pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Kapolrestabes Mediasi Damai Mahasiswa Papua

Usai Demo Ricuh Berujung Polisi Terluka

MAKASSAR,  BKM — Seorang personel kepolisian terluka dalam aksi demonstrasi berujung ricuh, Senin (2/12). Bripda Dimas yang merupakan anggota Satuan Sabhara Jajaran 6 Polrestabes Makassar mengalami luka dan muntah darah. 

Ia terkena lemparan batu pada bagian dada ketika berusaha maju membubarkan mahasiswa. Dia langsung ditolong anggota lainnya dan selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Dadi Jalan Lanto Daeng Pasewang, tidak jauh dari lokasi demo.

Sekelompok mahasiswa Papua menggelar aksi di depan asrama mereka di Jalan Lanto Daeng Pasewang, Kelurahan Maricaya, Kecamatan Makassar,  Kota Makassar,  kemarin. Kericuhan tak terhindarkan ketika personel dari Polrestabes Makassar berusaha membubarkan massa, karena mereka menggunakan badan jalan sehinga mengganggu pengendara.
Hanya saja, mahasiswa langsung mengambil batu dan kayu untuk menghalangi aparat. Bahkan mereka melempar personel kepolisian dengan batu serta memukul menggunakan kayu.
Untuk menangani aksi massa, polisi mengeluarkan menembakkan gas air mata serta water cannon. Namun, mahasiswa tetap melempari aparat dengan batu. Akibatnya, Bripda Dimas terluka hingga harus dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Tidak lama kemudian pasukan TNI dan Brimob Polda Sulsel tiba dan langsung mengamankan lokasi. Mereka meminta mahasiswa Papua untuk kembali masuk ke dalam asrama.
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Mokhamad Ngajib turun langsung ke lokasi. Kepada wartawan, ia menjelaskan kronologis hingga terjadinya kericuhan.
Sebelum terjadi ricuh, menurut Kombes Ngajib, mahasiswa melakukan aksi damai dalam rangka memperingati Papua Merdeka 1 Desember 2024. Tidak lama berselang sebagian mahasiswa menggunakan badan jalan sehingga mengganggu pengguna jalan.

”Angota yang datang ke lokasi berusaha membubarkan aksi. Mereka tidak terima dan melempari petugas dengan batu. Salah seorang anggota mengalami luka,” ujar Kapolrestabes.
Situasi berangsur terkendalai setelah personel Polrestabes Makassar dan TNI tiba di lokasi. Kapolrestabes Makassar menambahkan, pihaknya tetap menyiagakan personel di sekitar Asrama Papua. Ia juga mengimbau kepada mahasiswa agar tidak lagi melakukan aksi-aksi perlawanan dengan melempar batu ke arah petugas.
Pantauan BKM di sekitar lokasi kericuhan, mahasiswa sudah masuk ke dalam asrama. Ada pula sebagian yang keluar dari asrama untuk berbelanja di warung.
Kapolrestabes Makassar juga telah melakukan upaya mediasi damai. ”Jangan lagi ada yang melempar batu. Kami minta kepada kepala asrama untuk memberi pemahaman kepada warganya agar tidak melakukan tindakan anarkis,,” imbuh Kombes Ngajib. (jul) 



×


Kapolrestabes Mediasi Damai Mahasiswa Papua

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link