tempat itu lantaran melihat jurusan yang ia minati ada di sekolah ini. “Saya memilih sekolah di sini karena SMKT Somba Opu mempunyai bidang atau jurusan yang saya minati. Dengan begitu agar saya bisa lebih fokus pada bidang yang saya minati. Contohnya seperti sekarang ini jurusan yang saya ambil, yaitu Teknik Komputer dan Jaringan,” ujarnya. (jar)



×


Karena Historis, Bertahan dengan Nama dari Perintis

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link