PASSION yang dimiliki seseorang dapat menjadi pemicu semangat hingga dapat menjadi sarana yang mendatangkan manfaat, baik secara materi maupun pengalaman. H Khaerul Hamka membuktikan hal itu.
HADIR menjadi tamu siniar untuk kanal Youtube Berita Kota Makassar, Khaerul Hamka menceritakan perjalanan karirnya hingga bisa seperti sekarang. Dari seorang penyanyi hingga menjadi pengusaha salon.
Ketertarikannya menjadi seorang penyanyi sudah ada sedari kecil. Ketika itu ia selalu tertarik setiap kali ada penampilan Orkes Melayu. “Saya sudah tertarik (menyanyi) sedari kecil. Kalau ada Orkes Melayu saya selalu nonton,” tuturnya.
Di awal keriernya sebagai seorang penyanyi, ia terlebih dahulu mempelajari lagu keroncong. Alasannya, keroncong merupakan basic bernyanyi fleksibel yang bisa digunakan untuk genre musik lainnya.
”Di awal belajar itu di musik keroncong karena itu basic yang bisa dibawa ke pop, dangdut, hingga lagu daerah,” ujarnya.
Khaerul mengaku terinspirasi dengan sosok Hetty Koes Endang yang memiliki kemampuan bernyanyi yang komplit, baik dari segi performance, intonasi, dan artikulasi.
Dalam perjalanannya sebagai seorang penyanyi, Khaerul telah mengukir banyak prestasi dengan membawa nama Provinsi Sulawesi Selatan. Tercatat ia pernah menjadi juara tiga pada ajang Bintang Radio dan Televisi tahun 1986 yang digelar di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kemudian, menjadi juara dua ajang serupa di tahun 2002. Selanjutnya, menempati juara dua lomba bernyanyi keroncong tingkat nasional.
Hingga saat ini Khaerul masih aktif dalam dunia musik di mana ia masih sering menjadi juri dalam beberapa perlombaan.
Kegemarannya terhadap dunia musik kemudian membuatnya menyukai segala sesuatu tentang keindahan. Dengan motivasi ingin membantu keluarga, Khaerul lalu mendirikan salon yang diberi nama Salon Khaerul. Ia juga ingin hidup mandiri. ”Saya 13 bersaudara dan saya anak keenam, jadi ingin membantu keluarga,” ungkapnya.
Selain mencari nafkah, konsistensinya dalam musik dan mendirikan usaha salon juga dilatarbelakangi keinginan untuk membantu banyak orang. Baginya, bernyanyi dan merias merupakan sesuatu yang dapat menghibur orang lain, sehingga dapat memberikan kebahagiaan bagi banyak orang.
“Menjadi seorang penyanyi membuat kita jadi peka, karena penyayi itu tugasnya menghibur, bukan menyakiti,” tandasnya.
Passion bernyanyi menjadi sesuatu yang amat istimewa bagi Khaerul. Dari hobi yang menghasilkan ini ia mampu membeli rumah, menjadi terkenal, menunaikan ibadah haji, hingga memiliki usaha salon.
Ia punya prinsip dalam mencari nafkah dirinya, yakni mending diam dan menetes. Artinya, tidak masalah honor kecil tapi tertampung dan teralokasi dengan baik.
Meski kini memiliki kesibukan dengan usaha salon yang dimilikinya, Khaerul tetap meluangkan waktu bila ada panggilan menyanyi ataupun menjadi juri.
Ditanya tentang perbedaan mengurus salon dan menyanyi, Khaerul mengatakan jika keduanya sama saja lantaran merupakan kegemarannya “Nyanyi enak karena dapat honor yang tinggi. Kalau di salon punya kepuasan tersendiri kalau pelanggan senang,” katanya.
Dalam menjalankan bisnis salon yang dimilikinya, Khaerul kerap kali memberikan nasihat dan wejangan untuk calon pengantin. Hal itu sengaja ia lakukan, karena menurutnya anak-anak muda tentu membutuhkan nasihat. Sebab berumah tangga bukan sesuatu yang mudah untuk dijalani.
Ternyata, keahlian Khaerul dalam merias diawali ketika dirinya bergabung dengan Himpunan Ahli Pengantin Indonesia. Di situ dirinya belajar banyak tentang cara merias pengantin. (yus)

