pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Zudan: Main Bola Yuk, Nih Lapangannya Banjir!

DUA rumah jabatan (rujab) petinggi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan tak luput dari banjir. Rujab gubernur di Jalan Sungai Tangka Nomor 31, Kelurahan Sawerigading, Kecamatan Ujung Pandang, dikelilingi genangan. Begitu pula rujab sekretaris provinsi di Jalan Sultan Hasanuddin Nomor 59, Kecamatan Ujung Pandang.

Pj Gubernur Sulsel Zudan Arif Fakrulloh turun langsung memantau genangan air di sekitar rumah jabatannya. Dimulai dari halaman Aula Tudang Sipulung, Prof Zudan berjalan di genangan air yang mencapai lutut orang dewasa. Selanjutnya berkeliling memperhatikan kondisi rujab dan segala sekitarnya.
Ia memberikan instruksi kepada pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Sulsel, khususnya Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang (SDA CKTR) Sulsel dan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sulsel.

Prof Zudan menyisir seluruh titik rujab, mengecek lapangan futsal di bagian sisi kiri kawasan Rujab Gubernur juga taman satwa.

“Halo, main air yuk. Nih lapangan bolanya banjir,” kata Prof Zudan, sembari mengitari sekililng rujab gubernur, Minggu (15/12).

Zudan juga meminta kepada pimpinan dua OPD yang disebutkannya untuk datang mengecek dan mencari tahu pemicu terjadinya banjir di sekitaran rujab. ”Ibu Kadis PU dan Sumber Daya Air, tolong datang melihat kondisi ini. Air masuk dari drainase depan masjid,” ujarnya.
Sekprov Sulsel Dr Jufri Rahman juga menyampaikan rujab yang ditinggalinya juga tergenang banjir. ”Rujab Sekprov juga kebagian banjir,” kata Jufri Rahman, Minggu siang (15/12).

Jufri Rahman menyebut banjir di rujabnya bentuk keadilan, sebab banjir juga menyasar rumah dinas milik pemerintah.

Kepala Dinas SDA CKTR Sulsel, Andi Darmawan Bintang mengatakan, saat ini curah hujan yang sangat tinggi dan berlangsung cukup lama membuat beberapa saluran drainase meluap
.
“Curah hujan tinggi, ditambah waktu hujan lama mengakibatkan air melimpah. Kondisi tersebut menyebabkan adanya genangan. Kalau kita lihat kejadian di rujab, itu disebabkan permukaan tanah rendah dibanding jalan yang ada. Kedua, pada saat air mengalir ke arah laut ternyata saat curah hujan tinggi terjadi pasang, sehingga air yang seharusnya dialirkan ke laut itu tertahan,” ungkap Darmawan Bintang di rujab gubernur. Ia langsung melakukan pengecekan penyebab terendamnya beberapa titik rujab gubernur.

Darmawan Bintang menambahkan bahwa kondisi sisi yang terendam merupakan permukaan terendah sehingga masuk ke dalam pekarangan.

“Kondisi di rujab karena permukaan rendah, maka air di saluran masuk ke dalam pekarangan. Ini tidak semua, hanya sebagian di bagian sayap selatan gubernuran, karena memang itu tanah asli. Belum ada perbaikan dilakukan, itu tergenang. Kita berharap ada solusi bisa dilakukan bagaimana agar air drainase tak masuk, ditahan dulu pada saat hujan tinggi, terutama di sayap selatan. Kemudian solusi lain pasang pompa untuk keluarkan air keluar halaman tersebut,” terangnya.

“Rujab dalam tidak tergenang. Di lapangan upacara tidak tergenang. Tergenang ini tanah asli memang pada saat gubernuran dibangun. Tidak pernah diganggu. Hanya dibuatkan taman itu, sehingga kalau dilihat lebih rendah kondisinya dibanding permukaan drainase luar. Kalau bagian selatan kita lakukan langkah pembenahan. Kita rencanakan bagaimana agar air drainase tidak masuk dulu ke halaman rujab. Kita lakukan setelah air turun, untuk evaluasi saluran pembuangan ke arah drainase,” sambungnya.
Kepala Dinas PUTR Sulsel Astina Abbas yang juga disebut oleh Zudan, mengungkapkan bahwa untuk penanganan banjir harus dilakukan secara terpadu. Dibutuhkan keterlibatan pusat.

“Memang harus terpadu penanganannya, yaitu pusat, pemprov dan OPD wilayah daerah tersebut harus saling bersinergi,” ucap Astina saat dikonfirmasi.

Tidak hanya rujab, Astina mengatakan untuk banjir kali ini bukan hanya terjadi di rujab. Semua rata karena bertepatan pasang.

“Banjir di mana-mana, bukan cuma rujab. Masing-masing ada kewenangan. Saya mau bicara pihak balai, masing-masing lihat salurannya. Balai, ruas jalan nasional. Kami ruas jalan provinsi. Kita bersinergi. Ini dulu penanganan sesuai kewenangan. Dinas PU Kota Makassar juga,” tutupnya.

Status Siaga

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel Amson Padolo mengatakan, cuaca ekstrem di Kota Makassar saat ini dalam status siaga. “Dari tadi pagi (kemarin) memang ini cuaca ekstrem. Curah hujan agak tinggi. Dari laporan BMKG bahwa hujan dari tadi pagi status siaga,” kata Amson, Minggu (15/12).

Dia mengatakan, hujan lebat di Kota Makassar berpotensi menyebabkan banjir. Apalagi di beberapa titik yang menghambat aliran air akibat saluran drainase tersumbat.

“Dengan intensitas lebat berpotensi banjir apabila tersumbat di drainase. Prinsipnya ini Makassar juga sudah stanby,” ujarnya.

Kata Amson, saat ini petugas di BPBD sudah melakukan kesiapsiagaan guna memastikan kondisi di masyakarat di Kota Makassar akibat dampak cuaca ekstrem.

“Makanya, semua aparat bencana dalam kondisi siaga. Diharapkan waspada semua,” terangnya.

Selain itu, ia menyampaikan bahwa cuaca ekstrem tak hanya terjadi di Kota Makassar. Tapi juga di beberapa daerah seperti Barru dan Pangkep.

“Barru, Pangkep, Makassar itu wilayah peringatan dini. Makanya diminta semua masyarakat waspada,” tuturnya.

Amson mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan membatasi aktivitas jika tidak terlalu penting.

“Jadi warga yang tidak terlalu urgen kegiatan di luar jangan dulu berpergian. Waspada dan pastikan rumahnya dalam kondisi aman,” pungkasnya. (jun)



×


Zudan: Main Bola Yuk, Nih Lapangannya Banjir!

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link